Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu Lokal

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 19:01 WIB 5
Tiwi Garut Sukses Kembangkan Usaha Madu Lokal

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat menjadi sumber perubahan besar bagi keluarga dan lingkungan. Lewat budidaya lebah yang ia rintis dalam nama Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu menguliahkan tiga anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Usaha yang berawal dari penjualan madu mentah kini berkembang menjadi produk olahan, termasuk propolis, royal jelly, dan bee pollen. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina ikut memperkuat usaha itu, sekaligus membuka ruang edukasi tentang potensi lebah Nusantara.

Bisnis madu lokal

Tiwi memulai usahanya dari keyakinan bahwa lebah menyimpan manfaat besar bagi manusia. Ia tidak hanya menjual madu dalam bentuk mentah, tetapi juga mengembangkan produk turunan yang memiliki nilai tambah. Langkah itu membuat usahanya semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas.

Rumah Madu Simpul Hati kini menjadi salah satu contoh usaha mikro yang tumbuh lewat ketekunan dan inovasi. Tiwi mengelola peternakan sendiri sekaligus menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya konsumen. Selain itu, ia terus memperluas jangkauan pemasaran melalui produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah.

Bagi Tiwi, keberhasilan bisnis bukan semata soal omzet, melainkan juga soal manfaat bagi banyak orang. Ia ingin masyarakat lebih mengenal kekayaan lebah Indonesia dan tidak selalu menganggap madu impor lebih unggul. Pandangan itu menjadi dasar dari setiap langkah pengembangan usahanya.

Dukungan UMKM Pertamina

Perkembangan Rumah Madu Simpul Hati tidak lepas dari pendampingan program UMKM yang dijalankan Pertamina. Perusahaan pelat merah itu memberikan pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk membantu penguatan bisnis Tiwi. Dukungan tersebut membuat usaha madu lokal semakin siap bersaing.

Melalui pembinaan itu, Tiwi juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap jejaring usaha dan dunia akademik. Tempat usahanya bahkan kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Kondisi ini memperlihatkan bahwa UMKM dapat menjadi ruang kolaborasi antara bisnis dan riset.

Tiwi menilai kehadiran pendampingan sangat membantu dalam mengedukasi masyarakat tentang madu lokal. Sebelumnya, produk dalam negeri kerap kalah pamor dari madu impor di mata konsumen. Setelah mendapat dukungan, ia lebih leluasa menjelaskan manfaat produk lebah asal Indonesia.

Manfaat bagi keluarga

Di balik pertumbuhan usahanya, Tiwi menyimpan kebahagiaan yang lebih besar, yakni pendidikan anak-anaknya. Dari hasil penjualan madu, ia mampu membiayai kuliah tiga anak hingga jenjang lebih tinggi. Dua anaknya telah menempuh pendidikan S2, sementara satu anak lainnya sedang menjalani S1.

Keberhasilan itu menjadi lompatan besar bagi keluarga Tiwi yang sebelumnya hanya berlatar pendidikan SMA. Ia menyebut perubahan tersebut sebagai hadiah terbesar dari kerja keras yang dijalani bersama suami. Bagi Tiwi, usaha madu bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga jalan untuk memperbaiki masa depan keluarga.

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa usaha kecil bisa membawa dampak yang luas. Ia berharap semakin banyak keluarga yang berani menekuni produk berbasis potensi lokal. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat rumah tangga.

Harapan untuk produk lokal

Tiwi berharap masyarakat Indonesia semakin mencintai produk dalam negeri dan percaya pada kualitasnya. Ia menilai kekayaan alam Indonesia, termasuk lebah, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi. Karena itu, ia terus mendorong edukasi agar konsumen tidak memandang sebelah mata produk lokal.

Ia juga memiliki mimpi untuk membangun pabrik kosmetik atau produk kesehatan yang sepenuhnya berbasis lebah alam Indonesia. Menurutnya, cita-cita tersebut bukan hal yang mustahil selama ada konsistensi, ilmu, dan keberanian untuk berkembang. Target itu menjadi penanda arah usaha yang lebih besar di masa depan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa pendampingan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Program tersebut dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor kreatif. Ia menilai UMKM yang mandiri dan mampu menggandeng pelaku usaha lain akan memberi manfaat lebih luas bagi banyak orang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!