Telkom Catat TSR 35,7% 2025 dan TLKM 30 Fokus Transformasi

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 16:23 WIB 11
Telkom Catat TSR 35,7% 2025 dan TLKM 30 Fokus Transformasi

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merilis laporan keuangan 2025 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Laba bersih perseroan tercatat Rp17,8 triliun, dengan net income margin 12,1 persen, sedangkan normalized net income mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4 persen. Total Shareholder Return (TSR) 2025 mencapai 35,7 persen, didorong oleh capital gain sebesar 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.

Transformasi TLKM 30 menjadi fokus utama untuk memperkuat tata kelola dan mempercepat penguatan ekosistem digital nasional. Dian Siswarini menegaskan empat pilar utama sebagai fokus eksekusi, yaitu Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, serta Modus-operandi shift. Kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham juga diperkuat melalui payout ratio 89 persen untuk pembayaran 2024 dan program buyback dengan plafon hingga Rp3 triliun yang berjalan hingga Mei 2026.

IndikatorNilai 2025
Pendapatan konsolidasiRp146,7 triliun
Laba bersihRp17,8 triliun
Normalized net incomeRp22,7 triliun
EBITDA konsolidasiRp72,2 triliun
Normalized EBITDARp73,2 triliun
TSR 202535,7%
Payout ratio89%
Buyback plafonRp3 triliun

Kinerja Keuangan 2025

Pendapatan konsolidasi Telkom untuk tahun buku 2025 mencapai Rp146,7 triliun. Laba bersih perseroan tercatat Rp17,8 triliun dengan margin 12,1 persen. Normalized net income Telkom tercatat Rp22,7 triliun dengan margin 15,4 persen.

EBITDA konsolidasi mencapai Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen. EBITDA yang dinormalisasi tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen. Angka-angka tersebut menggambarkan fondasi yang lebih kuat seiring transformasi dan peningkatan fundamental perseroan.

Total Shareholder Return (TSR) 2025 mencapai 35,7 persen. Rincian TSR terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Kebijakan pengembalian nilai melalui payout ratio 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program buyback hingga Rp3 triliun berlanjut hingga Mei 2026.

Strategi Transformasi TLKM 30

TLKM 30 menjadi kerangka transformasi untuk mempercepat pertumbuhan dan nilai pemegang saham. Selaras dengan itu, Telkom menguatkan empat pilar utama yang menjadi fokus eksekusi, yaitu Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, serta Modus-operandi shift. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence yang menekankan tata kelola, disiplin organisasi, budaya kerja unggul, efisiensi proses, serta peningkatan kualitas layanan.

Pilar kedua, Streamlining, menata portofolio non-core untuk mendorong kontribusi yang lebih optimal. Telkom menargetkan divestasi AdMedika dan TelkoMedika menuju Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan divestasi penuh pada paruh pertama 2026. Langkah ini diharapkan memperkuat aliran dividend stream bagi pemegang saham.

Pilar ketiga Unlock Value fokus pada fondasi infrastruktur digital, terutama konektivitas fiber, untuk meningkatkan Return on Assets (ROA). Pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025 sebagai fase carve-out pertama. Pilar keempat Modus-operandi shift menggambarkan transisi dari operating holding menjadi strategic holding melalui delayering.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!