Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 20:45 WIB 4
Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Ubi cream cheese tengah menjadi camilan viral di media sosial karena tampilannya menarik dan rasanya dinilai lezat. Meski berbahan dasar ubi yang relatif lebih sehat dibanding dessert lain, konsumsi sajian ini tetap perlu dibatasi agar asupan gula, lemak, dan kalori tidak berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, mengatakan porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar adalah sekitar 100 hingga 150 gram ubi per sekali makan. Jumlah tersebut setara dengan porsi karbohidrat pengganti nasi, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian.

Ubi Cream Cheese dan Porsi Wajar

Menurut dr Tjandraningrum, ubi pada dasarnya dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang cukup baik. Ubi juga bisa menggantikan nasi dalam porsi tertentu, selama total kalori harian tetap terjaga.

Ia menjelaskan bahwa porsi 100 hingga 150 gram ubi sudah masuk batas yang wajar untuk sekali makan. Takaran ini dapat membantu masyarakat menikmati camilan viral tersebut tanpa berlebihan.

Porsi itu setara dengan kebutuhan karbohidrat pengganti nasi pada sebagian orang. Namun, jumlah ideal tetap bergantung pada aktivitas fisik, usia, dan kebutuhan kalori masing-masing individu.

Karena itu, ubi cream cheese tidak sebaiknya diperlakukan sebagai camilan bebas batas. Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan energi harian bisa melonjak tanpa disadari.

Nilai Gizi Ubi yang Perlu Dicatat

Dibandingkan nasi putih, ubi memiliki kandungan serat yang lebih tinggi. Serat ini dapat membantu memberi rasa kenyang lebih lama dan mendukung pola makan yang lebih teratur.

Manfaat tersebut membuat ubi sering dipilih sebagai bahan dasar camilan yang dianggap lebih sehat. Meski begitu, keunggulan itu dapat menurun jika topping yang digunakan terlalu banyak.

Ubi tetap mengandung karbohidrat yang harus dihitung dalam total asupan harian. Karena itu, konsumsi ubi perlu dipadukan dengan komposisi menu lain yang seimbang.

Jika ingin menjadikannya camilan, ubi lebih baik dimakan dalam porsi terukur. Dengan begitu, manfaat gizi dari ubi masih bisa diperoleh tanpa menambah beban kalori secara berlebihan.

Cream Cheese dan Topping Manis

Bagian yang perlu paling diperhatikan dalam ubi cream cheese adalah tambahan cream cheese itu sendiri. Bahan ini memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga tidak dianjurkan digunakan dalam jumlah besar.

dr Tjandraningrum menyarankan cream cheese dipakai tipis saja agar tetap aman dikonsumsi. Ia menyebut takaran sekitar 20 hingga 30 gram masih berada dalam batas wajar.

Selain cream cheese, tambahan susu kental manis, gula, atau butter juga dapat meningkatkan total kalori secara signifikan. Karena itu, setiap topping sebaiknya dipertimbangkan dengan cermat sebelum disajikan.

Semakin banyak topping manis dan berlemak, semakin tinggi pula risiko konsumsi kalori berlebih. Kondisi ini dapat membuat camilan yang semula dianggap sehat berubah menjadi dessert tinggi energi.

Tips Menikmati Tanpa Berlebihan

Agar tetap aman, ubi cream cheese sebaiknya dinikmati sesuai kebutuhan kalori harian masing-masing orang. Pilihan ini penting terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau mengatur pola makan.

Porsi kecil dapat menjadi cara praktis untuk tetap menikmati tren kuliner tanpa melanggar batas konsumsi. Dengan pendekatan itu, camilan viral masih bisa masuk ke dalam pola makan yang lebih seimbang.

Masyarakat juga disarankan tidak menjadikan dessert ini sebagai pengganti makanan utama secara rutin. Jika ingin lebih sehat, penggunaan topping manis bisa dikurangi dan diganti dengan bahan yang lebih ringan.

Pada akhirnya, ubi cream cheese tetap dapat dinikmati selama porsinya terkendali dan komposisinya diperhatikan. Kuncinya adalah menyeimbangkan rasa, nilai gizi, serta kebutuhan tubuh agar camilan viral ini tidak berubah menjadi sumber kalori berlebih.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!