Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Sarankan Tambah Protein

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 00:38 WIB 5
Ubi Cream Cheese Viral, Dokter Sarankan Tambah Protein

Olahan ubi dengan topping cream cheese tengah ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap praktis, manis, dan mengenyangkan. Namun, dari sudut pandang gizi, menu ini dinilai akan lebih baik bila tidak hanya mengandalkan karbohidrat dan lemak.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK menjelaskan bahwa kombinasi ubi dan cream cheese sebenarnya bukan tren yang benar-benar baru. Ia menyarankan masyarakat menambahkan sumber protein agar komposisi makan menjadi lebih seimbang dan bermanfaat bagi tubuh.

Ubi Cream Cheese dan Gizi

Menurut dr Tjandraningrum, ubi dengan cream cheese merupakan variasi menu yang secara dasar tetap menggabungkan karbohidrat dan lemak. Pola seperti ini sebelumnya juga populer ketika cream cheese dipadukan dengan roti. Saat ini, ubi menjadi bahan utama yang sedang naik daun di media sosial.

Ia menilai, dari sisi rasa, kombinasi tersebut memang menarik dan mudah diterima banyak orang. Namun, dari sisi kandungan zat gizi, menu ini belum bisa disebut lengkap. Hal itu terjadi karena porsi proteinnya masih sangat rendah jika hanya mengandalkan ubi dan cream cheese.

Karena itu, menu viral tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya komponen dalam sekali makan. Masyarakat perlu mempertimbangkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak. Dengan begitu, asupan yang diterima tubuh akan lebih optimal.

Protein Bantu Seimbangkan Menu

Dokter Tjandra menyebut protein berperan penting dalam menjaga massa otot dan membantu perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, protein juga memberi rasa kenyang lebih lama. Efek ini membuat seseorang tidak cepat merasa lapar setelah makan.

Dalam konteks ubi cream cheese, penambahan protein dinilai mampu meningkatkan kualitas menu secara keseluruhan. Ia menyarankan sumber protein seperti edamame, kacang, atau telur. Pilihan tersebut dapat membantu menutup kekurangan zat gizi pada olahan ubi.

Jika hanya mengandalkan ubi dan cream cheese, kandungan proteinnya dinilai terlalu kecil untuk kebutuhan sekali makan. Menurutnya, satu kali makan idealnya memuat sekitar 10 hingga 20 gram protein. Sementara itu, kombinasi ubi dan cream cheese hanya menyumbang sekitar 2 gram protein.

Dampak pada Gula Darah

Temuan dalam jurnal Diabetes Care menunjukkan bahwa konsumsi protein bersama makanan sumber karbohidrat dapat membantu memperlambat pengosongan lambung. Kondisi ini membuat kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap. Dengan demikian, respons tubuh menjadi lebih terkendali.

Hal tersebut penting terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga pola makan lebih sehat. Makanan yang hanya didominasi karbohidrat dan lemak cenderung kurang ideal bila dikonsumsi berulang. Penambahan protein dapat menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki komposisi menu.

Karena itu, pilihan topping pada ubi sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan manfaat gizi. Sumber protein, baik dari hewani maupun nabati, dapat menjadi pelengkap yang tepat. Dengan komposisi yang lebih seimbang, menu viral tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

Tips Menyusun Menu Seimbang

Untuk menjadikan ubi cream cheese lebih sehat, masyarakat dapat menambahkan bahan lain yang kaya protein. Edamame, telur, dan kacang menjadi opsi yang mudah ditemukan. Penambahan ini dapat membantu meningkatkan nilai gizi tanpa mengubah karakter menu secara drastis.

Pemilihan porsi juga perlu diperhatikan agar asupan tetap terkontrol. Ubi memang memberi karbohidrat sebagai sumber energi, tetapi keseimbangannya harus dijaga. Cream cheese sebaiknya digunakan secukupnya agar kandungan lemak tidak berlebihan.

Dengan strategi tersebut, tren makanan viral tetap bisa diikuti secara lebih bijak. Masyarakat dapat menikmati rasa yang sedang populer sekaligus memperoleh manfaat gizi yang lebih baik. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!