Teras Balongan Dorong UMKM Indramayu Tembus Pasar Lebih Luas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 21 Mei 2026 23:12 WIB 7
Teras Balongan Dorong UMKM Indramayu Tembus Pasar Lebih Luas

Pusat oleh-oleh Teras Balongan di Jl Raya Sukaurip No.16, Balongan, Indramayu, menjadi salah satu titik ramai yang diserbu pemudik dan wisatawan. Lokasi ini menghadirkan beragam produk unggulan UMKM khas Indramayu, mulai dari batik, tenun, hingga makanan khas pesisir.

Berbagai camilan seperti rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, dan kerupuk nasi menjadi buruan utama menjelang Lebaran. Kehadiran pusat oleh-oleh ini sekaligus memudahkan masyarakat membeli produk lokal dalam satu tempat dengan harga yang masih terjangkau.

Produk Khas Pesisir

Sejumlah makanan ringan yang dijual di Teras Balongan memiliki cita rasa khas Pantura. Bahan bakunya banyak berasal dari wilayah pesisir, terutama terasi yang menjadi penanda rasa utama.

Ketua UMKM Teras Balongan, Mahani, mengatakan karakter rasa tersebut muncul karena lingkungan Balongan yang berada di daerah pinggir laut. Kondisi itu membuat produk olahan laut dan turunannya menjadi lebih menonjol dibandingkan daerah lain.

Selain gurih dan renyah, produk-produk ini juga dikemas untuk memudahkan pembeli membawa pulang sebagai buah tangan. Ragam pilihan membuat pengunjung dapat menyesuaikan belanja dengan kebutuhan keluarga maupun kerabat.

Di antara produk yang paling sering diburu, rengginang terasi dan kerupuk ikan menjadi favorit karena dianggap mewakili cita rasa khas Indramayu. Pengunjung juga mencari sambal dan olahan terasi kemasan sebagai pelengkap hidangan rumah.

Harga Masih Terjangkau

Dari sisi harga, produk UMKM yang dijual di Teras Balongan relatif ramah di kantong. Kisaran harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung jenis produk dan ukuran kemasan.

Rentang harga tersebut membuat pembeli memiliki banyak pilihan, baik untuk oleh-oleh sederhana maupun belanja dalam jumlah lebih besar. Hal ini menjadi salah satu alasan pusat oleh-oleh ini cepat dikenal masyarakat.

Keberagaman produk juga memberi nilai tambah karena pembeli tidak hanya mendapatkan camilan, tetapi juga produk kerajinan lokal. Perpaduan itu menjadikan Teras Balongan lebih dari sekadar toko oleh-oleh biasa.

Para pelaku usaha menilai harga yang kompetitif penting untuk menjaga daya saing produk UMKM. Dengan harga yang terjangkau, produk lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan kualitas.

Menembus Pasar Luar Negeri

Produk UMKM Teras Balongan tidak hanya diminati pemudik domestik, tetapi juga pernah dibawa ke luar negeri. Mahani menyebut rengginang produksi mereka pernah sampai ke Australia.

Selain itu, produk serupa juga dibawa ke Taiwan dan Hong Kong melalui para tenaga kerja Indonesia yang tinggal di sana. Jaringan informal ini menjadi salah satu jalur pemasaran yang ikut memperkenalkan cita rasa Indramayu ke mancanegara.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Selama kualitas dan kemasan terus ditingkatkan, produk UMKM dapat memiliki daya tarik lintas negara.

Pengalaman ini juga menjadi bukti bahwa promosi tidak selalu bergantung pada pasar besar. Dukungan komunitas perantau dapat membantu membuka pintu bagi produk daerah untuk dikenal lebih jauh.

Dukungan Pertamina

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Teras Balongan merupakan upaya untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal. Keberadaan pusat oleh-oleh ini juga memudahkan masyarakat memperoleh berbagai produk pesisir dalam satu lokasi.

Pertamina menjalankan pembinaan UMKM di berbagai daerah melalui pameran, display produk, temu bisnis, dan penguatan jejaring. Langkah tersebut diarahkan agar pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.

Menurut Baron, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan perlu terus diperkuat. Sebagai BUMN, Pertamina mendukung pengembangan UMKM agar lebih dikenal, lebih mandiri, dan mampu memberi dampak bagi ekonomi daerah.

Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 sebagai outlet untuk memperluas pasar produk UMKM di sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Saat ini, terdapat 22 pelaku UMKM yang tergabung dengan beragam produk unggulan, mulai dari makanan hingga produk kerajinan.

Penguatan Kapasitas Usaha

Pertamina juga konsisten meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pembinaan. Salah satu program yang dijalankan adalah UMK Academy, yang memberi pembelajaran untuk pengembangan usaha.

Materi yang diberikan mencakup manajemen usaha hingga pemasaran digital. Pendekatan ini diharapkan membuat pelaku usaha lebih siap menghadapi perubahan pasar dan perilaku konsumen.

Dengan pendampingan tersebut, UMKM tidak hanya dibantu dari sisi penjualan, tetapi juga dari sisi kualitas pengelolaan usaha. Peningkatan kapasitas menjadi kunci agar produk lokal bisa bersaing secara berkelanjutan.

Kehadiran Teras Balongan memperlihatkan bahwa kolaborasi antara BUMN dan pelaku UMKM dapat menghasilkan ekosistem bisnis yang lebih kuat. Dari Indramayu, produk khas pesisir kini memiliki peluang lebih besar untuk dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!