UMKM binaan Pertamina naik omzet 62% di Inacraft 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 15:46 WIB 9
UMKM binaan Pertamina naik omzet 62% di Inacraft 2025

Pada 5 Oktober, pameran Inacraft 2025 berlangsung selama lima hari dengan 32 UMKM binaan Pertamina (Persero) ikut ambil bagian. Omzet yang dicapai para UMKM meningkat hampir 62 persen dibandingkan tahun lalu. Kegiatan ini melibatkan sektor wastra, kriya, fesyen, kuliner, serta co-branding sebagai bagian dari upaya memperluas pasar nasional maupun global.

Penanggung jawab program, Pertamina, menegaskan bahwa dukungan bagi UMKM tidak sebatas promosi, melainkan pendampingan kapasitas usaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan UMKM bersaing di pasar nasional maupun global. Kepada peserta, pihak penyelenggara menegaskan komitmen untuk terus memperluas akses promosi, permodalan, serta pelatihan kewirausahaan.

Pencapaian UMKM Pertamina

Para UMKM binaan Pertamina memamerkan pertumbuhan omzet yang signifikan, meningkat hampir 62 persen dibandingkan tahun lalu. Pameran berlangsung selama lima hari dengan 32 pelaku usaha dari berbagai sektor. Peningkatan ini mengindikasikan kualitas produk serta daya saing yang semakin kuat.

Sebanyak 32 UMKM terbagi dalam beberapa segmen, antara lain 18 UMKM sektor wastra, kriya, fesyen, dan aksesori yang tampil di Lobby Hall A. Enam UMKM kuliner memikat di Talam Hall B, sedangkan tujuh UMKM co-branding mengikuti pameran secara mandiri. Pembagian ini menunjukkan variasi produk yang ditawarkan di pameran Inacraft 2025.

Beberapa produk menonjol menarik perhatian pengunjung, seperti Batik Mata Andau dari Palangka Raya. Usaha rumahan ini dirintis sejak 2017 dengan misi mengenalkan batik Dayak ke masyarakat luas. Produk mereka bahkan mendapat minat pembeli dari Korea, Jepang, hingga Turki dan dipercaya BUMN transportasi untuk seragam bernuansa budaya Nusantara.

  • Jumlah UMKM: 32
  • 18 UMKM di Lobby Hall A (wastra, kriya, fesyen, aksesori)
  • 6 UMKM kuliner di Talam Hall B
  • 7 UMKM co-branding

Smart Batik Yogyakarta memperkenalkan inovasi Batik Sawit, kain batik ramah lingkungan yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi hijau. Kematangan inovasi ini menunjukkan langkah maju industri kriya terhadap praktik produksi berkelanjutan. Ketertarikan investor dan pengunjung menandai potensi pasar domestik maupun internasional.

Founder Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menilai pameran ini luar biasa karena membuka peluang kolaborasi baru. Ia mencatat minat dari relasi bisnis yang signifikan, bahkan dari institusi diplomatik seperti Duta Besar RI untuk Meksiko. Saat ini Smart Batik memberdayakan 65 ibu-ibu pembatik di Yogyakarta.

Implementasi Batik Sawit juga menjadi contoh inovasi yang menggabungkan kelestarian lingkungan dengan kreatifitas tradisional. Kegiatan ini turut mendorong adopsi teknologi hijau dalam industri batik. Dukungan Pertamina membantu memperluas pangsa pasar produk ramah lingkungan di pasar nasional maupun internasional.

  • Batik Sawit memberdayakan 65 ibu-ibu pembatik
  • Kolaborasi potensial dengan Duta Besar RI untuk Meksiko
  • Relasi dan peluang bisnis baru terpantau

Pertamina menegaskan dukungannya sejalan dengan program Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menitikberatkan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Industri kreatif dan kewirausahaan menjadi fokus utama melalui pelatihan serta akses permodalan. Kegiatan ini menjadi langkah konkret mempersiapkan UMKM menghadapi tantangan pasar.

Kepada peserta, pernyataan Fadjar Djoko Santoso menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari transaksi, tetapi juga dari dampak sosial budaya. Upaya pendampingan memperlihatkan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha. Pertamina juga berupaya memperluas akses promosi dan mitra bisnis bagi UMKM binaannya.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri kreatif nasional, serta memajukan kewirausahaan sebagai penggerak ekonomi. Daya serap pasar UMKM ditopang dukungan program lembaga terkait yang memperluas jaringan kerja sama. Secara keseluruhan, inisiatif ini diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi lokal hingga nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!