Swatch kembali mengejutkan pasar horologi setelah resmi menjalin kolaborasi dengan Audemars Piguet, merek jam tangan mewah yang tidak berada di bawah naungan grup yang sama. Proyek bernama Royal Pop itu langsung mencuri perhatian karena belum menampilkan gambar resmi, namun sudah ramai dibicarakan oleh penggemar jam tangan di berbagai negara.
Kolaborasi ini menarik sorotan karena Swatch sebelumnya sukses besar lewat MoonSwatch bersama Omega, lalu melanjutkannya dengan Blancpain melalui reinterpretasi Fifty Fathoms. Kini, peluncuran Royal Pop diperkirakan akan kembali memicu antrean, terutama karena teaser yang beredar memberi petunjuk desain yang unik dan berbeda dari kerja sama sebelumnya.
Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet
Swatch dan Audemars Piguet menghadirkan proyek Royal Pop sebagai kolaborasi terbaru di industri jam tangan. Langkah ini terasa mengejutkan karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch.
Di sisi lain, Swatch memiliki rekam jejak kuat dalam mengubah jam mewah menjadi produk yang lebih mudah dijangkau. MoonSwatch menjadi contoh paling menonjol, karena mampu menciptakan antusiasme global hanya dari pendekatan kolaboratif.
Kesuksesan itu membuat publik menaruh ekspektasi tinggi pada Royal Pop. Apalagi, pasar melihat Swatch konsisten memadukan unsur pop culture dengan warisan desain jam ikonis.
Bocoran Desain Royal Pop
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai bentuk akhir produk Royal Pop. Namun, sejumlah petunjuk mengarah pada kemungkinan bahwa jam ini akan hadir dalam format jam saku.
Teaser awal dari Swatch menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Elemen itu memunculkan dugaan bahwa produk ini bisa dipakai sebagai aksesori yang fleksibel.
Desainnya juga disebut akan mengambil karakter khas Royal Oak milik Audemars Piguet. Ciri paling menonjol yang diperkirakan muncul adalah bentuk oktagonal yang telah menjadi identitas model tersebut.
Jadwal Rilis Terbatas
Royal Pop dijadwalkan meluncur pada Sabtu, 16 Mei, dengan distribusi terbatas. Produk ini hanya akan tersedia secara langsung di toko-toko Swatch tertentu.
Sejumlah gerai Swatch di berbagai negara sudah menampilkan instalasi promosi bertema pop-art. Visual yang digunakan terinspirasi dari karya Andy Warhol, lengkap dengan warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51.
Strategi rilis terbatas ini berpotensi mendorong minat beli yang tinggi sejak hari pertama. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa produk Swatch hasil kolaborasi kerap habis dalam waktu singkat.
Warisan Pop dan Prospek Pasar
Konsep Pop sebenarnya bukan hal baru bagi Swatch, karena merek ini sudah pernah mengusung ide serupa pada 1986. Saat itu, jam dapat dilepas dari bingkainya dan digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku.
Kehadiran Royal Pop dipandang sebagai kelanjutan dari pendekatan tersebut, yakni menjadikan jam tangan sebagai aksesori multifungsi. Pendekatan ini cocok dengan tren gaya hidup yang menuntut produk tidak hanya fungsional, tetapi juga ekspresif.
Mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, juga pernah menilai kolaborasi seperti MoonSwatch sebagai langkah positif. Menurutnya, kerja sama semacam itu dapat mengenalkan dunia horologi kepada generasi muda tanpa mengurangi integritas merek utama.
Audemars Piguet sendiri baru saja kembali mengeksplorasi jam saku lewat model 150th Heritage yang dirilis beberapa bulan lalu. Dengan latar tersebut, Royal Pop diperkirakan menjadi salah satu peluncuran paling diperhatikan di pasar jam tangan tahun ini.
