Sampah dilihat banyak orang sebagai barang tak bernilai, namun para pelaku kreatif menemukan potensi ekonominya. Robries, perusahaan yang didirikan pada 2018, mengubah botol plastik bekas menjadi furnitur dengan desain menarik. Pameran Indonesia Design Development Center (IDDC) di Trede Expo Indonesia 2025 menjadi momen yang merangkum perjalanan ini, termasuk upaya ekspor ke Singapura, Malaysia, dan Uni Eropa.
Tantangan utama adalah edukasi pasar karena produk ini tergolong unik bagi banyak orang. Selain itu, ketersediaan bahan baku berupa tutup botol plastik tidak selalu konsisten. Perusahaan terus menjaga kualitas produk melalui proses seleksi bahan baku dan peningkatan standar produksi.
Sampah jadi Peluang
Robries memulai inisiatif transformasi sampah botol plastik pada 2018. Perusahaan ini fokus mengubah limbah plastik menjadi furnitur dengan desain yang menarik dan fungsional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sambil mencipta nilai ekonomi.
Tantangan utama adalah edukasi pasar karena produk ini relatif unik. Selain itu, ketersediaan bahan baku berupa tutup botol plastik tidak selalu konsisten. Pihak perusahaan terus menjaga kualitas produk melalui seleksi bahan baku dan proses produksi.
Sejak 2018, Robries telah memproduksi sekitar 25 ribu produk berbahan sampah. Total sampah yang diolah mencapai sekitar 145 ton. Pasar global telah terbuka lewat Singapura, Malaysia, dan Uni Eropa, dengan distributor resmi di Singapura dan Malaysia.
IDDC Kemendag membantu UMKM merambah pasar global melalui bimbingan, kurasi, dan fasilitas pameran. Trede Expo Indonesia 2025 menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk bertemu pembeli internasional. TEI 2025 diikuti setidaknya 8.045 pembeli dari 130 negara.
Kehadiran IDDC memudahkan UMKM seperti Robries untuk mengemas produk agar menarik bagi calon pembeli luar negeri. IDDC juga memberikan pelatihan desain, riset, dan saran pemasaran untuk penetrasi pasar global. Milestone penghargaan seperti Best Design Indonesia dan Good Design Award Japan meningkatkan kepercayaan pasar ekspor.
Lumosh menyatakan kehadiran IDDC sangat membantu untuk merambah pasar global. Mereka menyebut IDDC membantu riset dan desain serta membuka akses ke jaringan pembeli internasional. Dengan dukungan tersebut, Lumosh optimis ekspor produk keramik daur ulang bisa meningkat.
Lumosh Raymond Tjiadi menyatakan kolaborasi dengan IDDC membantu menghadirkan produk dari limbah keramik. Produk Lumosh mencakup piring, gelas, dan perabot rumah tangga dengan desain artistik. Ini membuktikan potensi daur ulang keramik sebagai sumber produk bernilai.
Karena ini belum banyak contoh, tim Lumosh melakukan riset dan meminta dukungan IDDC untuk desain yang representatif. Mereka juga mencari literatur dan jurnal terkait daur ulang keramik serta memanfaatkan desain yang bisa dilihat langsung sebagai representasi daur ulang. IDDC memfasilitasi akses ke sumber informasi dan jaringan riset.
Lumosh menargetkan peluang pasar global sebagai fokus utama. IDDC memberikan masukan terkait negara pasar mana yang bisa dimasuki dan strategi pemasaran yang tepat. Keterlibatan IDDC dinilai krusial bagi kapasitas ekspor Lumosh.
