Pertamina Latih UMKM Hadapi Ekspor dan TEI 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 17:17 WIB 2
Pertamina Latih UMKM Hadapi Ekspor dan TEI 2025

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi UMKM binaan di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan selama tiga hari ini digelar untuk memperkuat kesiapan pelaku usaha kecil dan menengah menghadapi pasar internasional, terutama menjelang Trade Expo Indonesia 2025. Mayoritas peserta juga dijadwalkan tampil di ajang perdagangan terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Program ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN yang menekankan penguatan UMKM agar naik kelas. Pelatihan tersebut memadukan materi praktis dan simulasi bisnis, mulai dari promosi pameran, pitching, business matching, hingga penyusunan kontrak. Peserta diharapkan tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga matang dalam strategi negosiasi dan promosi.

Pelatihan Ekspor UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, mengatakan pelatihan ini disusun agar peserta lebih siap bersaing di pasar ekspor. Ia menegaskan PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama dalam mendorong UMKM berdaya saing global. Menurut dia, bekal yang diberikan dalam pelatihan akan membantu peserta tampil lebih percaya diri di hadapan buyer internasional.

Selama pelatihan, peserta menerima materi dari praktisi berpengalaman yang memahami kebutuhan ekspor dan pameran dagang internasional. Mereka juga mendapat pembekalan tentang teknik presentasi produk yang efektif, termasuk cara menjelaskan nilai jual secara ringkas dan menarik. Pendekatan ini diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi proses promosi yang kompetitif.

Selain teori, peserta mengikuti praktik display produk, presentasi, dan simulasi temu bisnis. Sesi tersebut dirancang agar pelaku usaha dapat langsung merasakan situasi yang akan mereka hadapi di ajang perdagangan global. Dengan metode itu, pelatihan diharapkan memberi hasil yang lebih aplikatif bagi pengembangan usaha.

Persiapan UMKM TEI

Fety, Manager SMEPP Pertamina, menyebut pelatihan ini sebagai kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia meminta peserta mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh dan segera menerapkan materi dalam pengembangan usaha. Menurut dia, pemahaman yang mendalam sangat penting untuk kesiapan UMKM menghadapi pasar global.

Fety menambahkan, Trade Expo Indonesia 2025 menjadi momentum besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada buyer internasional. Karena itu, pelatihan difokuskan pada kesiapan produk, promosi, serta kemampuan bernegosiasi dalam forum bisnis. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu memaksimalkan peluang transaksi di pameran.

Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut menjadi salah satu peserta yang akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku bangga dan beruntung mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ekspor dari Pertamina. Menurut dia, pengalaman ini membuka wawasan baru untuk memperkenalkan produk ke pasar internasional dengan strategi yang tepat.

UMKM Dan Pasar Global

Gunawan berharap produknya dapat diterima di pasar luar negeri dan membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Garut. Ia menilai pelatihan ini memberi pemahaman yang lebih jelas tentang cara memasarkan produk secara profesional. Bagi pelaku UMKM seperti dirinya, kesempatan tersebut menjadi langkah awal untuk menembus pasar yang lebih besar.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung daya saing bangsa. Ia menyebut program pelatihan ekspor sebagai cara untuk memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Pertamina juga ingin memperkuat citra Indonesia di mata dunia melalui potensi lokal yang dikembangkan secara serius.

Fadjar menambahkan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada poin peningkatan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Pelatihan ini diharapkan mendorong lahirnya lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan nasional. Dengan dukungan berkelanjutan, UMKM binaan diharapkan mampu naik kelas secara konsisten.

Komitmen Pertamina UMKM

Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission 2060 melalui program yang memberi dampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals. Dukungan kepada UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan keberlanjutan. Langkah ini juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan agenda transisi energi.

Perseroan menyampaikan bahwa seluruh program dijalankan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance di seluruh lini bisnis dan operasi. Pendekatan tersebut menjadi dasar Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks UMKM, komitmen itu diterjemahkan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses yang lebih luas ke pasar.

Melalui pelatihan ekspor ini, Pertamina berharap UMKM binaan semakin siap menembus pasar ekspor dan menciptakan nilai tambah ekonomi. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang usaha, memperkuat rantai ekonomi lokal, dan meningkatkan daya saing Indonesia. Dengan langkah yang terarah, pelaku UMKM diharapkan mampu menjadikan TEI 2025 sebagai pintu masuk ke pasar global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!