Tiwi Garut Sukses Kembangkan Bisnis Madu Lokal

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 11:22 WIB 2
Tiwi Garut Sukses Kembangkan Bisnis Madu Lokal

Tiwi Nurhasanah, perempuan asal Garut, membuktikan bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang kuat. Melalui budidaya lebah bernama Rumah Madu Simpul Hati, ia kini mampu menguliahkan tiga anaknya hingga jenjang tinggi.

Bisnis yang ia rintis tidak hanya menjual madu mentah, tetapi juga berbagai produk turunan seperti propolis, royal jelly, dan bee pollen. Dukungan pembinaan UMKM dari Pertamina turut memperluas kapasitas usaha, membuka akses pelatihan, sertifikasi, hingga kolaborasi riset dengan perguruan tinggi.

Madu Lokal dari Garut

Tiwi memulai usahanya dari keyakinan bahwa lebah menyimpan manfaat besar bagi manusia. Ia ingin masyarakat lebih mengenal kekayaan lebah Nusantara, sekaligus percaya pada kualitas produk dalam negeri.

Menurutnya, edukasi menjadi tantangan utama saat usaha ini baru berkembang. Pada masa awal, banyak konsumen lebih memilih madu impor, sementara produk lokal belum mendapat perhatian yang layak.

Setelah mendapat pendampingan, Tiwi lebih leluasa mengenalkan manfaat madu dan produk turunannya. Ia menilai, pemahaman masyarakat terhadap sumber daya alam Indonesia menjadi kunci agar produk lokal semakin dipercaya.

Pendampingan UMKM Pertamina

Pertamina memberikan pelatihan, mentoring, dan sertifikasi usaha untuk mendukung pengembangan Rumah Madu Simpul Hati. Program itu menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan tersebut tidak hanya memperkuat aspek bisnis, tetapi juga memperluas jejaring usaha Tiwi. Ia kini dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan produk berbasis lebah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menilai UMKM yang berkembang akan memberi dampak lebih luas. Ia menyebut, ketika pelaku usaha mampu berdikari dan menggandeng wirausahawan lain, manfaatnya akan dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Produk Lebah Jadi Riset

Rumah Madu Simpul Hati kini kerap menjadi lokasi penelitian mahasiswa farmasi dari berbagai universitas di Indonesia. Kehadiran para peneliti membuat usaha Tiwi tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga bernilai ilmiah.

Ia mengaku senang bisa mengenal banyak apoteker dan peneliti melalui aktivitas tersebut. Menurutnya, produk kesehatan dan kosmetik berbasis lebah memang membutuhkan dukungan ilmu farmasi agar pengembangannya semakin tepat.

Keterlibatan dunia akademik juga membantu memperkuat kepercayaan terhadap produk lokal. Dengan adanya riset, masyarakat diharapkan semakin melihat madu dan turunannya sebagai produk yang memiliki kualitas serta manfaat yang jelas.

Dari Madu untuk Pendidikan

Keberhasilan bisnis madu membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarga Tiwi. Dari hasil penjualan, ia mampu membiayai pendidikan tiga anaknya hingga perguruan tinggi.

Anak pertamanya dan anak kedua kini telah menempuh pendidikan S2, sedangkan anak ketiga sedang menjalani studi S1. Bagi Tiwi, pencapaian itu menjadi hadiah terbesar karena ia dan suaminya hanya lulusan SMA.

Ia berharap semakin banyak masyarakat mencintai produk dalam negeri dan berani mengandalkan kekayaan alam Indonesia. Tiwi juga menaruh mimpi besar untuk memiliki pabrik kosmetik atau produk kesehatan berbasis lebah dari alam Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!