Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 03:27 WIB 2
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Jayapura menjadi lokasi peresmian kabel laut Pukpuk-1, infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini secara langsung. Proyek milik Telin, anak usaha TelkomGroup, ini disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik dan mulai beroperasi pada April 2026.

Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5), dan dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta sejumlah perwakilan pemerintah dan mitra dari Papua Nugini. Kehadiran kabel laut Pukpuk-1 dinilai menjadi tonggak penting bagi penguatan konektivitas digital di Indonesia Timur sekaligus membuka jalur kolaborasi regional yang lebih luas.

Kabel Laut Pukpuk Dan Konektivitas

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut Pukpuk-1 sebagai langkah penting untuk memastikan pemerataan akses digital di wilayah timur Indonesia. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang boleh tertinggal dalam era digital yang semakin terhubung. Menurut dia, kehadiran kabel ini juga memperkuat posisi Indonesia Timur sebagai bagian dari ekosistem konektivitas global.

Dian menambahkan bahwa Pukpuk-1 menunjukkan kemampuan TelkomGroup melalui Telin dalam menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Proyek ini, kata dia, bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga simbol komitmen untuk menghadirkan layanan digital berkelas dunia. Dengan begitu, Papua tidak lagi hanya menjadi daerah tujuan pembangunan, melainkan juga titik strategis penghubung kawasan.

Ia juga menyampaikan harapan agar inisiatif tersebut membuka lebih banyak peluang kerja sama digital di tingkat regional dan global. Menurutnya, kerja sama lintas batas akan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi digital, akses layanan, dan pertukaran teknologi. Pukpuk-1 disebut menjadi fondasi penting bagi masa depan konektivitas yang lebih inklusif.

Jalur Kabel Laut Lintas Batas

Sistem komunikasi kabel laut ini memiliki panjang total sekitar 850 kilometer, dengan rute yang menghubungkan Jayapura hingga Papua Nugini. Rinciannya mencakup jalur Jayapura ke perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, lalu dari perbatasan menuju Vanimo sejauh 50 kilometer. Sementara itu, jalur dari perbatasan menuju Madang mencapai sekitar 770 kilometer.

Dengan bentang jaringan tersebut, Pukpuk-1 menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat tulang punggung telekomunikasi di kawasan timur. Infrastruktur ini diharapkan mampu menghadirkan koneksi yang lebih stabil, cepat, dan andal bagi kebutuhan masyarakat maupun sektor bisnis. Konektivitas lintas batas juga membuka ruang bagi pertukaran data yang lebih efisien antarwilayah.

TelkomGroup menilai keberadaan kabel laut ini sebagai bagian dari transformasi infrastruktur digital nasional. Penguatan jaringan di kawasan perbatasan dianggap penting agar distribusi layanan digital tidak hanya bertumpu pada wilayah barat Indonesia. Dalam jangka panjang, proyek ini berpotensi mendorong pemerataan akses internet dan layanan komunikasi yang lebih merata.

Manfaat Strategis Bagi Papua

Kehadiran Pukpuk-1 dinilai memberi manfaat langsung bagi Papua, terutama dalam memperkuat konektivitas digital di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan infrastruktur. Akses komunikasi yang lebih baik diperkirakan mendukung layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah juga melihat proyek ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan di kawasan timur.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo hadir dalam peresmian tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap perluasan infrastruktur digital nasional. Kehadirannya menegaskan bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi di perbatasan memiliki nilai strategis bagi keamanan, pemerataan layanan, dan hubungan antarnegara. Papua Nugini juga dinilai menjadi mitra penting dalam pengembangan koridor digital kawasan.

Selain itu, koneksi yang terbangun melalui Pukpuk-1 berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lintas wilayah di perbatasan. Pelaku usaha dapat memperoleh akses komunikasi yang lebih baik untuk mendukung distribusi, transaksi, dan layanan digital lainnya. Dalam konteks yang lebih luas, proyek ini memperkuat posisi Papua sebagai gerbang konektivitas Indonesia di Pasifik.

Proyek Dimulai Sejak Lama

Pembangunan kabel laut Pukpuk-1 bukan proyek instan, karena pengerjaannya telah dimulai sejak 2016 hingga 2022. Setelah melalui proses panjang, jaringan tersebut akhirnya mulai beroperasi pada April 2026. Peresmian di Jayapura menjadi penanda resmi bahwa infrastruktur itu kini siap dimanfaatkan secara lebih luas.

Proses yang cukup panjang menunjukkan besarnya tantangan teknis dan koordinasi dalam pembangunan kabel laut lintas batas. Proyek ini memerlukan perencanaan matang, kerja sama antarlembaga, serta kesiapan infrastruktur di dua negara. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa pembangunan digital skala regional dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat.

TelkomGroup menyatakan akan terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia untuk mendukung masa depan yang semakin terhubung. Melalui Pukpuk-1, perusahaan berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna jaringan global, tetapi juga bagian penting dari penggerak konektivitas kawasan. Dengan demikian, Papua dan Papua Nugini berada pada jalur yang sama menuju integrasi digital yang lebih kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!