Telkomsat Gandeng Nara Space untuk Mitigasi Bencana Satelit

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 06:36 WIB 3
Telkomsat Gandeng Nara Space untuk Mitigasi Bencana Satelit

Pemanfaatan data satelit untuk mitigasi bencana di Indonesia kian mendesak di tengah tingginya risiko gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Menjawab kebutuhan itu, Telkomsat menggandeng perusahaan teknologi antariksa asal Korea Selatan, Nara Space, untuk mengembangkan teknologi Earth Observation dan layanan analitik citra satelit.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Partnership Agreement di Jakarta pada 12 Mei 2026. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sistem pemantauan kebencanaan nasional sekaligus membuka peluang baru bagi pemanfaatan data satelit di berbagai sektor strategis.

Earth Observation untuk bencana

Teknologi Earth Observation memungkinkan pemantauan wilayah secara real-time melalui citra satelit. Data ini dapat digunakan untuk mendeteksi titik panas kebakaran hutan, memetakan banjir, dan mengawasi wilayah terdampak bencana.

Di Indonesia, kebutuhan terhadap sistem pemantauan berbasis satelit semakin besar karena karakter geografis yang rawan bencana. Dengan dukungan analisis yang cepat dan akurat, proses respons darurat dapat dilakukan lebih efisien.

Penginderaan bumi juga membuka ruang untuk pengawasan sumber daya alam secara lebih terukur. Informasi yang dihasilkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan mengambil keputusan berbasis data.

Dalam konteks kebencanaan, keunggulan utama teknologi ini terletak pada kemampuan memberikan gambaran wilayah yang sulit dijangkau. Hal tersebut menjadikan Earth Observation sebagai solusi penting bagi sistem mitigasi modern.

Kolaborasi Telkomsat Nara Space

Telkomsat dan Nara Space sepakat untuk berkolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi penginderaan bumi berbasis satelit. Keduanya juga akan mengeksplorasi peluang pasar serta use case bersama untuk kebutuhan sektor strategis.

Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan mengatakan kerja sama ini mencakup pengembangan layanan data satelit yang relevan dengan kebutuhan nasional. Ia menilai sinergi tersebut dapat mempercepat hadirnya solusi berbasis antariksa di Indonesia.

Nara Space dikenal sebagai perusahaan teknologi antariksa yang fokus pada satelit Earth Observation dan layanan data analytics. Perusahaan ini memiliki kapabilitas end-to-end, mulai dari pengembangan satelit hingga penyediaan layanan analitik.

Melalui penggabungan keahlian kedua pihak, pengembangan teknologi dapat dilakukan lebih terarah. Kolaborasi ini juga memberi ruang bagi transfer pengetahuan dan penguatan ekosistem antariksa nasional.

Dampak bagi sektor strategis

Selain untuk mitigasi bencana, layanan berbasis data satelit juga ditujukan mendukung kebutuhan pemerintahan. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan wilayah, pengawasan infrastruktur, dan pemantauan kebijakan publik.

Di sektor industri, data satelit berpotensi membantu efisiensi operasional dan meningkatkan ketepatan analisis. Pemanfaatannya dapat menjangkau sektor energi, pertanian, kehutanan, hingga logistik.

Telkomsat menilai pengembangan layanan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional. Kehadiran data yang lebih presisi diharapkan mampu memperkuat pengambilan keputusan di tingkat operasional maupun strategis.

Integrasi teknologi antariksa dengan kebutuhan domestik juga dapat mendorong lahirnya model bisnis baru. Hal ini menjadi peluang bagi industri telekomunikasi dan teknologi untuk memperluas layanan bernilai tambah.

Langkah menuju ekosistem satelit

Kerja sama dengan Nara Space dipandang sebagai langkah awal membangun ekosistem layanan data satelit yang lebih kuat dan terintegrasi. Telkomsat ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan bagi pemerintah, tetapi juga berguna bagi masyarakat luas.

Sebagai perusahaan satelit digital nasional, Telkomsat menyatakan akan terus memperluas kolaborasi global. Strategi ini diarahkan untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang kompetitif dan berkelanjutan.

Pertumbuhan ekosistem tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang layanan antariksa. Dengan dukungan mitra internasional, kapasitas riset dan implementasi dapat berkembang lebih cepat.

Ke depan, pemanfaatan data satelit diperkirakan semakin penting dalam menghadapi tantangan kebencanaan dan kebutuhan pembangunan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi fondasi penting bagi penguatan teknologi penginderaan bumi di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!