Purbaya: IHSG Berpeluang Kembali ke Level 8.000-an

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 12:48 WIB 2
Purbaya: IHSG Berpeluang Kembali ke Level 8.000-an

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan hari ini, namun pemerintah melihat ruang pemulihan yang besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut IHSG berpeluang kembali ke level 8.000-an pada awal 2026, seiring fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.

Purbaya menyampaikan pandangan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia menilai pergerakan saham pada akhirnya ditentukan oleh kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi nasional yang menopangnya.

Prospek IHSG Membaik

Purbaya menilai IHSG masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi dalam waktu mendatang. Menurut dia, kondisi pasar saham tidak terlepas dari kekuatan fundamental perusahaan di dalamnya.

Ia mengatakan harga saham akan lebih mudah pulih apabila kinerja emiten membaik. Dalam pandangannya, ekonomi yang sehat akan mendorong profitabilitas korporasi meningkat.

Purbaya juga meyakini sentimen pasar akan mengikuti arah perbaikan ekonomi nasional. Karena itu, investor dinilai tidak perlu terlalu khawatir terhadap pelemahan jangka pendek.

Ia bahkan menyebut target IHSG ke level 8.000-an bukanlah hal yang mustahil. Menurutnya, pemulihan itu bisa terjadi seiring membaiknya fundamental ekonomi Indonesia.

Fundamental Ekonomi Menguat

Purbaya menegaskan bahwa perekonomian Indonesia berada dalam keadaan baik. Ia menilai fondasi ekonomi yang kuat akan menjadi penopang utama bagi pasar saham.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang sehat akan berdampak langsung pada peningkatan laba perusahaan. Kondisi tersebut kemudian berpotensi mendorong kenaikan harga saham di bursa.

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara ekonomi dan pasar saham sangat erat. Jika ekonomi membaik, maka prospek perusahaan juga akan ikut menguat.

Purbaya menilai tren itu pada akhirnya akan tercermin di IHSG. Dengan demikian, tekanan yang terjadi saat ini dipandang hanya bersifat sementara.

Saham Undervalue Jadi Peluang

Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut saham yang jatuh tetapi perusahaan tetap untung layak dicermati. Ia menilai kondisi itu bisa menjadi peluang karena harga pasar berada di bawah nilai wajarnya.

Menurut dia, saham seperti itu tergolong undervalue dan berpotensi menguntungkan di masa depan. Investor dinilai bisa mempertimbangkan akumulasi saat harga masih rendah.

Purbaya menegaskan bahwa keputusan membeli saham perlu melihat kinerja emiten, bukan hanya pergerakan harga harian. Ia menilai pendekatan tersebut lebih rasional bagi pelaku pasar.

Ia juga mengingatkan bahwa profit perusahaan merupakan faktor penting dalam menentukan valuasi. Jika laba tetap solid, maka penurunan harga saham justru dapat membuka ruang keuntungan.

Rebound IHSG Dinilai Cepat

Purbaya memperkirakan IHSG akan segera rebound dalam waktu tidak lama lagi. Ia bahkan menyebut secara teknikal pasar berpeluang bergerak kencang pada pekan depan.

Menurut dia, pemulihan itu tidak akan lama karena arah ekonomi nasional terus diperbaiki. Semakin cepat perbaikan dilakukan, semakin besar peluang pasar merespons positif.

Ia meminta para pelaku pasar saham untuk tetap tenang menghadapi volatilitas jangka pendek. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong penguatan ekonomi ke depan.

Purbaya menilai pemulihan pasar saham pada akhirnya akan mengikuti pemulihan fundamental. Karena itu, ia optimistis IHSG kembali menguat dan mendekati level 8.000-an pada 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!