Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 04:48 WIB 2
Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Raline Shah kembali menjadi sorotan di karpet merah Cannes Film Festival 2026, Cannes, Prancis, saat mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi kolaborasi Raline dengan desainer asal Solo tersebut di ajang film bergengsi dunia.

Gaun berpotongan ballgown itu dirancang dengan nuansa glamor yang klasik, modern, dan tetap menonjolkan sentuhan heritage Indonesia. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 800 jam, dengan detail bordir, konstruksi, dan finishing yang dikerjakan secara cermat.

Gaun Raline Shah Cannes

Raline Shah tampil di pemutaran perdana film The Beloved dengan busana yang dirancang untuk menghadirkan kesan timeless. Sapto Djojokartiko menyebut konsepnya berangkat dari siluet klasik yang tetap relevan dengan selera masa kini.

Detail utama gaun tersebut hadir lewat bordir motif Yayi Ukir yang tersebar di seluruh permukaan busana. Kehadiran motif itu membuat gaun tidak hanya tampil mewah, tetapi juga membawa identitas khas rumah mode Sapto Djojokartiko.

Warna Oyster yang dipilih juga mempertegas kesan anggun dan tenang pada penampilan Raline. Palet itu memberi ruang bagi tekstur bordir dan struktur gaun untuk tampil lebih hidup di bawah sorot lampu karpet merah.

Penggunaan warna yang sama dari tahun ke tahun menunjukkan konsistensi estetika yang kuat. Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan karakter Raline yang cenderung menyukai tampilan elegan tanpa kesan berlebihan.

Detail Motif Yayi Ukir

Motif Yayi Ukir lahir dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional. Sapto lalu mereinterpretasikannya dengan motif signature Penara untuk menghasilkan tampilan yang baru dan lebih kompleks.

Di dalam struktur tenun tersebut, elemen Penara diolah kembali agar menghasilkan detail yang halus dan elegan. Pendekatan itu membuat gaun terlihat kaya, namun tetap lembut saat diamati dari dekat.

Motif tersebut dinilai serasi dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline di Cannes. Kombinasi itu menciptakan nuansa art-deco yang membuat keseluruhan penampilan terasa lebih dimensional.

Keselarasan antara motif busana dan perhiasan menambah kesan mewah yang tidak berlebihan. Hasil akhirnya memperkuat citra Raline sebagai figur yang mampu membawa fesyen Indonesia ke panggung internasional.

Proses Pengerjaan Panjang

Pembuatan gaun ini berlangsung selama kurang lebih 800 jam. Waktu pengerjaan itu mencakup proses konstruksi, bordir, hingga penyempurnaan akhir agar busana jatuh dengan tepat di tubuh pemakainya.

Sapto menekankan pentingnya detail dalam setiap tahap pengerjaan. Menurutnya, perhatian besar pada proses menjadi kunci agar siluet gaun terlihat effortless saat dikenakan.

Dalam ajang sebelumnya di Cannes 2024, Raline juga memakai busana Sapto Djojokartiko yang dikerjakan selama 1.200 jam. Perbedaan durasi itu menunjukkan setiap rancangan dibuat sesuai kebutuhan desain dan karakter penampilannya.

Meski memakan waktu lebih singkat, gaun Cannes 2026 tetap menuntut ketelitian tinggi. Setiap elemen dirancang agar hasil akhir terlihat presisi, rapi, dan layak tampil di karpet merah internasional.

Strategi Warna Oyster

Warna Oyster telah lama menjadi salah satu palet andalan Sapto Djojokartiko. Karakter warnanya yang timeless dan understated membuatnya cocok untuk tampil anggun di panggung besar.

Raline juga disebut secara pribadi menginginkan warna tersebut untuk penampilannya di Cannes. Pilihan itu dianggap mewakili sisi klasik dan elegan yang selaras dengan citra dirinya.

Warna Oyster memberi keuntungan visual karena tidak mendominasi detail lain dalam busana. Justru, palet ini membantu bordir, tekstur, dan bentuk gaun tampil lebih menonjol di bawah pencahayaan red carpet.

Dengan kombinasi warna, motif, dan konstruksi yang matang, penampilan Raline kembali memperlihatkan standar tinggi mode Indonesia. Kolaborasi ini menegaskan bahwa karya desainer Tanah Air mampu bersaing di festival film paling prestisius di dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!