Swatch x Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 14:41 WIB 3
Swatch x Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Swatch dan Audemars Piguet kembali menarik perhatian kolektor lewat koleksi jam saku edisi terbatas bernama Royal Pop. Peluncuran produk ini memicu antrean panjang di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura, dan Indonesia, sejak 16 Mei. Antusiasme publik menunjukkan bahwa perpaduan dua merek berbeda dapat menciptakan daya tarik yang sangat kuat di pasar jam tangan.

Koleksi ini menggabungkan desain ikonik Royal Oak dari Audemars Piguet dengan sentuhan warna cerah ala lini Pop Swatch era 1980-an. Produk tersebut hadir dalam delapan varian Biokeramik dengan tali pengikat, dan dipasarkan dengan harga mulai dari 535 dolar AS atau sekitar Rp9,4 juta hingga 570 dolar AS atau sekitar Rp10 juta. Meski belum semua konsumen mengetahui detail koleksi yang ditawarkan, banyak orang tetap rela mengantre untuk mendapatkannya.

Jam Saku Royal Pop

Royal Pop menjadi bukti bahwa tren jam saku masih memiliki tempat di tengah pasar aksesori modern. Keunikan desainnya membuat koleksi ini tidak hanya dipandang sebagai alat penunjuk waktu, tetapi juga sebagai barang koleksi. Kombinasi nama besar Swatch dan Audemars Piguet turut memperkuat nilai eksklusivitas produk tersebut.

Desain Royal Pop mengusung perpaduan visual yang berani, dengan warna-warna cerah yang identik dengan karakter Swatch. Sementara itu, sentuhan Royal Oak memberikan nuansa premium yang lebih tegas dan berkelas. Hasilnya adalah produk yang mampu menjembatani selera kolektor jam mewah dan penggemar gaya kasual.

Keputusan menghadirkan format jam saku dinilai berbeda dari kebanyakan rilisan jam tangan masa kini. Langkah ini sekaligus memberi pengalaman baru bagi konsumen yang mencari produk dengan nilai estetika tinggi. Dalam konteks pasar, pendekatan tersebut membuat Royal Pop tampil menonjol di tengah persaingan aksesori fesyen.

Antrean Panjang Di Berbagai Negara

Peluncuran Royal Pop pada 16 Mei langsung disambut antusias di sejumlah negara. Di Amerika Serikat, antrean sudah mulai terbentuk sejak sehari sebelumnya di kawasan Times Square. Para penggemar bahkan datang membawa kursi lipat sambil menunggu toko dibuka.

Menurut laporan Business Insider, sekitar 70 orang bergiliran menjaga antrean demi memastikan posisi mereka tetap aman. Namun, sebagian calon pembeli akhirnya memilih mundur setelah katalog dipamerkan dan produk yang tersedia tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi. Kondisi itu menunjukkan bahwa daya tarik awal belum tentu selalu berujung pada keputusan pembelian.

Di Singapura, situasi serupa juga terjadi di Ion Orchard pada hari peluncuran. Mengacu pada Strait Times, ratusan calon pembeli mendapat nomor antrean tidak resmi sejak pukul 7 pagi. Swatch disebut membatasi pembelian satu jam tangan per orang per hari untuk menjaga ketersediaan produk.

Respons Penggemar Di Jakarta

Di Indonesia, antusiasme terhadap koleksi ini turut terlihat di Grand Indonesia, Jakarta. Sejak pagi, sejumlah orang sudah mengantre sebelum pusat perbelanjaan dibuka. Kondisi tersebut menunjukkan minat tinggi terhadap rilisan kolaborasi yang dinilai langka.

Meski begitu, antrean di lokasi sempat dibubarkan oleh petugas keamanan. Situasi itu diduga berkaitan dengan pengaturan kerumunan di area mal sebelum jam operasional dimulai. Kejadian tersebut menambah gambaran bahwa peluncuran Royal Pop tidak hanya menarik, tetapi juga memicu kepadatan pengunjung.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana produk kolaborasi mampu menciptakan buzz yang besar dalam waktu singkat. Bagi sebagian konsumen, nilai utama tidak hanya terletak pada fungsi jam, tetapi juga pada status kepemilikan dan kelangkaannya. Karena itu, setiap informasi terkait distribusi dan ketersediaan produk langsung menjadi perhatian publik.

Daya Tarik Koleksi Terbatas

Royal Pop menegaskan bahwa strategi rilisan terbatas masih efektif dalam menciptakan permintaan tinggi. Kombinasi desain ikonik, nama besar merek, dan jumlah produk yang terbatas membuat koleksi ini cepat menjadi sorotan. Dalam industri fesyen dan aksesori, faktor kelangkaan kerap menjadi pemicu utama antusiasme pasar.

Harga yang dibanderol pada kisaran 535 hingga 570 dolar AS juga menempatkan koleksi ini di segmen menengah ke atas. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih menarik bagi penggemar yang ingin memiliki produk kolaborasi eksklusif. Apalagi, kerja sama antara Swatch dan Audemars Piguet jarang muncul dalam format yang begitu unik.

Dari sisi tren, kehadiran jam saku modern bisa dibaca sebagai upaya menghidupkan kembali nostalgia dengan pendekatan kontemporer. Sentuhan warna, material biokeramik, dan elemen desain klasik menjadi kombinasi yang kuat untuk menarik perhatian pasar global. Tidak heran jika Royal Pop langsung memunculkan antrean panjang bahkan sebelum banyak orang mengetahui detail koleksinya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!