Saputra Kori Mantapkan Langkah ke Dunia Akting

Lifestyle Clara Monica 24 Mei 2026 04:21 WIB 5
Saputra Kori Mantapkan Langkah ke Dunia Akting

Perjalanan karier Saputra Kori memasuki babak baru setelah seleb TikTok dengan 20 juta pengikut itu mulai serius menekuni dunia akting. Pemuda asal Bali tersebut kini terlibat dalam film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea, adaptasi dari film asal Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum. Kehadirannya di proyek garapan sutradara Anggy Umbara menjadi penanda pergeseran fokus dari dunia konten digital ke layar lebar. Langkah ini juga menunjukkan ambisinya untuk menjajal tantangan baru di industri hiburan Tanah Air.

Setelah sekitar enam tahun berkecimpung sebagai kreator konten, Saputra Kori mengaku ingin memperluas ruang eksplorasi seni yang dimilikinya. Ia menilai akting sebagai medium baru yang menawarkan pengalaman berbeda dari dunia TikTok dan YouTube. Dalam pernyataannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026), ia menyebut keinginannya untuk masuk ke film, sinetron, dan berbagai format hiburan lain. Keputusan itu diambil bukan karena target tertentu, melainkan dorongan pribadi untuk mencoba hal baru.

Saputra Kori dan Dunia Akting

Saputra Kori menegaskan bahwa keputusannya terjun ke dunia film lahir dari keinginan pribadi, bukan dorongan sesaat. Ia merasa sudah cukup lama berada di ranah konten digital dan kini ingin menguji kemampuan di lingkungan yang berbeda. Menurutnya, akting memberi ruang untuk mempelajari karakter, emosi, dan pendekatan artistik yang lebih luas. Karena itu, ia memandang dunia film sebagai fase baru yang patut dijalani secara serius.

Ia juga menyebut bahwa langkah tersebut tidak berarti meninggalkan dunia kreator konten sepenuhnya. Pengalaman di TikTok dan YouTube tetap menjadi bagian penting yang membentuk cara pandangnya terhadap industri hiburan. Namun, ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu berkembang di luar format yang selama ini melekat pada namanya. Perpindahan fokus ini, kata dia, merupakan bentuk pencarian tantangan yang lebih besar.

Bagi Saputra Kori, proses transisi dari konten digital ke akting membutuhkan keberanian dan konsistensi. Ia memahami bahwa setiap bidang memiliki standar dan tuntutan masing-masing. Oleh sebab itu, ia memilih untuk belajar dari awal dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan produksi film. Sikap tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat posisinya sebagai talenta yang sedang bertumbuh.

Saputra Kori Hadapi Casting

Meski memiliki jutaan pengikut, Saputra Kori menolak anggapan bahwa dirinya mendapatkan peran secara instan. Ia mengungkapkan bahwa proses masuk ke dunia film tetap harus melalui casting seperti talenta lain pada umumnya. Bahkan, ia mengaku pernah mengalami penolakan puluhan kali sebelum akhirnya dipercaya bermain di layar lebar. Pengalaman itu, menurutnya, jarang terlihat oleh publik yang hanya melihat hasil akhirnya.

Ia menilai persepsi bahwa artis media sosial mudah mendapat peran kerap muncul karena publik hanya melihat popularitas di permukaan. Padahal, di balik itu ada proses seleksi yang ketat dan persaingan yang tidak sederhana. Saputra Kori menegaskan bahwa popularitas tidak otomatis menjamin kesempatan bermain dalam film. Justru, ia harus membuktikan kemampuan dan keseriusan agar dipercaya oleh pihak produksi.

Pengalaman ditolak berkali-kali tidak membuatnya mundur, melainkan memperkuat tekad untuk terus belajar. Ia menyadari bahwa dunia akting memiliki standar profesional yang harus dihormati. Karena itu, setiap kesempatan casting dipandang sebagai ruang evaluasi diri. Dari proses panjang tersebut, ia belajar bahwa ketekunan sering kali menjadi kunci untuk membuka pintu industri.

Saputra Kori dan Film Horor

Keterlibatan Saputra Kori dalam 402: Rumah Sakit Angker Korea menjadi salah satu proyek paling menonjol dalam perjalanan barunya. Film tersebut merupakan adaptasi dari Gonjiam: Haunted Asylum, yang dikenal sebagai salah satu horor populer asal Korea Selatan. Karya ini menempatkannya dalam lingkungan produksi yang menuntut atmosfer intens dan karakter kuat. Kehadiran film ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kemampuannya di genre yang menantang.

Sebagai proyek layar lebar, film horor tersebut memberi ruang bagi Saputra Kori untuk menampilkan sisi berbeda dari dirinya. Ia harus beradaptasi dengan kebutuhan akting yang tidak ditemukan dalam format konten singkat di media sosial. Situasi ini menuntut pendalaman peran, penguasaan emosi, dan kemampuan bekerja sama dalam produksi besar. Bagi dirinya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk perjalanan karier berikutnya.

Partisipasinya dalam film ini juga memperlihatkan bahwa industri film Indonesia terus membuka ruang bagi talenta dari latar belakang beragam. Kehadiran kreator digital di layar lebar kini menjadi fenomena yang semakin lazim, selama didukung kemampuan dan komitmen kerja. Dalam konteks itu, Saputra Kori berusaha menunjukkan bahwa dirinya layak berada di jalur profesional yang sama. Ia ingin posisinya dinilai dari proses dan performa, bukan sekadar jumlah pengikut.

Saputra Kori Dorong Bioskop

Salah satu motivasi terbesar Saputra Kori masuk ke dunia film adalah keinginannya mengajak generasi muda kembali meramaikan bioskop. Ia berharap basis penggemar yang selama ini mengikuti dirinya di TikTok dan YouTube ikut tertarik menonton film Indonesia. Menurutnya, kehadiran penonton muda sangat penting untuk menjaga denyut industri perfilman nasional. Karena itu, ia melihat keterlibatannya di layar lebar sebagai jembatan untuk memperluas minat audiens.

Ia menilai film lokal memiliki potensi besar jika mendapat dukungan penonton yang konsisten. Dengan banyaknya anak muda yang hadir di bioskop, ekosistem perfilman dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan. Saputra Kori juga percaya bahwa kedekatannya dengan generasi digital dapat menjadi modal untuk menarik perhatian mereka. Dari situ, film Indonesia berpeluang menjangkau penonton yang lebih luas dan beragam.

Saputra Kori pun menegaskan rasa syukurnya atas kesempatan yang diterima dalam industri ini. Ia menyadari bahwa tidak semua aktor memiliki jalan masuk yang sama, sehingga ia menghargai perjuangan para pemain yang memulai karier dari nol. Di tengah transisi kariernya, ia ingin tetap menunjukkan kerja keras dan kerendahan hati. Harapannya sederhana, yakni bisa memberi kontribusi nyata bagi perfilman Indonesia sekaligus menginspirasi penonton muda untuk lebih mencintai karya lokal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!