Sarden Kalengan Tak Selalu Termasuk UPF, Ini Penjelasannya

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 18:18 WIB 2
Sarden Kalengan Tak Selalu Termasuk UPF, Ini Penjelasannya

Istilah ultra-processed food atau UPF belakangan ramai dibahas di media sosial, seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas makanan sehari-hari. Di tengah perdebatan itu, sarden kalengan ikut menjadi sorotan setelah muncul klaim bahwa produk ini belum tentu tergolong UPF.

Perdebatan tersebut memicu pertanyaan baru di kalangan konsumen, terutama karena makanan kalengan kerap dianggap identik dengan produk industri yang tidak sehat. Untuk memahaminya, perlu dilihat definisi UPF berdasarkan klasifikasi NOVA, bukan sekadar bentuk kemasannya.

Sarden Kalengan dan UPF

Sarden kalengan tidak otomatis masuk kategori UPF, karena penilaiannya bergantung pada komposisi dan tingkat pemrosesan. Dalam klasifikasi NOVA, ikan kalengan umumnya berada di kelompok processed foods, bukan UPF.

Kelompok ini mencakup makanan yang ditambahkan garam, gula, atau minyak untuk memperpanjang daya simpan dan memperbaiki rasa. Dengan demikian, keberadaan bahan sederhana tidak serta-merta menjadikan sebuah produk sebagai UPF.

Berbeda dengan itu, UPF adalah produk formulasi industri yang biasanya mengandung banyak bahan tambahan. Perisa, pewarna, pemanis, emulsifier, dan aditif lain menjadi ciri yang lebih khas pada kelompok tersebut.

Memahami Klasifikasi NOVA

Sistem NOVA dikembangkan oleh para ilmuwan dari University of Sao Paulo di Brasil untuk mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat pemrosesannya. Pendekatan ini membagi makanan ke dalam empat kelompok utama.

Kelompok pertama adalah makanan tanpa proses atau hanya diproses minimal, seperti buah, sayur, telur, susu, ikan segar, dan kacang-kacangan. Kelompok kedua adalah bahan kuliner olahan, misalnya gula, garam, mentega, dan minyak.

Kelompok ketiga adalah makanan olahan, seperti ikan kalengan, keju, atau roti sederhana yang dibuat dengan tambahan garam, gula, atau minyak. Sementara itu, kelompok keempat adalah UPF yang umumnya dirancang agar praktis, tahan lama, dan sangat palatable.

Ciri Makanan Olahan

Masyarakat sering menyamakan semua makanan kemasan dengan UPF, padahal keduanya tidak selalu sama. Yang perlu diperhatikan adalah daftar bahan, cara pengolahan, dan fungsi setiap komponen dalam produk.

Makanan olahan sederhana biasanya memiliki komposisi yang lebih pendek dan mudah dikenali. Sebaliknya, UPF cenderung memuat banyak bahan industri yang jarang digunakan dalam masakan rumahan.

Jika sebuah produk hanya terdiri dari ikan, air, garam, dan minyak, maka kategorinya lebih dekat ke makanan olahan biasa. Namun, bila ditambahkan serangkaian aditif dan zat pembentuk tekstur, statusnya dapat bergeser menjadi UPF.

Bijak Memilih Konsumsi

Konsumen tetap disarankan membaca label kemasan sebelum membeli makanan kalengan atau produk siap saji. Informasi komposisi membantu menilai apakah produk tersebut masih tergolong sederhana atau sudah termasuk UPF.

Pemilihan makanan juga sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan gizi secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis produk. Sarden kalengan bisa menjadi sumber protein dan praktis dikonsumsi, selama porsinya wajar dan tidak berlebihan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat tidak perlu langsung menghindari semua makanan kalengan. Kuncinya adalah mengenali klasifikasi bahan, membedakan proses pengolahan, dan memilih produk sesuai kebutuhan harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!