Teras Balongan Dorong UMKM Indramayu Tembus Pasar Lebih Luas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 22:51 WIB 2
Teras Balongan Dorong UMKM Indramayu Tembus Pasar Lebih Luas

Teras Balongan di Jalan Raya Sukaurip No.16, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, menjadi salah satu pusat oleh-oleh yang ramai diserbu pemudik pada musim Lebaran. Di lokasi ini, pengunjung dapat menemukan beragam produk unggulan UMKM khas Indramayu, mulai dari batik, tenun, hingga aneka makanan pesisir.

Produk yang paling diburu antara lain rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, kerupuk nasi, serta sambal dan olahan terasi dalam kemasan. Kehadiran pusat oleh-oleh ini juga membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan berbagai produk lokal dalam satu lokasi.

UMKM Teras Balongan

Ketua UMKM Teras Balongan, Mahani, menyebut sebagian besar makanan ringan yang dijual memiliki cita rasa khas Pantura. Menurut dia, ciri rasa terasi muncul karena bahan baku berasal dari wilayah pesisir, terutama dari daerah sekitar laut.

Mahani mengatakan, keunikan rasa itu menjadi daya tarik utama bagi pembeli yang mencari oleh-oleh khas Indramayu. Produk yang ditawarkan bukan hanya menjadi pelengkap perjalanan mudik, tetapi juga mewakili identitas kuliner daerah.

Di etalase Teras Balongan, berbagai produk disusun agar mudah dipilih oleh pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah. Konsep satu lokasi untuk banyak pilihan membuat pusat oleh-oleh ini semakin praktis bagi masyarakat.

Menurut Mahani, produk makanan ringan tersebut terus diminati karena mampu menghadirkan rasa yang berbeda dari daerah lain. Kondisi itu membuat UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pasar secara berkelanjutan.

Produk Pesisir Favorit Pemudik

Rengginang terasi menjadi salah satu produk yang paling dicari karena dianggap mewakili cita rasa pesisir Indramayu. Selain itu, kerupuk udang dan kerupuk ikan juga banyak dibeli sebagai bekal pulang atau hantaran untuk keluarga.

Teras Balongan juga menjual kerupuk bawang, kerupuk nasi, serta sambal dalam berbagai kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Ragam produk tersebut memberi pilihan yang lebih luas bagi konsumen dengan preferensi yang berbeda.

Selain makanan kering, tersedia pula manisan mangga khas Indramayu yang menjadi favorit pemudik. Mangga dikupas, diiris tipis, lalu direndam dalam larutan gula batu dan gula pasir selama beberapa hari sebelum siap dikonsumsi.

Dari sisi harga, produk yang dijual relatif terjangkau, yaitu mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jenis dan ukuran. Kisaran harga itu membuat produk UMKM tetap kompetitif di tengah tingginya permintaan saat arus mudik.

Pemasaran Hingga Luar Negeri

Tak hanya diminati pembeli domestik, produk UMKM Teras Balongan juga pernah dibawa hingga ke luar negeri oleh tenaga kerja Indonesia. Mahani menyebut rengginang produksi mereka pernah sampai ke Australia melalui jaringan perantau dan keluarga di luar negeri.

Produk yang sama juga dikirim ke Taiwan dan Hong Kong melalui teman-teman yang bekerja di sana. Menurut Mahani, kondisi itu menunjukkan bahwa produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas jika memiliki kualitas yang konsisten.

Jangkauan pasar yang meluas tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelaku UMKM di Balongan. Mereka melihat bahwa produk sederhana berbasis bahan lokal tetap memiliki nilai jual tinggi di luar daerah.

Mahani menilai keberhasilan itu tidak lepas dari rasa khas dan kemasan yang terus diperbaiki agar lebih menarik. Dengan begitu, produk tidak hanya laku sebagai oleh-oleh, tetapi juga memiliki potensi sebagai komoditas bernilai ekspor.

Dukungan Pertamina Untuk UMKM

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Teras Balongan merupakan salah satu upaya mendorong pemasaran produk UMKM lokal agar lebih luas. Menurut dia, keberadaan outlet ini memudahkan masyarakat memperoleh produk pesisir dalam satu tempat.

Pertamina juga melakukan pembinaan UMKM di berbagai daerah melalui pameran, display produk, temu bisnis, serta penguatan jejaring. Berbagai program itu ditujukan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.

Baron menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, sehingga perlu dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen membantu pelaku usaha agar lebih mandiri dan memberi dampak bagi ekonomi daerah.

Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 sebagai outlet untuk memperluas pasar produk UMKM di sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Saat ini, terdapat 22 pelaku UMKM yang tergabung dengan berbagai produk unggulan yang terus dipasarkan kepada masyarakat.

Penguatan Kapasitas Usaha

Pertamina secara konsisten meningkatkan kapasitas UMKM melalui program pembinaan yang berkelanjutan. Salah satu program unggulannya adalah UMK Academy yang memberikan pembelajaran untuk pengembangan usaha.

Materi yang diberikan mencakup manajemen usaha hingga pemasaran digital, agar pelaku UMKM mampu mengikuti perubahan pasar. Pendampingan ini diharapkan membantu usaha kecil menjadi lebih adaptif dan kompetitif.

Melalui pembinaan tersebut, produk UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berpeluang naik kelas. Penguatan kapasitas menjadi penting agar pelaku usaha mampu menjaga kualitas sekaligus memperluas jaringan penjualan.

Baron menyebut dukungan terhadap UMKM sejalan dengan misi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan adanya sinergi antara pembinaan, promosi, dan pasar, UMKM diharapkan semakin mandiri dan berdaya saing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!