Tiwi Nurhasanah Sukses Angkat Madu Lokal Garut

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 02:38 WIB 5
Tiwi Nurhasanah Sukses Angkat Madu Lokal Garut

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat menjadi jalan besar bagi perubahan hidup. Melalui budidaya lebah yang ia rintis dengan nama Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu membiayai kuliah tiga anaknya. Produk madu mentah, olahan, hingga turunan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen, terus diminati pasar.

Di balik kesuksesan itu, Tiwi juga aktif membina kelompok tani madu di berbagai daerah di Indonesia. Ia ingin masyarakat semakin mengenal kekayaan lebah Nusantara, sekaligus lebih percaya pada kualitas produk dalam negeri. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina turut memperkuat pengembangan usahanya melalui pelatihan, mentoring, dan sertifikasi.

Madu Lokal dan UMKM

Bagi Tiwi, lebah bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan juga sumber manfaat bagi manusia. Ia meyakini madu dan produk turunannya memiliki nilai kesehatan yang besar jika dikelola dengan baik. Karena itu, ia terus mendorong masyarakat untuk melihat potensi lebah Indonesia secara lebih serius.

Ia menilai produk madu dalam negeri kerap kalah pamor dibandingkan madu impor. Kondisi itu membuat edukasi kepada masyarakat menjadi tantangan yang tidak ringan. Namun, menurutnya, pemahaman publik mulai berubah seiring semakin banyak pihak memberi perhatian pada produk lokal.

Tiwi juga menekankan bahwa usaha berbasis lebah dapat berkembang menjadi sektor yang bernilai ekonomi tinggi. Selain menjual madu, ia memasarkan propolis, royal jelly, bee pollen, serta produk kesehatan dan kosmetik. Ragam produk itu membuat Rumah Madu Simpul Hati memiliki pasar yang lebih luas.

Dukungan untuk Rumah Madu

Perkembangan usaha Tiwi tidak lepas dari program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, ia mendapat pelatihan, pendampingan, serta sertifikasi usaha. Dukungan tersebut membantu Rumah Madu Simpul Hati naik kelas secara bertahap.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari program TJSL. Menurut dia, tujuan utama program tersebut adalah mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Ia juga menilai UMKM yang tumbuh mandiri dapat memberi dampak lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.

Dukungan itu juga membuka peluang kerja sama dengan dunia akademik. Tempat usaha Tiwi kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Kolaborasi itu memperkuat posisi produk lebah sebagai komoditas yang juga memiliki dimensi ilmiah.

Dampak Ekonomi Keluarga

Keberhasilan terbesar Tiwi bukan hanya pertumbuhan bisnis, melainkan perubahan ekonomi keluarganya. Dari hasil penjualan madu, ia mampu menguliahkan tiga anaknya ke jenjang pendidikan tinggi. Dua anaknya kini telah menempuh studi S2, sementara anak ketiga berada di bangku S1.

Tiwi mengaku pencapaian itu terasa istimewa karena dirinya dan sang suami hanya lulusan SMA. Perjalanan bisnis lebah telah memberi peningkatan besar bagi kehidupan keluarga mereka. Baginya, kesempatan anak-anak untuk menempuh pendidikan tinggi adalah hadiah paling berharga.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa usaha berbasis sumber daya lokal dapat memberi dampak langsung bagi kesejahteraan rumah tangga. Ketika dikelola dengan konsisten, bisnis kecil mampu menciptakan perubahan yang nyata. Dari peternakan lebah, Tiwi memperoleh bukan hanya pendapatan, tetapi juga masa depan untuk anak-anaknya.

Masa Depan Produk Lebah

Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri dan menghargai kualitasnya. Ia yakin kekayaan alam Indonesia, termasuk lebah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selama masyarakat mau mengenal lebih dekat, produk lokal akan semakin dipercaya.

Ia juga memiliki mimpi membangun pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah alam Indonesia. Menurutnya, cita-cita itu akan memperluas manfaat lebah bagi lebih banyak orang. Harapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar inovasi produk lokal terus bergerak maju.

Perjalanan Rumah Madu Simpul Hati memperlihatkan bahwa pembinaan UMKM, edukasi pasar, dan keberanian berinovasi dapat berjalan beriringan. Dari Garut, Tiwi membawa pesan bahwa rezeki bisa lahir dari hal kecil yang dikelola dengan tekun. Lebah, dalam tangan yang tepat, dapat menjadi sumber manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan ekonomi lokal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!