Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 05:21 WIB 3
Self-Care Tak Harus Mahal, Ini Penjelasan Psikolog

Self-care kerap dipahami sebagai liburan mahal, staycation, atau belanja untuk mencari kenyamanan sesaat. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya tepat karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menegaskan bahwa self-care tidak selalu membutuhkan biaya.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini, yang membahas pemahaman masyarakat tentang self-care. Menurut Annisa, istirahat, me-time, hingga menolak aktivitas yang terlalu menguras tenaga juga dapat menjadi bagian dari perawatan diri. Pandangan ini penting, terutama di kalangan anak muda yang kerap mengaitkan healing dengan pengeluaran besar.

Self-Care Tidak Harus Mahal

Annisa menjelaskan bahwa mitos yang sering muncul adalah anggapan bahwa self-care harus selalu mengeluarkan uang. Ia menilai, pemahaman seperti itu membuat banyak orang salah mengartikan kebutuhan dasar tubuh dan pikiran. Padahal, perawatan diri justru bisa dimulai dari langkah paling sederhana.

Menurutnya, tidur cukup, beristirahat, atau sekadar memberi jeda dari rutinitas padat sudah termasuk self-care. Hal itu membantu tubuh dan pikiran memulihkan energi yang terkuras sepanjang hari. Karena itu, self-care tidak semestinya dipersempit hanya pada aktivitas konsumtif.

Ia juga menekankan bahwa kebiasaan merawat diri perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Tidak semua orang membutuhkan cara yang sama untuk merasa pulih. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan diri secara jujur dan realistis.

Dalam pandangan Annisa, self-care yang baik adalah yang benar-benar membuat seseorang kembali berfungsi dengan lebih sehat. Jika dilakukan secara tepat, seseorang bisa lebih siap menghadapi aktivitas berikutnya. Dengan begitu, self-care menjadi kebutuhan, bukan sekadar gaya hidup.

Istirahat Juga Bentuk Perawatan

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat atau rebahan, seolah-olah itu adalah bentuk kemalasan. Annisa menilai anggapan tersebut tidak tepat karena istirahat justru membantu tubuh memulihkan tenaga. Dalam batas yang wajar, rebahan juga bisa menjadi bagian dari self-care.

Ia menyebut bahwa me-time dan waktu tenang sangat penting untuk menurunkan tekanan mental. Saat seseorang terus dipaksa produktif tanpa jeda, risiko kelelahan emosional akan meningkat. Karena itu, berhenti sejenak bukanlah bentuk kegagalan.

Namun, Annisa mengingatkan agar istirahat tetap dilakukan secara seimbang. Jika terlalu lama tanpa kendali, kebiasaan tersebut justru bisa mengganggu aktivitas harian. Self-care seharusnya membantu pemulihan, bukan membuat seseorang kehilangan ritme hidup.

Pesan itu menegaskan bahwa tubuh dan pikiran memang membutuhkan jeda untuk kembali segar. Istirahat yang cukup dapat membantu seseorang lebih fokus dan tenang saat kembali bekerja. Dengan cara ini, self-care menjadi bagian dari disiplin menjaga kesehatan diri.

Energi Diri Perlu Diisi Ulang

Annisa mengibaratkan kondisi fisik dan mental manusia seperti baterai yang perlu diisi ulang. Saat aktivitas padat terus berjalan, energi bisa terkuras hingga terasa kosong. Di titik itu, self-care berfungsi sebagai proses pengisian ulang agar tubuh kembali bertenaga.

Ia menjelaskan bahwa self-care membantu ketika seseorang merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun emosional. Situasi seperti ini sering terjadi setelah menjalani rutinitas panjang tanpa jeda. Karena itu, merawat diri menjadi cara penting untuk menjaga keseimbangan.

Dengan energi yang kembali terisi, seseorang biasanya lebih siap menjalani hari dengan semangat. Kondisi ini juga mendukung kesehatan mental karena beban yang menumpuk dapat berkurang. Self-care, dalam pengertian ini, bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar.

Annisa menegaskan bahwa setiap orang perlu mengenali kapan dirinya mulai kehabisan tenaga. Kesadaran tersebut akan memudahkan seseorang memilih cara pemulihan yang sesuai. Semakin cepat kebutuhan itu disadari, semakin besar peluang untuk menjaga diri tetap stabil.

Self-Care Bisa Dilakukan Sederhana

Self-care tidak harus dilakukan melalui perjalanan jauh atau aktivitas luar rumah yang mahal. Ada banyak cara sederhana yang tetap efektif untuk membantu memulihkan diri. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dan pemahaman atas kebutuhan pribadi.

Annisa memberi contoh bahwa istirahat cukup di akhir pekan bisa menjadi pilihan yang baik. Selain itu, seseorang juga dapat berhenti sementara dari urusan kerja atau ponsel untuk mengurangi distraksi. Menolak ajakan ketika benar-benar membutuhkan waktu sendiri juga merupakan bentuk kepedulian terhadap diri.

Ia menambahkan bahwa self-care memiliki banyak bentuk, mulai dari spiritual, fisik, emosional, hingga mental. Beribadah atau meditasi dapat membantu menenangkan batin, sementara olahraga ringan menjaga kebugaran tubuh. Journaling, membaca buku, atau belajar hal baru juga bisa menjadi cara menjaga pikiran tetap sehat.

Dengan memahami variasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi melihat self-care sebagai sesuatu yang mewah. Perawatan diri bisa dilakukan di rumah, tanpa perlu biaya besar, selama tujuannya jelas. Pada akhirnya, self-care adalah upaya menjaga diri agar tetap seimbang, kuat, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!