Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 01:11 WIB 6
Strategi UMKM Menembus Pasar Global Lewat Ekspor

Produk UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global, asalkan pelaku usaha menyiapkan strategi yang tepat sejak awal. Salah satu kunci utamanya adalah memahami pasar tujuan, menyesuaikan produk, serta membangun jejaring yang mendukung distribusi dan penjualan.

Owner of Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, menegaskan bahwa persiapan produk menjadi langkah penting sebelum masuk ke negara tujuan ekspor. Ia menyebut riset pasar, pemahaman psikologi pembeli, dan dukungan promosi sebagai fondasi agar produk lokal mampu bersaing di luar negeri.

Strategi UMKM Ekspor

Suryaningsih menilai pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang enak atau menarik. Produk harus dipersiapkan sesuai kebutuhan pasar yang dituju, termasuk soal kemasan, harga, dan karakter konsumen. Menurut dia, kesiapan seperti ini menentukan peluang produk untuk diterima di negara lain.

Ia juga menekankan pentingnya market research sebelum memutuskan masuk ke pasar ekspor. Riset itu membantu pelaku usaha memahami siapa target pembeli, produk seperti apa yang dibutuhkan, serta berapa harga yang sesuai. Tanpa langkah tersebut, pelaku UMKM berisiko salah membaca kebutuhan pasar.

Dalam pandangannya, produk yang sukses di pasar global adalah produk yang mampu menjadi solusi bagi konsumen. Untuk makanan ringan, misalnya, produk bisa diposisikan sebagai teman saat ingin menikmati waktu santai atau mencari kebahagiaan sejenak. Pendekatan itu membuat produk lebih mudah masuk ke pola konsumsi masyarakat di negara tujuan.

Riset Pasar Tujuan

Riset pasar menjadi dasar penting dalam merancang strategi ekspor UMKM. Pelaku usaha perlu mengetahui negara tujuan, tren konsumsi, dan harga yang berlaku di pasar tersebut. Dengan begitu, produk dapat disesuaikan tanpa kehilangan identitas aslinya.

Suryaningsih menjelaskan bahwa informasi tentang siapa pembeli, kapan produk dibutuhkan, dan berapa harga yang sanggup diterima pasar sangat menentukan keputusan bisnis. Data tersebut membantu pelaku usaha menyusun strategi penjualan yang lebih tepat sasaran. Langkah ini juga meminimalkan risiko kerugian akibat salah segmentasi.

Ia menambahkan bahwa market research bukan sekadar formalitas, melainkan alat untuk membaca peluang. Melalui proses itu, pelaku UMKM bisa menilai apakah produknya punya daya saing di pasar tertentu. Jika hasil riset menunjukkan potensi besar, maka langkah ekspansi dapat dilakukan dengan lebih percaya diri.

Relasi Dan Pemasaran

Selain riset, membangun relasi juga menjadi bagian penting dalam ekspor UMKM. Suryaningsih menilai bisnis pada dasarnya adalah hubungan, sehingga komunikasi dengan pelanggan, mitra, dan jaringan usaha harus dijaga. Dari hubungan yang baik, pelaku usaha bisa memahami kebutuhan pasar secara lebih mendalam.

Menurut dia, relasi yang kuat membantu pelaku UMKM membaca keinginan konsumen di negara tujuan. Pemahaman itu kemudian menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang kompetitif. Dengan cara tersebut, produk dapat diposisikan sesuai ekspektasi pasar ekspor.

Suryaningsih juga menyoroti pentingnya psikologi pembeli dalam strategi pemasaran. Ia mengatakan pelaku usaha harus memahami alasan konsumen membeli produk, apakah untuk kebutuhan sesaat atau sekadar mencari pengalaman menyenangkan. Pemahaman ini akan membantu penentuan pesan promosi yang lebih efektif.

Dukungan Pameran Bni

Tak kalah penting, pelaku UMKM juga disarankan mengikuti pelatihan yang disediakan pemerintah dan lembaga pendukung. Program semacam ini dapat membantu memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka akses pemasaran. Dukungan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi usaha yang sedang naik kelas.

Suryaningsih menyebut dukungan dari Kementerian BUMN dan berbagai binaannya telah memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang. Melalui pelatihan dan pendampingan, pelaku usaha mendapat kesempatan memperluas jaringan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jaringan itu menjadi pintu masuk untuk mengetahui permintaan pasar dan promo yang sedang berjalan.

Produk Woh Chips by Kultiva Co kini telah menembus pasar ke 10 negara, termasuk Kanada, Thailand, Perancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Keikutsertaan dalam pameran BNI di Hongkong disebut turut membuka peluang ekspor baru, termasuk ke China melalui business matching. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pameran dan jejaring bisnis dapat menjadi pengungkit penting bagi UMKM yang ingin go global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!