Lizzo Tampil dengan Gaun Piercing Palsu di Cannes

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 13:22 WIB 2
Lizzo Tampil dengan Gaun Piercing Palsu di Cannes

Lizzo kembali mencuri perhatian di karpet merah amfAR Gala Cannes 2026 pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan busana yang memadukan kemewahan dan ilusi visual. Penyanyi bernama asli Melissa Viviane Jefferson itu tampil dalam gaun beludru dengan detail piercing palsu yang tampak menembus bagian dada. Penampilan tersebut langsung menjadi sorotan karena dikemas teatrikal dan berbeda dari gaya glamor pada umumnya. Momen itu juga menegaskan tren piercing palsu yang masih kuat di panggung mode internasional.

Di acara yang digelar di Hôtel du Cap-Eden-Roc itu, Lizzo hadir tidak hanya untuk berjalan di karpet merah, tetapi juga tampil di atas panggung. Ia membawakan lagu Don't Make Me Love U dan About Damn Time sambil memegang koktail, menambah kesan santai sekaligus eksentrik. Ajang amal tersebut turut dipandu aktris Geena Davis dan berhasil mengumpulkan dana hingga 20 juta dolar AS untuk riset AIDS. Di sela rangkaian acara, Lizzo juga mengungkap rencana perilisan album barunya yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni.

Gaya Lizzo di Cannes

Busana Lizzo dirancang dengan pendekatan artistik yang kuat dan sarat unsur panggung. Gaun berbahan beludru itu menampilkan ilusi piercing pada bagian bodice yang seolah menembus kain. Dua cincin tampak seperti menusuk dada, lalu dihubungkan dengan kalung berlian yang menggantung di tengah. Seluruh efek itu sejatinya merupakan trik visual atau trompe l'oeil, bukan tindikan sungguhan.

Selain ilusi pada bagian dada, Lizzo juga memakai aksesori berupa manset sarung tangan berbentuk pahatan. Aksesori tersebut menyerupai sepasang tangan tambahan yang tampak bertumpu di atas tangannya sendiri. Elemen ini membuat tampilannya terlihat lebih dramatis dan teatrikal. Kombinasi itu memperkuat kesan bahwa penampilannya dirancang untuk menjadi pernyataan mode yang berani.

Sentuhan visual pada penampilan Lizzo menunjukkan bagaimana fashion karpet merah kini semakin mengutamakan konsep. Alih-alih hanya menonjolkan kemewahan, busana itu juga membawa narasi dan permainan perspektif. Gaya seperti ini membuat publik tidak hanya melihat pakaian, tetapi juga ide di baliknya. Dalam konteks Cannes, pendekatan tersebut terbukti efektif untuk menarik perhatian media dan warganet.

Perhiasan Ribuan Karat

Kemewahan penampilan Lizzo juga ditopang oleh perhiasan spektakuler hasil kolaborasi dengan desainer London, Anabela Chan. Total sekitar 2.000 berlian putih hasil laboratorium digunakan dalam rangkaian aksesori tersebut. Bobot keseluruhannya mencapai 3.161 karat, menjadikannya salah satu detail paling mencolok malam itu. Perhiasan itu dipasang pada kalung, anting, manset, hingga rantai yang menjuntai dari dada.

Penggunaan berlian hasil laboratorium memperlihatkan arah baru dalam industri perhiasan mewah. Material tersebut tetap menawarkan kilau tinggi, namun dengan pendekatan yang lebih modern. Dalam penampilan Lizzo, pilihan ini tidak mengurangi kesan glamor sama sekali. Justru, detailnya membuat busana beludru tersebut terlihat semakin kaya dan berlapis.

Kolaborasi dengan Anabela Chan juga menegaskan pentingnya sinergi antara mode dan perhiasan dalam ajang karpet merah. Setiap elemen dirancang agar saling mendukung dan tidak saling menutupi. Hasilnya adalah tampilan yang menyatu dari ujung kepala hingga detail terakhir di dada. Bagi pengamat mode, komposisi itu menjadi contoh bagaimana aksesori dapat mengangkat keseluruhan narasi busana.

Sentuhan Artistik Lizzo

Untuk melengkapi tampilan, nail artist Angel My Linh menghadirkan kuku stiletto berwarna biru krom matte. Warna tersebut senada dengan gaun dan memperkuat kesinambungan visual pada seluruh penampilan. Pemilihan bentuk kuku yang tajam juga menambah kesan tegas dan modern. Detail kecil seperti ini sering kali menjadi penentu dalam tampilan selebritas di acara besar.

Stylist Patti Wilson berada di balik konsep keseluruhan gaya Lizzo pada malam itu. Ia menyusun elemen busana, aksesori, hingga detail kecantikan agar tampil harmonis. Pendekatan tersebut membuat Lizzo terlihat seperti karakter panggung yang utuh, bukan sekadar tamu undangan. Keberhasilan penampilan ini menunjukkan pentingnya peran tim kreatif di balik seorang bintang.

Gaya Lizzo juga menunjukkan bahwa karpet merah kini semakin memberi ruang pada ekspresi yang berani. Unsur teatrikal, warna yang kuat, dan detail yang tidak biasa menjadi bagian dari daya tarik utamanya. Dalam format seperti itu, fashion tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai medium ekspresi. Lizzo memanfaatkan ruang tersebut dengan sangat efektif.

Album Baru Lizzo

Di tengah sorotan mode, Lizzo juga membawa kabar baru tentang proyek musiknya. Ia mengaku ingin menghadirkan kembali musik yang menyenangkan dan membuat orang menari. Menurutnya, dunia membutuhkan lebih banyak momen untuk tertawa dan bergembira. Pernyataan itu sejalan dengan citra Lizzo yang identik dengan energi positif di atas panggung.

Album terbaru Lizzo yang berjudul B-ch dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Pengumuman ini menambah perhatian publik terhadap penampilannya di Cannes. Kehadiran di acara amal sekaligus promosi album membuat sorotan terhadap dirinya semakin besar. Strategi itu memperlihatkan bagaimana musisi memadukan penampilan publik dengan agenda kreatif.

Tren piercing palsu yang dipakai Lizzo sebelumnya juga telah muncul di penampilan Chappell Roan pada Grammy Awards 2026. Gaun arsip Thierry Mugler itu memakai pendekatan serupa, meski versi aslinya menggunakan tindikan sungguhan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa karpet merah kini menjadi arena eksperimen gaya yang semakin luas. Lizzo berada di barisan depan tren itu dengan pendekatan yang berani dan terkonsep.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!