Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Perkuat Papua ke Asia-Pasifik

Teknologi BRH 26 Mei 2026 06:44 WIB 2
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Perkuat Papua ke Asia-Pasifik

TelkomGroup meresmikan sistem kabel laut Pukpuk hasil kolaborasi dengan PNG DataCo di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026. Infrastruktur ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru menuju kawasan Asia-Pasifik. Proyek tersebut juga mempererat kerja sama Indonesia dan Papua Nugini dalam pengembangan telekomunikasi lintas negara. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan memperluas akses layanan digital di wilayah perbatasan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan konektivitas agar pembangunan digital tidak terpusat di wilayah tertentu. Ia menyebut percepatan transformasi digital menjadi bagian dari agenda nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif, maju, dan berdaya saing. Menurut dia, konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan. Dengan demikian, seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital.

Konektivitas Digital Papua

Pukpuk Cable menjadi salah satu proyek strategis TelkomGroup untuk memperkuat konektivitas digital di Papua. Infrastruktur ini dirancang agar jaringan di wilayah timur memiliki akses yang lebih andal dan resilien. Pemerintah menilai kehadirannya dapat mempercepat pemerataan layanan digital di daerah. Selain itu, proyek ini memberi dukungan nyata bagi pengembangan ekonomi berbasis digital di wilayah timur Indonesia.

Wamenkomdigi Angga Raka juga memberikan apresiasi kepada TelkomGroup atas komitmennya membangun konektivitas nasional. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi digital. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi disebut tidak hanya penting bagi kota besar, tetapi juga bagi kawasan perbatasan. Dalam konteks ini, Papua menjadi salah satu titik strategis yang membutuhkan dukungan jaringan berkualitas tinggi.

TelkomGroup menegaskan bahwa pemerataan konektivitas menjadi kunci agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan luas. Infrastruktur yang dibangun di Papua diharapkan menjadi pengungkit bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur komunikasi yang lebih kuat juga mendukung layanan publik, pendidikan, dan perdagangan digital. Dengan ekosistem yang lebih baik, peluang pertumbuhan kawasan dinilai semakin terbuka.

Keberadaan Pukpuk Cable juga memperkuat posisi Jayapura sebagai pusat konektivitas di Papua. Dari titik ini, layanan digital dapat menjangkau wilayah yang lebih luas secara lebih efisien. TelkomGroup menyebut infrastruktur tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pemerataan akses digital. Hal ini menjadi penting untuk memastikan kawasan timur tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi nasional.

Jalur Lintas Batas Baru

Sistem kabel laut Pukpuk menjadi kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini. Landing station di Jayapura yang dioperasikan oleh Telin berperan sebagai gerbang konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings milik Papua Nugini. Melalui jalur ini, kapasitas dari kabel internasional SEA-US dapat disalurkan hingga ke wilayah terpencil di Papua Nugini melalui Vanimo. Kehadiran jalur ini menjadi terobosan penting dalam konektivitas digital regional.

Lebih dari sekadar infrastruktur telekomunikasi, Pukpuk merupakan simbol kolaborasi dua negara dalam membangun konektivitas kawasan. Sinergi antara Telin dan PNG DataCo dipandang sebagai langkah nyata memperluas jaringan digital di Asia-Pasifik. Proyek ini menunjukkan bahwa kerja sama lintas batas dapat menghasilkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Di tingkat kawasan, infrastruktur semacam ini berpotensi memperkuat integrasi digital yang lebih inklusif.

Dengan hadirnya kabel laut baru tersebut, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan jalur kedua menghubungkan Vanimo ke Jayapura. Dari Jayapura, koneksi tersebut tersambung ke Manado hingga Los Angeles melalui kabel SEA-US. Skema ini membuat jaringan Papua memiliki pilihan rute yang lebih kuat dan fleksibel.

Keberadaan jalur alternatif atau diversity route menjadikan infrastruktur digital Papua jauh lebih tangguh. Sistem ini membantu menjaga kelangsungan layanan ketika salah satu jalur mengalami gangguan. Selain itu, keberadaan dua kaki konektivitas internasional memperkuat posisi Jayapura sebagai simpul strategis di Indonesia Timur. Kondisi ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan peluang usaha di daerah.

Peran Telin dan PNG DataCo

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut Pukpuk sebagai bukti bahwa Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Menurut dia, inisiatif ini akan memperkuat konektivitas Indonesia Timur sekaligus membuka peluang kolaborasi regional dan global. TelkomGroup menilai proyek ini menjadi langkah strategis dalam penguatan jaringan nasional.

Sebagai operating company TelkomGroup, Telin memegang peran sentral dalam proyek Pukpuk sejak tahap perencanaan hingga komersialisasi. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul penting yang menghubungkan kapasitas kabel internasional SEA-US dengan jaringan nasional Papua. Peran tersebut menempatkan Telin sebagai penghubung utama antara jaringan domestik dan lintas negara. Dengan demikian, layanan yang dihasilkan dapat lebih stabil dan terintegrasi.

Telin juga bertindak sebagai mitra strategis PNG DataCo untuk memastikan kualitas layanan kabel lintas negara tersebut. Kemitraan ini dirancang agar sistem tetap andal dan mampu mendukung kebutuhan konektivitas jangka panjang. Selain menjaga layanan, kolaborasi tersebut juga membuka ruang pengembangan jaringan lanjutan di kawasan. Hal ini menandai pentingnya kerja sama teknis dalam proyek infrastruktur digital berskala internasional.

Dian menambahkan bahwa kabel Pukpuk adalah bukti kemampuan TelkomGroup dan Telin dalam menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menyatakan kebanggaan atas keterlibatan perusahaan dalam sejarah konektivitas Asia-Pasifik. Menurutnya, infrastruktur berkelas dunia menjadi modal untuk masa depan yang lebih terhubung. Pernyataan itu sekaligus menegaskan ambisi perusahaan dalam memperluas jangkauan digital kawasan.

Arti Strategis Bagi Kawasan

CEO PNG DataCo Paul Komboi menyampaikan bahwa kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini seharusnya diiringi konektivitas digital yang kuat. Ia menilai kerja sama dengan Telin mencerminkan semangat saling terhubung, saling mendukung, dan menciptakan manfaat bersama. Menurut dia, Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan awal dari penguatan hubungan digital kedua negara. Pandangan itu menegaskan pentingnya konektivitas sebagai jembatan kerja sama regional.

Keberadaan kabel laut Pukpuk dinilai akan memperkuat integrasi digital antara Papua Nugini dan Indonesia. Akses yang lebih baik diharapkan mendukung pertumbuhan layanan digital, perdagangan, dan pertukaran data. Bagi masyarakat di wilayah perbatasan, infrastruktur ini dapat membuka peluang baru dalam kegiatan ekonomi. Dengan dukungan jaringan yang lebih kuat, kawasan timur berpotensi menjadi pusat pertumbuhan digital yang lebih kompetitif.

Peresmian kabel laut tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo dan Direktur Utama Telkom Indonesia. Hadir pula Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, serta Gubernur Kepala Daerah Papua yang diwakili L Christian Sohilait. Acara juga disaksikan oleh CEO Telin Kharisma dan CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya proyek ini bagi kedua negara.

Dengan resmi beroperasinya Pukpuk Cable, Papua memiliki pijakan baru dalam persaingan ekonomi digital kawasan. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperluas akses internet, tetapi juga memperkuat daya saing daerah di level internasional. Konektivitas yang lebih merata menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya layanan digital dan investasi teknologi. Dari Jayapura, Indonesia Timur kini semakin terhubung dengan pusat ekonomi Asia-Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!