Ubi cream cheese yang dipanggang atau dibakar belakangan ramai dibicarakan di media sosial karena aroma smoky dan teksturnya yang dianggap lebih nikmat. Meski termasuk camilan yang dinilai lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi ubi yang terlalu gosong atau kehitaman secara berlebihan.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi sebenarnya aman diolah dengan berbagai cara selama tidak menambah kalori terlalu banyak. Ia menegaskan, proses pemasakan tetap harus diperhatikan agar permukaan ubi yang terkena panas langsung tidak sampai hangus.
Ubi cream cheese dan risiko
Ubi cream cheese menjadi tren karena tampilannya menarik dan rasanya dinilai memanjakan lidah. Tekstur lembut dari ubi berpadu dengan topping cream cheese membuat camilan ini cepat populer. Banyak warganet menganggapnya sebagai alternatif yang lebih baik daripada makanan manis berbasis tepung. Namun, ada catatan penting yang tidak boleh diabaikan saat proses pemanggangannya terlalu ekstrem.
Menurut dr. Tjandraningrum, cara memasak ubi pada dasarnya cukup fleksibel. Ubi dapat diolah dengan oven, dikukus, atau dibakar di atas arang. Yang perlu dijaga adalah agar tidak ada tambahan kalori berlebihan, terutama dari proses menggoreng. Dengan begitu, manfaat ubi tetap dapat dinikmati tanpa membuat kandungan gizinya berubah drastis.
Masalah muncul ketika bagian permukaan ubi terlalu lama terkena panas langsung. Bagian yang menghitam atau gosong berpotensi membentuk senyawa yang tidak diinginkan. Kondisi ini membuat camilan yang semula dianggap sehat menjadi kurang aman jika dikonsumsi terus-menerus. Karena itu, konsumen perlu lebih cermat saat memilih tingkat kematangan ubi bakar.
Pentingnya cara memasak tepat
Dr. Tjandraningrum menilai ubi tetap aman selama diolah dengan metode yang wajar. Pengolahan seperti dikukus atau dipanggang dengan kontrol suhu dapat menjaga nilai gizi lebih baik. Ia juga menilai penggunaan arang masih memungkinkan, asalkan tidak membuat bahan makanan menjadi terlalu hitam. Prinsip utamanya adalah menghindari proses masak yang berlebihan.
Ia menekankan bahwa tambahan kalori harus dijaga seminimal mungkin. Menggoreng ubi akan meningkatkan kandungan lemak dan energi secara signifikan. Sebaliknya, oven dan kukus cenderung lebih aman bagi mereka yang ingin menjaga pola makan. Pilihan metode memasak ini penting terutama bagi masyarakat yang sedang mengatur asupan harian.
Di tengah tren makanan viral, masyarakat sering hanya fokus pada rasa dan tampilan. Padahal, cara memasak dapat menentukan kualitas makanan yang masuk ke tubuh. Ubi yang lembut dan harum memang menggoda, tetapi kontrol suhu tetap harus menjadi perhatian utama. Dengan langkah sederhana itu, camilan viral ini bisa tetap dinikmati secara lebih bijak.
Akrilamid pada ubi gosong
Salah satu perhatian utama dalam ubi bakar yang terlalu gosong adalah kemungkinan terbentuknya akrilamid. Senyawa ini muncul pada makanan bertepung yang dipanaskan pada suhu tinggi. Bagian yang hitam-hitamlah yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan. Karena itu, bagian yang terlalu hangus sebaiknya tidak ikut dimakan.
Dr. Tjandraningrum menjelaskan bahwa akrilamid cukup tinggi pada bagian ubi yang sampai gosong. Hal ini menjadi alasan mengapa proses pembakaran harus dijaga agar tidak berlebihan. Masyarakat juga disarankan tidak mengonsumsi bagian yang kehitaman terlalu banyak. Meski hanya sebagian kecil, kebiasaan ini tetap perlu dihindari secara rutin.
Kekhawatiran terhadap akrilamid bukan berarti ubi bakar harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi masih bisa dilakukan selama tingkat kematangannya terkontrol. Permukaan yang kecoklatan masih dapat memberi aroma smoky yang disukai banyak orang. Namun, garis batas antara matang dan gosong harus benar-benar diperhatikan.
Tips aman menikmati ubi
Agar tetap aman, masyarakat disarankan memilih ubi yang matang merata. Bagian yang terlalu hitam sebaiknya dipotong atau tidak dimakan sama sekali. Penggunaan bahan tambahan juga perlu diperhitungkan agar kalori tidak melonjak. Dengan cara ini, ubi tetap dapat menjadi camilan yang lebih ramah bagi kesehatan.
Jika ingin mendapatkan rasa smoky, suhu dan durasi pemanggangan perlu dikontrol dengan baik. Menggunakan oven atau mengukus menjadi pilihan yang lebih mudah diawasi. Sementara itu, pemanggangan di atas arang harus dilakukan dengan perhatian ekstra. Tujuannya adalah mempertahankan cita rasa tanpa membuat permukaan makanan hangus.
Tren ubi cream cheese menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa menjadi populer jika penyajiannya menarik. Namun, popularitas tersebut tidak boleh menyingkirkan aspek keamanan pangan. Masyarakat perlu memahami bahwa sehat tidak hanya soal bahan dasar, tetapi juga cara memasaknya. Dengan perhatian pada detail kecil, camilan viral ini tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.
