Telkom Resmikan Community Gateway Wamena di Papua

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 10:22 WIB 2
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena di Papua

PT Telkom Indonesia bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital di wilayah pegunungan Papua melalui teknologi satelit. Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dan Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjawab hambatan akses internet yang selama ini dipengaruhi kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Community Gateway Wamena diposisikan sebagai tulang punggung utama konektivitas di Papua Pegunungan. Telkom menilai infrastruktur ini penting untuk menghadirkan layanan komunikasi yang lebih merata, baik bagi masyarakat, layanan publik, maupun aktivitas ekonomi digital. Dengan pendekatan berbasis satelit, perusahaan berupaya menghadirkan koneksi yang lebih cepat dan adaptif di wilayah yang memiliki tantangan medan cukup berat. Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem konektivitas nasional yang berkelanjutan.

Community Gateway Wamena

Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi mengatakan teknologi satelit merupakan solusi paling efektif untuk kawasan pegunungan Papua. Menurut dia, tidak seluruh wilayah dapat dijangkau jaringan terestrial secara optimal. Karena itu, satelit menjadi pilihan yang paling relevan untuk menghadirkan konektivitas lebih cepat dan lebih luas. Infrastruktur ini juga diharapkan mendukung pengembangan ekonomi digital di Papua Pegunungan.

Rizal menegaskan Community Gateway Wamena dirancang untuk memperkuat kebutuhan komunikasi berbagai lapisan masyarakat. Fasilitas ini juga disiapkan untuk mendukung layanan publik yang membutuhkan koneksi stabil. Selain itu, jaringan tersebut akan membantu aktivitas bisnis lokal agar lebih terhubung dengan ekosistem digital nasional. Telkomsat menyebut pengembangan ini selaras dengan konsep sovereign infrastructure yang andal dan berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menekankan bahwa konektivitas merupakan hak seluruh rakyat Indonesia. Ia menyatakan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dari arus transformasi digital. Tantangan geografis dan keterbatasan jaringan terestrial di Papua Pegunungan menjadi alasan kuat hadirnya solusi ini. Menurut dia, Telkom Group ingin menghadirkan pemerataan akses hingga wilayah paling timur Indonesia.

Konektivitas untuk Papua

Community Gateway Wamena menjadi fasilitas kedua yang dibangun Telkom melalui Telkomsat setelah Merauke. Berbeda dengan fasilitas di Merauke yang berfungsi sebagai backup link, Wamena difungsikan sebagai main link atau jalur utama konektivitas. Penempatan fungsi tersebut menunjukkan pentingnya peran Wamena dalam menopang kebutuhan jaringan di Papua Pegunungan. Telkom menilai model ini lebih sesuai dengan kebutuhan wilayah yang sangat bergantung pada koneksi stabil.

Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang cukup tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga potensi maksimal 40 Gbps. Peningkatan ini diharapkan tidak hanya menambah kapasitas internet, tetapi juga menjaga kualitas konektivitas tetap stabil. Latensi yang lebih terkendali akan memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan trafik digital di masa depan.

Infrastruktur ini juga dirancang sebagai open access platform. Artinya, fasilitas dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari operator telekomunikasi, ISP lokal, hingga institusi lain. Skema tersebut diharapkan mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan ekosistem digital Papua. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak berhenti pada satu operator, tetapi menjangkau banyak pemangku kepentingan.

Dorong Ekosistem Digital

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai menyebut kehadiran Community Gateway Wamena sebagai tonggak penting pembangunan digital di wilayah pegunungan Papua. Ia menilai infrastruktur ini menjadi penghubung yang nyata antara kebutuhan daerah dan agenda transformasi digital nasional. Kehadirannya dipandang dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat setempat. Dalam jangka panjang, konektivitas yang membaik akan memperkuat partisipasi Papua dalam ekonomi digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur digital di Papua merupakan bagian dari prioritas nasional. Ia menilai konektivitas adalah prasyarat utama untuk mendorong kemajuan daerah. Menurut dia, Community Gateway Wamena mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis. Infrastruktur ini juga dinilai mampu membuat wilayah pegunungan Papua siap tumbuh dan berkontribusi dalam ekonomi digital nasional.

Angga menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian. Ia meminta agar fasilitas tersebut benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Papua Pegunungan. Dengan dukungan berbagai pihak, manfaat konektivitas diharapkan dapat dirasakan secara nyata. Pemerataan akses internet dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia yang terhubung dari Sabang sampai Merauke.

Langkah Strategis Telkom

Telkom menempatkan pembangunan Community Gateway Wamena sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat jaringan nasional. Perusahaan ingin memastikan bahwa layanan digital dapat hadir secara merata, termasuk di wilayah dengan kondisi geografis paling menantang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya berorientasi pada kapasitas, tetapi juga pada pemerataan akses. Dengan begitu, transformasi digital dapat berjalan lebih inklusif.

Kehadiran fasilitas ini juga memperlihatkan peran penting teknologi satelit dalam mendukung layanan di daerah terpencil. Ketika jaringan terestrial terbatas, satelit menjadi solusi yang mampu menjembatani kebutuhan komunikasi. Di sisi lain, peningkatan kapasitas hingga 40 Gbps membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar bagi aktivitas digital. Hal ini penting untuk mendukung layanan publik, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan diresmikannya Community Gateway Wamena, Telkom berharap kualitas konektivitas di Papua Pegunungan terus membaik. Perusahaan menilai infrastruktur yang andal akan menjadi penopang utama pertumbuhan digital di kawasan timur Indonesia. Jika dimanfaatkan optimal, fasilitas ini dapat memperkuat ekosistem bisnis lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital. Pembangunan ini sekaligus menjadi simbol komitmen pemerataan konektivitas di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!