Risiko Diabetes pada Anak Meningkat, Orang Tua Diminta Waspada

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 14:26 WIB 3
Risiko Diabetes pada Anak Meningkat, Orang Tua Diminta Waspada

Di tengah rutinitas yang semakin padat, pola hidup sehat anak kerap terabaikan dan memunculkan risiko gangguan metabolik sejak dini. Kondisi ini membuat diabetes dan prediabetes tidak lagi hanya menjadi persoalan orang dewasa. Praktisi kesehatan dr Diana Suganda, SpGK menilai perubahan gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus pada usia muda.

Ia menjelaskan bahwa pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji, kurang aktivitas fisik, serta stres yang tinggi ikut memperbesar risiko tersebut. Dalam talkshow bersama Frisian Flag di Tangerang Selatan, Jumat (29/5/2026), dr Diana menegaskan bahwa gaya hidup anak saat ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Perubahan itu, menurutnya, perlu direspons dengan kebiasaan sehat yang dimulai dari rumah.

Cegah diabetes pada anak

Kasus diabetes pada anak menjadi perhatian karena pola hidup tidak sehat kini muncul lebih cepat pada usia sekolah. Anak lebih mudah terpapar jajanan manis, minuman kekinian, dan makanan ultra-processed food. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, risiko prediabetes dapat meningkat tanpa disadari.

Dr Diana menyebut diabetes pada usia muda bukan lagi hal yang jarang ditemukan. Ia menilai perubahan pola makan dan minimnya aktivitas fisik menjadi kombinasi yang paling sering terlihat. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar anak tidak masuk ke fase risiko yang lebih berat.

Orang tua memegang peran penting dalam membentuk kebiasaan harian anak. Pilihan makanan di rumah, jadwal tidur, hingga kebiasaan bergerak akan sangat memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Pengawasan yang konsisten dapat membantu anak tumbuh dengan pola hidup yang lebih seimbang.

Kesadaran terhadap diabetes pada anak juga perlu ditingkatkan melalui edukasi yang sederhana dan mudah dipahami. Anak perlu mengenal bahwa makanan sehat bukan sekadar larangan, melainkan bagian dari perlindungan tubuh. Dengan begitu, perubahan perilaku dapat dibangun tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.

Pemicu diabetes pada anak

Pola makan tinggi gula menjadi salah satu pemicu utama diabetes pada anak. Konsumsi camilan manis dan minuman tinggi gula dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan metabolik tubuh. Jika tidak dibatasi, kebiasaan ini berpotensi memicu kenaikan risiko prediabetes.

Selain makanan, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian serius. Banyak anak kini menghabiskan waktu lebih lama di depan layar smartphone dibanding bergerak aktif di luar ruangan. Kondisi ini membuat tubuh membakar energi lebih sedikit dan rentan terhadap penumpukan lemak.

Kebiasaan tidur larut malam turut memperburuk kondisi kesehatan anak. Waktu istirahat yang tidak cukup dapat memengaruhi hormon, nafsu makan, dan metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, pola tidur yang berantakan bisa ikut mendorong risiko penyakit tidak menular.

Stres yang tinggi juga disebut sebagai faktor yang tidak boleh diabaikan. Tekanan dari sekolah, lingkungan sosial, dan kebiasaan hidup yang serba cepat dapat memengaruhi keseimbangan fisik dan mental anak. Karena itu, kesehatan anak perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari pola makan.

Pola makan cegah diabetes

Langkah paling dasar untuk menekan risiko diabetes pada anak adalah memperbaiki pola makan harian. Orang tua dapat membiasakan menu yang lebih seimbang dengan sayur, buah, protein, dan karbohidrat yang sesuai kebutuhan. Pilihan makanan yang tepat akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Pengurangan konsumsi gula tambahan juga menjadi kunci penting. Minuman manis, makanan kemasan, dan jajanan ultra-processed food sebaiknya tidak dijadikan konsumsi rutin. Bila anak ingin camilan, buah segar atau makanan rumahan bisa menjadi alternatif yang lebih aman.

Dr Diana menekankan pentingnya membangun kebiasaan makan yang fokus pada gizi, bukan sekadar mengenyangkan. Hal ini membantu anak memahami bahwa tubuh membutuhkan asupan yang berkualitas untuk tumbuh optimal. Edukasi yang dilakukan secara konsisten akan lebih mudah diterima anak.

Orang tua juga perlu memberi contoh langsung dalam memilih makanan. Anak cenderung meniru kebiasaan yang dilihat di rumah, termasuk saat menentukan menu harian. Karena itu, perubahan kecil dari keluarga dapat memberi dampak besar bagi kesehatan anak.

Aktivitas cegah diabetes

Selain pola makan, aktivitas fisik rutin menjadi benteng penting untuk mencegah diabetes pada anak. Gerak tubuh membantu pembakaran energi dan menjaga fungsi metabolisme tetap optimal. Anak tidak harus berolahraga berat, karena permainan aktif pun sudah memberi manfaat yang berarti.

Waktu bermain yang lebih sering di luar ruangan dapat membantu anak mengurangi ketergantungan pada layar. Aktivitas sederhana seperti bersepeda, berjalan kaki, atau bermain bersama teman dapat menjadi kebiasaan yang menyehatkan. Rutinitas ini juga membantu anak tidur lebih baik pada malam hari.

Orang tua sebaiknya membuat jadwal harian yang seimbang antara belajar, istirahat, dan aktivitas fisik. Pola ini akan membantu anak menghindari kebiasaan duduk terlalu lama dan mager. Jika dilakukan konsisten, tubuh anak akan lebih siap menghadapi risiko gangguan metabolik.

Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan berkala juga penting untuk mendeteksi risiko sejak awal. Tanda awal seperti kelelahan berlebih, perubahan berat badan, atau kebiasaan makan yang tidak terkendali perlu diperhatikan. Dengan deteksi dini, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!