Swatch x Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 16:12 WIB 5
Swatch x Audemars Piguet Hadirkan Jam Saku Royal Pop

Swatch dan Audemars Piguet kembali mencuri perhatian pasar jam tangan lewat koleksi terbatas Royal Pop. Produk ini memadukan desain ikonik Royal Oak dengan sentuhan warna cerah khas Swatch, dan langsung memicu antrean panjang di berbagai negara.

Peluncuran koleksi tersebut dimulai pada 16 Mei di sejumlah negara, sementara di Amerika Serikat dan Singapura minat pembeli terlihat sangat tinggi. Di Indonesia, antusiasme juga muncul di Grand Indonesia, Jakarta, meski antrean sempat dibubarkan petugas keamanan.

Jam Saku Royal Pop

Royal Pop hadir sebagai kolaborasi yang menggabungkan estetika mewah Audemars Piguet dengan gaya pop era delapan puluhan dari Swatch. Koleksi ini membawa kembali konsep jam saku ke dalam format yang lebih modern dan mencolok.

Produk tersebut dibuat dalam delapan varian Biokeramik dengan warna-warna cerah yang berbeda. Setiap unit juga dilengkapi tali pengikat, sehingga tampil lebih fungsional untuk digunakan sehari-hari.

Harga Royal Pop dipatok mulai dari 535 dolar AS atau sekitar Rp9,4 juta hingga 570 dolar AS atau sekitar Rp10 juta. Banderol itu menempatkan koleksi ini pada segmen yang masih relatif terjangkau dibandingkan banyak produk mewah lainnya.

Kehadiran desain yang unik membuat koleksi ini cepat menjadi incaran para penggemar. Tidak heran, banyak calon pembeli rela datang lebih awal tanpa mengetahui detail koleksi yang akan dijual.

Antrean Panjang Di Amerika

Di Amerika Serikat, respons pasar terhadap Royal Pop terlihat sangat kuat sejak sebelum toko dibuka. Antrean bahkan sudah mengular sehari sebelumnya di kawasan Times Square, New York.

Sejumlah penggemar datang membawa kursi lipat dan bertahan sambil makan siang di area sekitar toko. Mereka menunggu dengan sabar sambil berbincang dengan sesama pemburu koleksi terbatas.

Menurut Business Insider, sekitar 70 orang saling menjaga posisi antrean secara bergantian agar tidak kehilangan giliran. Situasi itu terjadi sebelum Swatch memamerkan katalog produk kepada publik.

Namun, sebagian calon pembeli memilih mundur setelah mengetahui bahwa jam tangan yang dirilis tidak sepenuhnya sesuai harapan mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa antusiasme tinggi belum tentu selalu berujung pada pembelian.

Minat Besar Di Singapura

Gelombang antrean juga terlihat di Singapura pada hari peluncuran. Berdasarkan laporan The Straits Times, ratusan calon pembeli sudah mendapat nomor antrean tidak resmi sejak pukul tujuh pagi di Ion Orchard.

Kondisi itu menunjukkan bahwa daya tarik Royal Pop tidak hanya terbatas di pasar Barat. Koleksi ini juga berhasil memancing perhatian konsumen di kawasan Asia Tenggara.

Swatch disebut menerapkan kebijakan pembelian terbatas, yakni satu jam tangan per orang per hari. Aturan ini dibuat untuk menjaga ketersediaan stok di tengah tingginya permintaan.

Pembatasan tersebut justru membuat koleksi ini semakin diburu. Dalam pasar barang edisi terbatas, strategi seperti ini sering kali meningkatkan rasa penasaran konsumen.

Respons Pembeli Di Indonesia

Di Indonesia, antusiasme terhadap Swatch x Audemars Piguet juga terlihat jelas di Grand Indonesia, Jakarta. Sejak pagi, calon pembeli sudah mengantre sebelum pusat perbelanjaan dibuka.

Kerumunan pemburu koleksi ini menunjukkan bahwa tren jam tangan edisi terbatas masih memiliki pasar kuat di Tanah Air. Produk dengan kolaborasi merek besar biasanya cepat menarik perhatian komunitas pecinta jam.

Meski begitu, antrean di lokasi sempat dibubarkan oleh petugas keamanan. Situasi tersebut membuat sebagian pengunjung harus menunggu kepastian berikutnya untuk mendapatkan akses pembelian.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana peluncuran produk eksklusif dapat menciptakan euforia di ruang publik. Royal Pop bukan hanya soal jam tangan, tetapi juga soal status, kelangkaan, dan daya tarik koleksi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!