Setelah Idul Adha, banyak rumah tangga menghadapi masalah yang sama, yakni stok daging kurban yang menumpuk di kulkas dan freezer. Jika penyimpanan dilakukan sembarangan, kualitas daging dapat menurun dan risiko kontaminasi bakteri ikut meningkat.
Karena itu, daging kurban perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tetap aman dikonsumsi. Ada beberapa metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah, mulai dari pendinginan, pembekuan, hingga cara mencairkan daging dengan benar.
Cara Simpan Daging Kurban
Pendinginan menjadi pilihan paling praktis untuk daging kurban yang akan segera dimasak. Daging dapat disimpan di chiller pada suhu sekitar 0-4 derajat Celsius agar kesegarannya tetap terjaga.
Metode ini cocok untuk stok yang akan diolah dalam tiga hingga lima hari ke depan. Agar lebih aman, daging sebaiknya dimasukkan ke wadah tertutup dan dipisahkan sesuai porsi sekali masak.
Daging juga tidak disarankan terlalu lama berada di suhu ruang karena kondisi tersebut mempercepat penurunan mutu. Semakin lama dibiarkan di luar kulkas, semakin besar pula peluang bakteri berkembang.
Bekukan Daging dengan Aman
Jika stok daging masih banyak dan belum akan dimasak dalam waktu dekat, pembekuan menjadi pilihan yang lebih aman. Freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius dapat membantu menjaga kualitas daging selama beberapa bulan.
Sebelum dibekukan, daging sebaiknya dibagi dalam porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak. Cara ini membuat proses pengolahan lebih praktis dan tidak memaksa seluruh stok dicairkan sekaligus.
Pemenggalan porsi juga membantu menjaga tekstur daging agar tidak cepat rusak akibat pembekuan berulang. Selain itu, penyimpanan dalam kemasan rapat dapat mengurangi risiko freezer burn yang membuat kualitas daging menurun.
Jaga Kebersihan Penyimpanan
Kebersihan menjadi faktor penting dalam penyimpanan daging kurban di rumah. Wadah, pisau, dan tangan yang digunakan harus dalam kondisi bersih agar tidak memindahkan kuman ke permukaan daging.
Daging mentah juga sebaiknya dipisahkan dari bahan makanan lain, terutama makanan yang siap santap. Langkah ini penting untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat membahayakan kesehatan keluarga.
Selain itu, suhu kulkas perlu diperiksa secara berkala agar tetap stabil. Bila suhu terlalu tinggi, daging akan lebih cepat rusak meski sudah disimpan di dalam lemari pendingin.
Aturan Mencairkan Daging
Mencairkan daging atau thawing perlu dilakukan dengan cara yang benar agar kualitasnya tetap aman. Daging sebaiknya dipindahkan ke chiller terlebih dahulu, bukan dibiarkan terlalu lama di meja dapur.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi, mengingatkan daging yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali dalam kondisi mentah. Menurutnya, proses itu dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Setelah daging berada di suhu ruang, peluang bakteri tumbuh menjadi lebih besar. Karena itu, pengolahan sebaiknya dilakukan segera setelah daging selesai dicairkan agar mutu dan keamanannya tetap terjaga.
