Brand shapewear milik Kim Kardashian, Skims, digugat oleh sebuah merek kecil asal New York terkait penggunaan nama koleksi Fits Everybody. Gugatan ini diajukan oleh Fits Everybody To A T, yang mengklaim telah lebih dulu memiliki hak atas nama tersebut dan menuduh Skims melanjutkan pemakaiannya meski sudah diperingatkan berulang kali.
Perkara ini diajukan pada 31 Maret di pengadilan distrik New York, Amerika Serikat, dalam dokumen setebal 43 halaman. Pihak penggugat, yang diwakili founder Denise Cesare, meminta pengadilan melarang Skims memakai nama itu, sekaligus menuntut ganti rugi dan biaya hukum.
Gugatan merek Skims
Dalam dokumen gugatan, Denise Cesare menegaskan bahwa nama Fits Everybody sudah digunakan oleh bisnis kecil miliknya lebih dulu. Ia menyebut penggunaan nama yang sama oleh Skims bukan sekadar kebetulan, melainkan langkah yang tetap diambil meski sudah ada pemberitahuan soal hak atas merek tersebut.
Pihak penggugat menyatakan bahwa Skims tetap meluncurkan koleksi dengan nama itu setelah menerima sejumlah peringatan. Mereka menilai tindakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan besar itu mengetahui potensi sengketa sejak awal.
Gugatan itu juga memuat tudingan bahwa Skims tetap melanjutkan strategi tersebut karena menganggap bisnis kecil tidak memiliki daya untuk melawan. Menurut pihak Denise, keputusan itu memperlihatkan adanya perhitungan bisnis yang memanfaatkan posisi perusahaan besar.
Klaim brand kecil New York
Fits Everybody To A T menyebut dirinya sebagai brand kecil yang didanai secara mandiri. Dalam gugatan, Denise Cesare menekankan bahwa usahanya dibangun dengan sumber daya terbatas, sehingga perlindungan atas nama merek menjadi hal penting.
Penggugat menilai nama Fits Everybody memiliki nilai identitas yang melekat pada bisnisnya. Karena itu, mereka menolak penggunaan nama serupa oleh Skims yang dinilai berpotensi membingungkan konsumen.
Tim kuasa hukum Denise menyebut sengketa ini tidak seimbang karena berhadapan dengan perusahaan yang memiliki kekuatan finansial besar. Mereka juga menyinggung pengaruh koneksi selebriti dan strategi pemasaran Skims dalam memperkuat posisinya di pasar.
Tuntutan hukum Denise
Denise Cesare meminta pengadilan untuk menghentikan penggunaan nama Fits Everybody oleh Skims. Selain itu, ia juga menuntut ganti rugi atas dugaan pelanggaran yang disebut merugikan bisnisnya.
Dalam permohonannya, penggugat turut meminta kompensasi berupa biaya hukum dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan nama tersebut. Tuntutan ini diajukan sebagai upaya memulihkan kerugian yang mereka klaim dialami sejak nama itu dipakai Skims.
Langkah hukum ini sekaligus menjadi pembelaan atas hak merek yang diklaim telah lebih dulu ada. Dengan gugatan tersebut, Denise berharap pengadilan memberi perlindungan terhadap bisnis kecil yang ia bangun secara mandiri.
Respons pasar fashion
Kasus ini menambah sorotan terhadap praktik penamaan produk di industri fashion dan shapewear. Perselisihan merek seperti ini kerap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan identitas dagang dan persepsi konsumen.
Skims sendiri dikenal sebagai salah satu brand fashion yang tumbuh cepat berkat popularitas Kim Kardashian. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa pertumbuhan merek besar juga dapat berhadapan dengan persoalan hukum dari pelaku usaha yang lebih kecil.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan di pengadilan distrik New York. Publik menanti apakah pengadilan akan mengabulkan permintaan pelarangan penggunaan nama tersebut atau memberikan ruang pembelaan bagi Skims.
