Fakta Susu Kental Manis dan Cara Konsumsinya

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 04:49 WIB 3
Fakta Susu Kental Manis dan Cara Konsumsinya

Susu kental manis telah lama menjadi pelengkap berbagai makanan dan minuman favorit masyarakat Indonesia. Dari kopi, roti bakar, hingga martabak dan hidangan penutup, produk ini dikenal karena cita rasanya yang manis dan khas.

Namun, perdebatan kembali mencuat di media sosial karena banyak orang menilai rasa manisnya terlalu dominan. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, apakah susu kental manis sebenarnya masih mengandung susu.

Susu Kental Manis dan Kandungannya

Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses evaporasi atau penguapan air. Proses ini membuat kandungan padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi dan menghasilkan tekstur yang lebih pekat.

Selain itu, gula ditambahkan dalam proses pembuatan untuk memberi rasa manis dan membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, produk ini bisa bertahan lebih lama selama penyimpanan.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini juga sejalan dengan standar internasional Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk.

Definisi serupa juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan tersebut menjelaskan susu kental manis sebagai produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Gula dan Susu Tetap Ada

Kandungan susu di dalam susu kental manis tidak hilang meski terdapat gula dalam jumlah cukup besar. Protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami masih tetap ada di dalam produk ini.

Rasa manis yang kuat sering membuat masyarakat mengira kandungan susunya sudah tidak ada. Padahal, yang terjadi adalah profil rasa gula menjadi jauh lebih dominan dibandingkan rasa susu.

Beberapa produk susu kental manis juga mencantumkan komposisi susu hingga 35 persen. Komposisi itu dapat terdiri dari susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk.

Dengan demikian, anggapan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak tepat. Produk ini tetap merupakan olahan susu, hanya saja formula dan karakter gizinya berbeda dari susu segar.

Cara Bijak Konsumsi

Susu kental manis tetap bisa dinikmati selama porsinya diperhatikan. Produk ini banyak digunakan sebagai pelengkap rasa dalam beragam makanan tradisional Indonesia.

Membaca label gizi menjadi langkah penting untuk mengetahui jumlah gula dalam satu sajian. Dengan begitu, konsumen dapat menyesuaikan konsumsi agar tidak berlebihan.

Jika digunakan untuk campuran kopi atau dessert, pemakaian secukupnya menjadi pilihan yang lebih aman. Langkah ini membantu menjaga rasa tetap nikmat tanpa membuat asupan gula melonjak terlalu tinggi.

Perhatian terhadap takaran saji juga penting agar konsumsi harian tetap terkendali. Cara ini sejalan dengan anjuran untuk menggunakan susu kental manis sebagai pelengkap, bukan sebagai sumber gizi utama.

Aturan BPOM yang Perlu Dipahami

BPOM telah mengatur posisi susu kental manis dalam konsumsi masyarakat melalui sejumlah regulasi. Salah satunya adalah larangan penyajian produk ini sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu.

Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 juga menegaskan larangan visualisasi yang menampilkan susu kental manis sebagai satu-satunya sumber gizi. Ketentuan ini dibuat agar masyarakat tidak salah memahami fungsi produk tersebut.

Pemahaman yang benar sangat penting supaya susu kental manis tidak disamakan dengan susu cair biasa. Produk ini merupakan olahan susu dengan tambahan gula, sehingga penggunaannya memang berbeda.

Dengan memahami kandungan dan aturan konsumsi, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk ini. Susu kental manis tetap bisa dinikmati, selama tidak dijadikan pengganti susu harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!