Ubi Ungu Jadi Sorotan, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 15:43 WIB 4
Ubi Ungu Jadi Sorotan, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

Olahan ubi kembali menarik perhatian publik, terutama setelah berbagai kreasi seperti ubi panggang dan ubi cream cheese ramai di media sosial. Di tengah tren tersebut, dokter gizi menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan ubi ungu sebagai pilihan yang lebih bernilai gizi.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Kandungan ini dinilai memberi manfaat lebih luas, terutama bagi orang yang ingin menjaga kesehatan metabolik.

Ubi Ungu dan Antosianin

Menurut dr Tjandraningrum, ubi ungu merupakan jenis ubi yang paling direkomendasikan karena kandungan antosianinnya cukup tinggi. Antosianin adalah zat warna alami yang memiliki banyak flavonoid dan polifenol.

Senyawa tersebut dikenal memiliki sifat anti-peradangan yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam konteks gizi, kandungan ini membuat ubi ungu menjadi pilihan menarik dibanding jenis olahan ubi lain.

Warna ungu pada ubi bukan sekadar tampilan yang menarik, melainkan penanda adanya senyawa bioaktif. Karena itu, ubi ungu kerap dipandang sebagai bahan pangan fungsional yang sederhana namun bernilai.

Popularitas ubi ungu juga meningkat karena mudah diolah menjadi berbagai menu. Meski begitu, manfaat utamanya tetap berasal dari kandungan alaminya, bukan dari tambahan bahan lain.

Kandungan Gizi Ubi Ungu

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules pada 2019 menyebutkan kadar antosianin pada ubi ungu dapat mencapai 218 hingga 244 mg per 100 gram. Angka tersebut bergantung pada varietas dan metode pengolahan yang digunakan.

Antosianin juga dikaitkan dengan aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Selain itu, senyawa ini disebut memiliki potensi anti-peradangan yang penting bagi kesehatan jangka panjang.

Ubi ungu juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, sehingga dapat menjadi pilihan makanan pokok atau camilan yang mengenyangkan. Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan ini bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Keunggulan tersebut membuat ubi ungu bukan hanya sekadar tren kuliner, tetapi juga makanan yang punya nilai gizi. Masyarakat pun dapat menjadikannya bagian dari pola makan seimbang.

Manfaat untuk Kesehatan

Dr Tjandraningrum menyebutkan kandungan antosianin pada ubi ungu bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Kelompok yang dimaksud antara lain mereka yang rentan terhadap diabetes dan hipertensi.

Menurutnya, senyawa antioksidan dan anti-peradangan dalam ubi ungu dapat mendukung upaya menjaga kondisi tubuh. Manfaat ini menjadi lebih relevan bagi masyarakat yang ingin memperhatikan pola makan sehari-hari.

Meski tidak dapat menggantikan pengobatan, ubi ungu bisa menjadi bagian dari strategi pencegahan yang sederhana. Konsumsi pangan bernutrisi tetap diperlukan untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Dengan memilih bahan makanan yang tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi tanpa harus bergantung pada produk olahan tinggi kalori. Ubi ungu menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.

Cara Konsumsi yang Bijak

Manfaat ubi ungu dapat berkurang jika disajikan dengan topping tinggi gula dan lemak jenuh dalam jumlah berlebihan. Karena itu, cara penyajian menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Olahan ubi yang diberi keju berlebihan, susu kental manis, atau saus manis tentu memiliki nilai kalori lebih tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, tambahan tersebut justru dapat mengurangi keuntungan kesehatan dari ubi ungu.

Dr Tjandraningrum mengingatkan agar masyarakat tetap bijak memilih topping dan porsi konsumsi. Prinsip sederhana ini penting agar olahan ubi tetap sejalan dengan tujuan menjaga kesehatan.

Di tengah tren makanan viral, kebiasaan memilih bahan dan porsi yang tepat menjadi kunci. Ubi ungu bisa tetap nikmat, sekaligus memberi manfaat jika diolah secara proporsional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!