Tiwi Nurhasanah Sukses Kembangkan Usaha Madu Garut

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 21 Mei 2026 21:10 WIB 6
Tiwi Nurhasanah Sukses Kembangkan Usaha Madu Garut

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat memberi dampak besar bagi keluarga dan lingkungan. Lewat budidaya lebah yang ia rintis dengan nama Rumah Madu Simpul Hati, Tiwi kini mampu menguliahkan tiga anaknya hingga jenjang tinggi. Produk madu mentah, olahan, propolis, royal jelly, dan bee pollen buatannya juga terus diminati pasar. Kisahnya menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Di balik kesuksesan itu, Tiwi tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga membina kelompok tani madu di sejumlah daerah di Indonesia. Dukungan pelatihan, mentoring, dan sertifikasi dari Pertamina memperkuat perkembangan usahanya sekaligus membuka akses ke dunia akademik. Rumah produksinya kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas. Bagi Tiwi, lebah bukan sekadar komoditas, melainkan sumber manfaat bagi manusia.

Usaha Dari Lebah

Tiwi memulai usahanya dari keyakinan bahwa rezeki bisa datang dari hal yang sering dianggap kecil. Budidaya lebah kemudian berkembang menjadi bisnis yang memproduksi madu, propolis, royal jelly, dan bee pollen. Seluruh produk itu dipasarkan dalam bentuk mentah maupun olahan agar menjangkau lebih banyak konsumen. Dari usaha tersebut, Rumah Madu Simpul Hati tumbuh menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Perempuan asal Garut itu menilai lebah memiliki nilai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Ia ingin masyarakat Indonesia semakin mengenal kekayaan alam lokal, termasuk produk lebah Nusantara. Menurut dia, selama ini banyak orang masih menganggap madu impor lebih unggul. Padahal, produk dalam negeri juga memiliki kualitas yang sangat baik jika dikelola dengan benar.

Tiwi menyebut madu sebagai suplemen terbaik bagi makhluk hidup dan bagian dari upaya belajar untuk memberi manfaat. Ia percaya hasil alam Indonesia dapat menjadi alternatif kesehatan yang bernilai tinggi. Karena itu, ia terus mengembangkan produk lebah agar tidak berhenti pada penjualan madu saja. Pendekatan itu membuat usahanya memiliki daya saing sekaligus nilai edukasi.

Pendampingan Dorong UMKM

Pertamina memberikan dukungan melalui program pembinaan UMKM yang mencakup pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi usaha. Bantuan tersebut membantu Rumah Madu Simpul Hati memperkuat tata kelola bisnis dan memperluas jangkauan pasar. Tiwi mengakui pendampingan itu sangat berarti karena sebelumnya edukasi kepada masyarakat berjalan cukup sulit. Setelah dukungan hadir, promosi madu lokal menjadi lebih mudah diterima.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Program ini dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Menurut dia, UMKM yang mampu berdiri mandiri akan memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar. Semangat itu sejalan dengan tujuan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

Dukungan Pertamina juga membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi dan peneliti. Rumah produksi Tiwi kini menjadi lokasi riset mahasiswa farmasi dari berbagai kampus di Indonesia. Para peneliti mempelajari langsung produk lebah yang dihasilkan di sana. Kolaborasi ini memperkuat kepercayaan terhadap kualitas produk lokal sekaligus menambah nilai ilmiah.

Dampak Bagi Keluarga

Keberhasilan usaha madu memberi perubahan besar bagi kehidupan keluarga Tiwi. Dari hasil penjualan, ia mampu membiayai pendidikan tinggi tiga anaknya. Anak pertama dan kedua kini telah menempuh pendidikan magister, sementara anak ketiga sedang menjalani studi sarjana. Bagi Tiwi, capaian itu menjadi hadiah paling berharga dari kerja keras bertahun-tahun.

Tiwi mengatakan dirinya dan suami hanya lulusan SMA, sehingga keberhasilan anak-anaknya terasa sangat istimewa. Ia menilai usaha madu telah membawa peningkatan ekonomi sekaligus membuka kesempatan baru bagi keluarga. Pendidikan anak-anak menjadi bukti bahwa usaha mikro dapat mengubah masa depan rumah tangga. Perubahan tersebut juga memperlihatkan pentingnya konsistensi dalam membangun usaha berbasis potensi lokal.

Selain untuk keluarga, hasil usahanya juga memberi manfaat bagi kelompok tani madu yang ia bina. Tiwi aktif mendampingi pelaku usaha lain agar mampu berkembang bersama. Langkah itu menunjukkan bahwa bisnis yang sehat tidak hanya menguntungkan pemilik, tetapi juga orang di sekitarnya. Model seperti ini membuat UMKM memiliki daya ungkit yang lebih besar bagi ekonomi daerah.

Harapan Produk Lokal

Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri dan percaya pada kualitasnya. Ia menilai kekayaan alam Indonesia, termasuk lebah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selama ini, stigma terhadap produk lokal masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya.

Ia juga menyimpan mimpi untuk membangun pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah alam Indonesia. Menurut Tiwi, produk seperti itu dapat menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa bahan lokal mampu bersaing. Dengan dukungan ilmu, pemasaran, dan pendampingan yang tepat, peluang tersebut dinilai sangat terbuka. Harapan itu ia sampaikan dengan keyakinan penuh terhadap masa depan produk lokal.

Kisah Tiwi menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM dapat menghadirkan perubahan ekonomi, pendidikan, dan sosial dalam satu waktu. Dari peternakan lebah sederhana, ia berhasil membangun usaha yang memberi manfaat luas. Dukungan program TJSL turut mempercepat pertumbuhan bisnisnya sekaligus memperkuat jejaring pengetahuan. Cerita ini menjadi pengingat bahwa kekuatan ekonomi Indonesia juga bertumpu pada pelaku usaha kecil yang tekun dan inovatif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!