Rizki Fauzi Sukses Rawat Usaha Ikan Hias Keluarga

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 19:43 WIB 2
Rizki Fauzi Sukses Rawat Usaha Ikan Hias Keluarga

Merawat usaha keluarga yang telah dirintis belasan tahun bukan perkara mudah. Namun, Rizki Fauzi membuktikan bahwa konsistensi, adaptasi, dan kerja keras mampu menjaga kios ikan hias keluarga tetap bertahan di tengah perubahan pasar. Setelah 12 tahun ikut membesarkan usaha itu, ia kini berhasil memiliki rumah sendiri.

Kisahnya berawal dari usaha yang dirintis sang ayah, Sudiyaman, pada 2008 di Depo Pemasaran Ikan Hias, Jalan Bina Marga, Kota Bogor. Dari kios berukuran 4x3 meter, bisnis tersebut berkembang menjadi Pesona Aquarium yang melayani kebutuhan perlengkapan akuarium hingga ikan hias warna-warni.

Awal Usaha Ikan Hias

Sudiyaman memulai usaha ikan hias setelah mendapat tawaran lapak dari Dinas Perikanan. Kesempatan itu langsung disambut karena ia memang memiliki hobi di dunia aquascape.

Kios kecil yang disediakan perlahan diisi dengan berbagai kebutuhan akuarium. Mulai dari media filter, perlengkapan perawatan, sampai ikan hias yang menarik minat pelanggan.

Dari awal yang sederhana, usaha itu tumbuh secara bertahap. Pasar yang terbentuk membuat bisnis keluarga ini memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh.

Peran Rizki dalam Bisnis

Rizki mulai ikut membantu sejak 2014, ketika ia melihat potensi usaha keluarga tersebut. Sejak saat itu, ia terlibat dalam menjaga operasional kios setiap hari.

Ia memilih untuk turun tangan secara penuh agar bisnis tidak hanya bergantung pada satu orang. Kehadiran Rizki membuat Pesona Aquarium terus bergerak mengikuti kebutuhan pelanggan.

Menurut Rizki, keputusan itu menjadi langkah penting dalam hidupnya. Ia merasa ikut merawat usaha keluarga adalah tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk belajar berbisnis.

Tantangan Pasar Ikan Hias

Bisnis ikan hias tidak selalu berjalan mulus karena tren pasar kerap berubah cepat. Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk peka membaca selera konsumen.

Rizki mengakui bahwa perubahan permintaan bisa terjadi dalam waktu singkat. Jika tidak mengikuti pergerakan pasar, stok barang berisiko tidak diminati pembeli.

Karena itu, ia terus menyesuaikan strategi penjualan agar usaha tetap relevan. Ketekunan menjadi modal utama untuk menjaga kios tetap bertahan di tengah persaingan.

Biaya Operasional dan Hasil

Di balik omzet yang terus diupayakan, ada biaya operasional yang tidak kecil. Salah satu pengeluaran rutin terbesar adalah listrik untuk pompa udara atau aerator yang harus menyala sepanjang hari.

Perawatan kualitas air juga memerlukan perhatian khusus agar ikan tetap sehat. Pembersihan filter dilakukan berkala untuk menjaga kondisi akuarium tetap layak jual.

Meski tantangannya tidak ringan, hasil dari kerja keras itu terasa nyata. Dari usaha keluarga yang dirawat dengan tekun, Rizki kini berhasil memiliki rumah sendiri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!