Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 21:30 WIB 4
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Konektivitas

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Telkom Satelit Indonesia meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Senin (11/5/2026). Fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia yang memiliki tantangan geografis berat.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Kehadiran infrastruktur satelit ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas bagi Papua Pegunungan, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi layanan publik dan ekonomi digital.

Community Gateway Wamena

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional. Ia menyebut konektivitas sebagai prasyarat utama kemajuan dan fondasi penting bagi pemerataan pembangunan di Indonesia.

Menurut Angga, infrastruktur digital di Wamena akan mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis. Dengan dukungan satelit, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan dapat lebih siap tumbuh dalam ekonomi digital nasional.

Ia juga menilai pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan jaringan, tetapi juga membangun masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan infrastruktur tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, terutama di Papua Pegunungan.

Community Gateway Wamena berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Infrastruktur ini hadir untuk menjawab keterbatasan jaringan terestrial, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan digital di daerah tersebut.

Fungsi utama jaringan satelit

Community Gateway Wamena merupakan fasilitas kedua yang dibangun TelkomGroup melalui Telkomsat sebagai operating company penyedia teknologi dan layanan satelit. Sebelumnya, fasilitas serupa telah dibangun di Merauke, tetapi dengan fungsi yang berbeda.

Community Gateway Merauke difungsikan sebagai backup link untuk menjaga layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial. Sementara itu, Wamena dibangun sebagai main link atau jalur utama konektivitas di Papua Pegunungan.

Dengan pendekatan tersebut, TelkomGroup tidak lagi hanya fokus pada mitigasi risiko. Perusahaan kini memasuki tahap penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Keberadaan gateway ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan layanan publik di wilayah pegunungan Papua. Infrastruktur yang lebih andal diharapkan mendukung akses pendidikan, kesehatan, dan komunikasi masyarakat secara lebih merata.

Dukungan bagi Papua Pegunungan

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menilai Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. Namun, wilayah tersebut masih menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas karena keterbatasan jaringan terestrial dan kondisi geografis yang sulit.

Dian menegaskan bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Karena itu, TelkomGroup ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital.

Melalui Community Gateway Wamena, TelkomGroup menghadirkan solusi yang lebih andal dan adaptif. Teknologi satelit diposisikan untuk memperkuat ketahanan jaringan nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan di wilayah timur Indonesia.

Sejalan dengan mandat sebagai agent of development, penguatan konektivitas ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Akses digital yang lebih luas juga dipandang penting untuk mempercepat pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan.

Target kapasitas dan akses terbuka

Community Gateway Wamena dirancang untuk meningkatkan kapasitas jaringan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. Peningkatan ini diharapkan membuat performa konektivitas lebih stabil, latensi lebih terkendali, dan trafik data lebih tertangani.

Selain kapasitas yang lebih besar, fasilitas ini juga dibangun sebagai open access platform. Artinya, infrastruktur tersebut tidak hanya dapat digunakan oleh TelkomGroup, tetapi juga oleh operator lain, ISP lokal, dan institusi yang membutuhkan akses jaringan.

Skema akses terbuka itu diharapkan menciptakan ekosistem konektivitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat pembangunan infrastruktur digital tidak hanya dirasakan oleh satu pihak, melainkan juga oleh masyarakat luas.

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr Velix Wanggai menilai kehadiran Community Gateway Wamena menjadi tonggak penting bagi pembangunan di wilayah pegunungan Papua. Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!