Telkom Resmikan Kabel Pukpuk di Jayapura

Teknologi BRH 23 Mei 2026 20:57 WIB 5
Telkom Resmikan Kabel Pukpuk di Jayapura

TelkomGroup meresmikan sistem kabel laut Pukpuk di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei, sebagai langkah strategis memperkuat infrastruktur konektivitas digital di Indonesia Timur. Proyek hasil kolaborasi dengan PNG DataCo ini menjadi kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Kehadirannya diharapkan membuka jalur konektivitas baru, mendorong ekonomi digital, serta memperluas akses telekomunikasi di wilayah perbatasan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan konektivitas agar transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, agar memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital.

Kabel Pukpuk dan Konektivitas

Sistem kabel laut Pukpuk menjadi penghubung langsung antara jaringan Indonesia dan Papua Nugini. Landing station di Jayapura yang dioperasikan Telin berperan sebagai gerbang konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini.

Melalui jalur ini, kapasitas dari kabel internasional SEA-US dapat disalurkan hingga ke wilayah Vanimo dan daerah lain yang lebih terpencil. Jalur tersebut memperkuat akses digital lintas negara dan memperluas jangkauan layanan telekomunikasi di kawasan Pasifik.

Kehadiran Pukpuk juga mempertegas posisi Jayapura sebagai pusat konektivitas Papua. Infrastruktur ini mendukung pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan peluang ekonomi daerah melalui jaringan bertaraf internasional.

Dengan jalur baru ini, konektivitas di Indonesia Timur menjadi lebih andal karena memiliki diversity route. Kondisi tersebut membantu menjaga kelangsungan layanan saat terjadi gangguan pada salah satu jalur utama.

Kolaborasi Indonesia Papua Nugini

Pukpuk bukan hanya proyek telekomunikasi, melainkan simbol kerja sama strategis antara Indonesia dan Papua Nugini. Sinergi Telin dan PNG DataCo menunjukkan bahwa konektivitas digital dapat menjadi jembatan integrasi kawasan.

CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis kedua negara seharusnya diikuti oleh konektivitas yang kuat dan resilien. Ia menyebut kolaborasi ini lahir dari semangat saling terhubung, saling mendukung, dan menciptakan manfaat bersama.

Menurut Komboi, kabel laut Pukpuk menjadi awal penguatan hubungan digital yang lebih erat di kawasan. Infrastruktur ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

TelkomGroup menilai proyek tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan digital Asia-Pasifik.

Peran Telin di Jayapura

Telin, sebagai operating company TelkomGroup, memegang peran sentral dalam proyek Pukpuk sejak tahap perencanaan hingga komersialisasi. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul penting yang menghubungkan kabel internasional SEA-US dengan jaringan nasional Papua.

Telin juga bertindak sebagai mitra strategis PNG DataCo untuk memastikan kualitas layanan dan keandalan sistem kabel lintas negara. Peran ini penting agar konektivitas yang dibangun dapat berjalan stabil dan berdaya tahan tinggi.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan Pukpuk membuktikan kemampuan TelkomGroup menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang lebih terhubung.

Menurut Dian, inisiatif ini diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global. Pernyataan itu menegaskan arah pengembangan jaringan yang tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga kawasan internasional.

Dampak bagi Indonesia Timur

Keberadaan kabel Pukpuk membuat Jayapura memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama terhubung ke Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan jalur baru menghubungkan Vanimo ke Jayapura lalu tersambung ke Manado hingga Los Angeles melalui SEA-US.

Struktur jaringan ini meningkatkan ketahanan infrastruktur digital di Papua. Dengan jalur alternatif yang lebih kuat, layanan komunikasi di kawasan tersebut menjadi lebih aman dari risiko gangguan tunggal.

Pemerintah menilai pemerataan konektivitas menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi digital nasional. Dukungan terhadap proyek seperti Pukpuk dipandang relevan dengan agenda pembangunan yang inklusif, maju, dan berdaya saing.

Peresmian kabel laut ini menjadi sinyal bahwa Indonesia Timur semakin terhubung dengan jaringan digital global. Dalam jangka panjang, konektivitas yang lebih baik diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi, memperluas akses layanan, dan memperkuat posisi strategis kawasan perbatasan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!