Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

Forex & Saham Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 15:46 WIB 3
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun Sepanjang 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp17,8 triliun, dengan normalized net income Rp22,7 triliun, di tengah upaya memperkuat transformasi bisnis dan tata kelola.

Kinerja tersebut turut ditopang EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dan normalized EBITDA Rp73,2 triliun. Di saat yang sama, Total Shareholder Return (TSR) Telkom mencapai 35,7 persen, seiring respons positif pasar terhadap strategi perusahaan dan kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham.

Transformasi Telkom

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. Melalui strategi TLKM 30, Telkom menata arah bisnis agar lebih terstruktur, kompetitif, dan berkelanjutan.

Strategi tersebut dirancang untuk memperkuat posisi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Perseroan juga menargetkan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Telkom menyebut kinerja TSR ditopang capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen. Dukungan lain datang dari payout ratio 89 persen untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Penguatan Tata Kelola

Dalam agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan dan memastikan masa manfaat serta klasifikasi aset lebih tepat.

Penyesuaian tersebut berdampak pada kontraksi laba bersih 9,5 persen secara tahunan akibat meningkatnya beban percepatan depresiasi. Perseroan juga melakukan restatement atas laporan keuangan 2023 dan 2024.

Manajemen menilai kebijakan itu memperkuat transparansi, prinsip kehati-hatian, dan disiplin pengelolaan aset. Penyesuaian ini sekaligus sejalan dengan pilar Operational and Service Excellence dalam TLKM 30.

Performa Segmen Bisnis

Segmen B2C tetap menjadi kontributor utama pendapatan Telkom, dengan Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian Rp109,2 triliun. Trafik data meningkat 15 persen secara tahunan, sejalan dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

Average Revenue Per User mulai pulih sejak paruh kedua 2025 dan diperkirakan terus membaik pada 2026. Telkomsel akan menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran, peningkatan kualitas jaringan, dan penguatan ekosistem digital.

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Sementara itu, B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun dan Wholesale & International Service mencatat Rp10,7 triliun.

Belanja Modal dan Prospek

TelkomGroup merealisasikan belanja modal sebesar Rp27,5 triliun pada 2025, setara 18,8 persen dari total pendapatan. Sebanyak 93 persen dana tersebut dialokasikan untuk perluasan infrastruktur di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International.

Perseroan juga mendorong optimalisasi aset melalui divestasi AdMedika dan TelkoMedika, serta pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat fokus pada core business dan meningkatkan potensi dividend stream.

Dian menyatakan Telkom memasuki fase penting pada 2026 untuk mempercepat eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional dan struktur bisnis yang lebih fokus, perseroan menargetkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!