Swatch dan Audemars Piguet Siap Rilis Royal Pop

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 04:24 WIB 3
Swatch dan Audemars Piguet Siap Rilis Royal Pop

Swatch kembali membuat pasar jam tangan dunia heboh setelah dikabarkan berkolaborasi dengan Audemars Piguet. Kolaborasi ini menarik perhatian karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, berbeda dari kerja sama sebelumnya dengan Omega dan Blancpain. Meski produk resminya belum diperlihatkan, rumor mengenai koleksi bernama Royal Pop sudah menyebar luas. Peluncuran perdananya disebut akan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei, di toko-toko Swatch tertentu.

Antusiasme publik tidak lepas dari rekam jejak Swatch yang sukses besar lewat proyek kolaborasi sebelumnya. MoonSwatch pada 2022 menjadi fenomena global, sementara interpretasi Fifty Fathoms bersama Blancpain juga diterima baik oleh pasar. Kini, perhatian tertuju pada kemungkinan bentuk dan konsep Royal Pop yang masih dirahasiakan. Sejumlah petunjuk mengarah pada desain yang lebih unik, bahkan disebut berpotensi hadir sebagai jam saku.

Swatch dan Audemars Piguet

Kolaborasi antara Swatch dan Audemars Piguet dianggap sebagai langkah yang tidak biasa di industri horologi. Pasalnya, Audemars Piguet dikenal sebagai merek jam tangan mewah independen dengan citra eksklusif yang kuat. Kehadiran Swatch dalam proyek ini memunculkan ekspektasi tinggi dari kolektor maupun konsumen umum. Keduanya dinilai mencoba menjembatani dunia jam mewah dan produk yang lebih terjangkau.

Swatch sebelumnya membuktikan bahwa strategi kolaborasi dapat menciptakan gelombang minat besar di pasar. MoonSwatch hadir dengan harga sekitar US$260 dan langsung menjadi incaran di berbagai negara. Kesuksesan itu kemudian diikuti oleh interpretasi baru dari Blancpain Fifty Fathoms yang juga menarik perhatian. Pola tersebut membuat pasar menduga Royal Pop akan membawa kejutan serupa.

Meski begitu, kerja sama dengan Audemars Piguet memiliki bobot berbeda karena tidak berada di bawah satu payung korporasi. Hal ini membuat kolaborasi tersebut terasa lebih segar dan sulit ditebak. Para pengamat menilai langkah ini bisa menjadi strategi untuk memperluas basis penggemar horologi. Di saat yang sama, proyek ini juga memperkuat posisi Swatch sebagai merek yang berani bereksperimen.

Desain Royal Pop

Hingga kini, Swatch belum merilis gambar resmi produk Royal Pop. Namun, teaser awal yang beredar menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard. Petunjuk tersebut memunculkan dugaan bahwa produk ini akan berbentuk jam saku. Jika benar, konsep itu akan menghadirkan nuansa berbeda dari jam tangan biasa.

Desain Royal Pop juga disebut akan mengacu pada karakter khas Royal Oak milik Audemars Piguet. Bentuk oktagonal ikonis yang menjadi identitas Royal Oak diduga akan diolah ulang dalam versi yang lebih kasual. Pendekatan itu dinilai sesuai dengan tradisi Swatch yang kerap bermain dengan warna dan bentuk. Kombinasi keduanya berpotensi melahirkan produk yang fungsional sekaligus kolektibel.

Sejumlah instalasi promosi bertema pop-art telah muncul di toko-toko Swatch di berbagai negara. Visualnya terinspirasi oleh karya Andy Warhol, lengkap dengan warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51. Arah kampanye ini memberi kesan bahwa Royal Pop tidak hanya dijual sebagai jam, tetapi juga sebagai aksesori gaya. Strategi tersebut kerap efektif untuk menarik perhatian generasi muda.

Strategi Pop-art Swatch

Konsep Pop bukan hal baru bagi Swatch karena merek ini pernah menggarap pendekatan serupa pada 1986. Saat itu, Swatch merilis jam yang bisa dilepas dari bingkainya dan digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku. Warisan desain tersebut tampaknya menjadi inspirasi kuat bagi Royal Pop. Dengan begitu, produk baru ini diperkirakan mengusung fungsi yang lebih fleksibel.

Pendekatan multifungsi seperti ini sejalan dengan tren aksesori yang menonjolkan karakter personal. Konsumen saat ini tidak hanya mencari penunjuk waktu, tetapi juga benda yang bisa mendukung gaya hidup. Swatch tampaknya memahami kebutuhan itu dan memadukannya dengan unsur seni pop. Hasilnya, produk menjadi lebih relevan bagi pasar muda yang menyukai item unik.

Strategi visual yang kuat juga membantu membangun rasa penasaran sebelum peluncuran resmi. Dalam industri jam tangan, teaser semacam ini kerap menjadi pemicu antrian dan pembelian cepat. Swatch tampaknya kembali memakai formula yang sama untuk menjaga momentum. Jika respons pasar sesuai harapan, Royal Pop bisa menjadi produk yang diburu sejak hari pertama.

Antusiasme Pasar Global

Peluncuran Royal Pop diperkirakan memicu antrean panjang, seperti yang pernah terjadi pada MoonSwatch. Saat itu, kerumunan besar terlihat di sejumlah kota dunia akibat tingginya minat konsumen. Pola serupa berpotensi terulang karena stok Royal Pop disebut hanya tersedia terbatas. Untuk sementara, produk ini hanya dijual di toko Swatch terpilih di Amerika Serikat.

Minat pasar juga didorong oleh sejarah panjang Audemars Piguet dalam dunia jam saku. Brand asal Swiss itu memiliki rekam jejak kuat dalam pembuatan karya kompleks dan bernilai tinggi. Salah satu model lamanya, Grosse Pièce, bahkan pernah terjual hingga US$7,7 juta dalam lelang di Sotheby’s. Fakta tersebut menambah nilai historis bagi kolaborasi terbaru ini.

Mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, sebelumnya pernah menilai kolaborasi seperti MoonSwatch sebagai langkah positif. Ia menyebut kerja sama semacam itu dapat mengenalkan horologi kepada generasi muda tanpa mengganggu integritas merek mewah. Pandangan tersebut kini terasa relevan dengan hadirnya Royal Pop. Jika respon konsumen positif, kolaborasi ini bisa menjadi salah satu momen penting di industri jam tangan tahun ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!