Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Penting

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 15:58 WIB 3
Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Penting

Self-care kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja untuk mencari kenyamanan diri. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara sederhana, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menegaskan bahwa self-care justru dapat dimulai dari langkah kecil yang relevan dengan kebutuhan tubuh dan pikiran. Penjelasan itu disampaikan dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini.

Menurut Annisa, salah satu mitos yang masih banyak dipercaya adalah anggapan bahwa self-care harus mahal agar terasa bermakna. Ia menjelaskan bahwa istirahat, memberi jeda pada diri sendiri, dan meluangkan waktu untuk me-time juga termasuk bentuk self-care. Pandangan ini penting, terutama di tengah tekanan aktivitas harian yang kerap membuat banyak orang merasa harus selalu produktif. Dengan pemahaman yang tepat, self-care dapat menjadi kebiasaan sehat, bukan sekadar tren gaya hidup.

Self-care dan istirahat

Annisa menjelaskan bahwa banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat. Padahal, menurut dia, rebahan atau mematikan sejenak kesibukan juga termasuk self-care. Istirahat membantu tubuh dan pikiran berhenti dari ritme yang terlalu padat. Karena itu, jeda singkat dapat menjadi cara sederhana untuk memulihkan energi.

Ia menilai, self-care tidak selalu harus berbentuk aktivitas besar atau mahal. Saat seseorang meluangkan waktu untuk me-time, tubuh mendapatkan kesempatan untuk kembali tenang. Proses ini membantu mengurangi penat yang muncul setelah menjalani rutinitas panjang. Dengan begitu, istirahat menjadi bagian penting dari perawatan diri.

Meski demikian, Annisa mengingatkan bahwa istirahat tetap perlu dilakukan secara seimbang. Jika berlebihan, kebiasaan rebahan justru bisa menghambat aktivitas dan menurunkan produktivitas. Karena itu, self-care perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang. Keseimbangan menjadi kunci agar manfaatnya tetap terasa optimal.

Ia menambahkan, jeda yang sehat bukan berarti menghindari tanggung jawab. Self-care justru membantu seseorang kembali segar untuk menghadapi kegiatan berikutnya. Ketika energi pulih, konsentrasi dan semangat biasanya ikut meningkat. Inilah alasan mengapa istirahat tidak boleh dipandang sebagai kemalasan.

Makna self-care sebenarnya

Lebih jauh, Annisa menjelaskan bahwa self-care adalah upaya untuk mengisi ulang energi fisik dan mental yang terkuras oleh aktivitas sehari-hari. Ia mengibaratkannya seperti baterai yang perlu diisi kembali agar dapat bekerja dengan baik. Saat tubuh dan pikiran kelelahan, seseorang membutuhkan ruang untuk pulih. Dari situlah self-care menjadi kebutuhan dasar, bukan sekadar pilihan.

Menurut dia, kondisi seseorang yang terlalu lelah kerap digambarkan seperti gelas kosong. Setelah menjalani hari yang padat, tubuh membutuhkan asupan pemulihan agar kembali berfungsi optimal. Self-care hadir untuk mengisi kekosongan itu secara perlahan. Dengan begitu, seseorang bisa kembali menjalani aktivitas dengan tenaga yang lebih baik.

Annisa menegaskan bahwa self-care tidak identik dengan kemewahan. Perawatan diri tidak harus diwujudkan melalui perjalanan jauh, belanja besar, atau fasilitas mahal. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk bernapas. Pendekatan ini membuat self-care lebih mudah diterapkan oleh siapa pun.

Dalam praktiknya, self-care juga berkaitan dengan kesadaran untuk mengenali batas diri. Saat tubuh memberi sinyal lelah, seseorang perlu meresponsnya dengan tindakan yang tepat. Jika diabaikan, kelelahan bisa menumpuk dan mengganggu keseimbangan hidup. Karena itu, memahami makna self-care menjadi langkah awal yang penting.

Self-care tidak selalu pergi

Banyak orang masih mengira self-care harus dilakukan dengan traveling atau keluar rumah. Padahal, Annisa menilai ada banyak pilihan lain yang lebih sederhana dan tetap efektif. Waktu di rumah pun bisa menjadi sarana pemulihan yang baik. Kuncinya terletak pada kesadaran untuk benar-benar memberi jeda.

Salah satu bentuk self-care yang bisa dilakukan adalah beristirahat cukup di akhir pekan. Selain itu, seseorang juga dapat menunda sejenak urusan pekerjaan agar pikiran tidak terus terbebani. Menjauh sementara dari ponsel dapat membantu mengurangi distraksi. Langkah kecil seperti ini sering kali memberi dampak besar pada kondisi mental.

Annisa juga menyebut bahwa menolak ajakan tertentu bukanlah hal yang buruk jika memang dibutuhkan waktu sendiri. Sikap tersebut justru menunjukkan kemampuan mengenali kebutuhan pribadi. Dengan memberi batas yang sehat, seseorang dapat menjaga energinya tetap stabil. Hal ini penting agar kelelahan tidak semakin menumpuk.

Ia menegaskan, self-care dapat dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai karakter masing-masing. Tidak semua orang membutuhkan liburan panjang untuk merasa pulih. Ada yang cukup dengan diam sejenak, membaca, atau menikmati waktu tenang di rumah. Selama membantu memulihkan diri, aktivitas itu layak disebut self-care.

Contoh self-care harian

Annisa menjelaskan bahwa self-care memiliki banyak bentuk, mulai dari spiritual, fisik, emosional, hingga mental. Setiap orang dapat memilih kegiatan yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Pendekatan ini membuat self-care lebih fleksibel dan mudah dijalankan. Dengan pilihan yang tepat, manfaatnya akan lebih terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk spiritual self-care, seseorang bisa beribadah atau bermeditasi. Aktivitas ini membantu menenangkan pikiran dan menghadirkan rasa syukur. Sementara itu, self-care fisik dapat dilakukan melalui olahraga ringan yang membuat tubuh tetap bergerak. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kebugaran tanpa tekanan berlebihan.

Dalam aspek emosional, journaling atau refleksi diri dapat menjadi pilihan yang bermanfaat. Kegiatan tersebut membantu seseorang mengenali perasaan dan mengurai beban pikiran. Untuk self-care mental, membaca buku atau belajar hal baru bisa menjadi cara yang baik. Aktivitas ini menjaga pikiran tetap aktif sekaligus memberi pengalaman yang menyegarkan.

Annisa menilai, kunci utama self-care adalah konsistensi, bukan kemewahan. Jika dilakukan dengan rutin, langkah kecil dapat memberi dampak besar bagi keseharian. Self-care yang sederhana justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Pada akhirnya, perawatan diri menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik tetap seimbang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!