Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat, Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 21:05 WIB 5
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat, Ini Penjelasan Dokter

Olahan ubi kembali menjadi sorotan di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi dengan topping cream cheese dan variasi kekinian lainnya. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan ubi ungu sebagai pilihan yang lebih baik dari sisi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi ungu mengandung antosianin dalam jumlah cukup tinggi. Zat alami ini memberi warna ungu pada ubi, sekaligus dikenal memiliki potensi antioksidan dan anti-inflamasi.

Ubi Ungu Kembali Dilirik

Popularitas olahan ubi terus meningkat karena tampilannya yang menarik dan mudah dipadukan dengan berbagai bahan tambahan. Namun, tidak semua jenis ubi memiliki nilai gizi yang sama ketika dikonsumsi sebagai camilan.

Menurut dr Tjandra, ubi ungu menjadi jenis yang paling direkomendasikan karena kandungan antosianinnya relatif tinggi. Kandungan tersebut membuat ubi ungu menonjol dibandingkan jenis ubi lain yang lebih sering diolah dengan tambahan gula dan lemak.

Ia menilai pilihan bahan dasar menjadi langkah awal untuk membuat camilan tetap sehat. Dengan memilih ubi ungu, masyarakat dapat menikmati tren kuliner tanpa mengabaikan aspek gizi.

Tren makanan viral kerap membuat orang fokus pada tampilan dan rasa, bukan kandungan nutrisinya. Karena itu, pemahaman terhadap bahan dasar menjadi penting agar konsumsi tetap seimbang.

Kandungan Antosianin Ubi Ungu

Warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga terdapat pada blueberry dan anggur ungu. Senyawa ini termasuk kelompok flavonoid dan polifenol yang banyak diteliti karena manfaat biologisnya.

Dalam tinjauan yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kadar antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai 218-244 mg per 100 gram. Angka tersebut bergantung pada varietas ubi dan cara pengolahannya.

Antosianin dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh. Selain itu, senyawa ini juga dikaitkan dengan sifat anti-peradangan yang mendukung kesehatan secara umum.

Bagi masyarakat yang ingin menjaga pola makan, kandungan tersebut menjadi nilai tambah yang penting. Ubi ungu tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membawa komponen bioaktif yang bermanfaat.

Manfaat Bagi Kesehatan Metabolik

Dr Tjandra menyebut ubi ungu berpotensi bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Kelompok ini mencakup mereka yang memiliki risiko diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lain.

Kandungan antosianin diduga turut membantu mendukung fungsi tubuh melalui efek antioksidan dan anti-peradangan. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.

Konsumsi ubi ungu dapat menjadi alternatif karbohidrat yang lebih bernilai dibandingkan camilan tinggi gula. Pilihan ini juga cocok bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada makanan olahan.

Namun, manfaat kesehatan tidak datang dari satu bahan makanan saja. Asupan yang seimbang, aktivitas fisik, dan pengelolaan porsi tetap menjadi kunci utama menjaga kondisi tubuh.

Bijak Memilih Topping Ubi

Meski ubi ungu memiliki manfaat, nilai gizinya bisa berkurang jika diberi topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Kondisi ini sering terjadi pada olahan viral yang lebih menonjolkan rasa manis dan tekstur creamy.

Dr Tjandra mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan saat menambahkan bahan pelengkap. Topping memang dapat membuat sajian lebih menarik, tetapi komposisinya harus tetap diperhatikan.

Ia menyarankan porsi konsumsi juga dijaga agar tetap sesuai kebutuhan tubuh. Cara ini penting agar ubi ungu tetap berfungsi sebagai makanan yang menyehatkan, bukan sekadar tren sesaat.

Dengan memilih topping yang lebih ringan, masyarakat masih bisa menikmati olahan ubi tanpa khawatir berlebihan asupan gula dan lemak. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara cita rasa dan manfaat kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!