Atta Halilintar Ajak Anak Pahami Makna Kurban

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 05:40 WIB 2
Atta Halilintar Ajak Anak Pahami Makna Kurban

Atta Halilintar mengajak dua anaknya, Ameena dan Azura, memahami makna pengorbanan dalam ajaran Islam menjelang Idul Adha. Ia menyampaikan hal itu saat berburu hewan kurban di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Atta menuturkan bahwa ia sengaja menceritakan kisah Nabi Ismail agar anak-anaknya mengerti bahwa cinta kepada Allah SWT harus berada di atas segalanya. Cara itu juga menjadi bagian dari upayanya mengenalkan nilai ibadah kurban secara langsung dan sederhana.

Makna kurban untuk anak

Atta menjelaskan kisah kurban dengan bahasa yang mudah dipahami Ameena dan Azura. Ia ingin anak-anaknya menangkap bahwa pengorbanan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut Atta, kedua putrinya sempat terkejut saat mendengar kisah Nabi Ismail. Mereka bertanya mengapa seorang anak harus dikurbankan, sehingga ia lalu menerangkan bahwa kecintaan kepada Tuhan tidak boleh kalah oleh kecintaan kepada apa pun di dunia.

Ia menekankan bahwa manusia tetap boleh mencintai keluarga, harta, dan kehidupan dunia. Namun, semua itu harus ditempatkan di bawah kecintaan kepada Allah SWT sebagai pemilik segala sesuatu.

Belajar lewat pengalaman langsung

Selain bercerita, Atta membawa anak-anaknya melihat proses memilih hewan kurban secara langsung. Perjalanan yang ditempuh pun cukup jauh, hingga lebih lama dari perkiraan awal.

Ia menyebut rute yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar satu jam di aplikasi peta, justru menjadi sekitar dua jam perjalanan. Meski melelahkan, pengalaman itu dinilainya penting agar anak-anak merasakan suasana perkampungan dan kandang ternak.

Atta ingin Ameena dan Azura memahami bahwa ibadah kurban juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara nyata. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengetahui makna kurban dari cerita, tetapi juga dari pengalaman di lapangan.

Antusiasme Ameena dan Azura

Selama memilih hewan kurban, Ameena dan Azura disebut sangat antusias. Keduanya bahkan ikut memberi makan sapi dan kambing yang mereka lihat.

Atta mengaku senang karena anak-anaknya tampak gembira menjalani proses tersebut. Ia menilai momen itu bisa menjadi bekal penting untuk mengajarkan berbagi kepada sesama di kemudian hari.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Ameena dan Azura memang sudah ikut berkurban, tetapi belum benar-benar memahami maknanya. Karena itu, ia merasa pengalaman kali ini lebih berkesan bagi mereka.

Nilai berbagi di Zulhijah

Atta juga menyinggung keutamaan ibadah di bulan Zulhijah, termasuk puasa Arafah. Ia menyebut bulan ini sebagai momen yang luar biasa untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia mengatakan puasa Arafah memiliki keutamaan besar karena dapat menjadi penghapus dosa. Pernyataan itu disampaikannya untuk menegaskan pentingnya memanfaatkan hari-hari istimewa dalam kalender Islam.

Ke depan, Atta belum berencana mengajak anak-anaknya menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban secara langsung. Ia lebih memilih melibatkan mereka saat merawat hewan dan membagikan daging kurban kepada masyarakat.

Baginya, pengalaman tersebut sudah cukup untuk membentuk pemahaman anak-anak tentang empati dan kepedulian sosial. Atta berharap Ameena dan Azura tumbuh dengan kesadaran bahwa kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga soal berbagi dan menebar manfaat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!