Kebahagiaan besar tengah menyelimuti aktor Rifky Alhabsyi setelah ia dan istrinya resmi menjadi orang tua untuk pertama kalinya. Penantian selama sembilan tahun itu akhirnya terbayar melalui kelahiran buah hati mereka, meski proses persalinan sempat diwarnai rasa cemas yang mendalam.
Rifky mengungkapkan, momen kelahiran sang anak terjadi melalui operasi caesar dan disaksikannya langsung di ruang operasi. Ia sempat takut karena kondisi bayi diprediksi berisiko masuk NICU, namun ketegangan itu berubah menjadi haru saat bayi lahir dengan selamat dan bobotnya dinilai lebih baik dari perkiraan.
Perjuangan Panjang
Rifky mengenang perjalanan panjang yang ia dan sang istri lalui sebelum akhirnya memiliki anak. Pasangan ini sempat mengalami kehamilan di luar kandungan pada 2018 yang menjadi pukulan berat bagi keduanya. Situasi itu membuat mereka harus menguatkan diri untuk tetap bertahan.
Perjuangan belum berhenti di situ karena sang istri juga menjalani operasi tuba falopi pada 2022. Kondisi tersebut membuat harapan mereka sempat menipis, tetapi keduanya memilih untuk tidak menyerah. Mereka kemudian kembali mencoba dengan langkah yang lebih terencana.
Pada 2025, pasangan ini memutuskan mengikuti program bayi tabung sebagai ikhtiar terakhir yang akhirnya berbuah manis. Hasil itu menjadi jawaban atas doa panjang yang mereka panjatkan selama bertahun-tahun. Kelahiran anak pertama mereka pun menjadi penutup dari fase penuh air mata dan kesabaran.
Detik Menegangkan
Rifky mengaku sempat diliputi ketakutan besar saat dokter meminta keluarga bersiap jika bayi harus dibawa ke NICU. Berat badan bayi yang diperkirakan rendah membuat suasana ruang operasi terasa sangat tegang. Ia menyadari, momen itu menjadi ujian emosional yang tidak mudah baginya.
Ketegangan berubah menjadi kelegaan ketika bayi lahir dengan tangisan yang kuat. Setelah ditimbang, bobot sang buah hati ternyata hampir mencapai 2,5 kilogram, lebih baik dari dugaan awal. Kondisi itu membuat rencana perawatan intensif tidak diperlukan.
Rifky menyebut dirinya nyaris tak kuasa menahan rasa haru ketika mendengar tangisan pertama anaknya. Ia merasa momen tersebut seperti jawaban langsung atas doa yang lama dinantikan. Bagi dirinya, saat itu adalah detik paling melegakan sepanjang perjalanan persalinan.
Pengorbanan Seorang Ibu
Selama proses persalinan, Rifky memilih tetap berada di dalam ruang operasi untuk mendampingi sang istri. Namun, ia mengaku kaget saat melihat langsung prosedur medis yang dijalani. Pengalaman itu membuatnya merasakan betapa besar risiko dan perjuangan yang ditanggung seorang ibu.
Ia mengaku kakinya sempat gemetar saat menyaksikan proses bedah tersebut. Rifky menilai apa yang dilihatnya menjadi pelajaran berharga tentang pengorbanan seorang perempuan saat melahirkan. Baginya, rasa sakit itu tidak bisa dibayangkan hanya dari cerita.
Menurut Rifky, pengalaman tersebut membuatnya semakin menghormati perjuangan sang istri. Ia menilai kelahiran anak pertama bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga simbol pengorbanan yang luar biasa. Dari momen itu, ia merasa semakin memahami arti menjadi orang tua.
Ayah Baru Penuh Syukur
Setelah bayi lahir, Rifky langsung menggendong putranya sambil melantunkan azan dengan suara yang bergetar. Momen itu menjadi pengalaman spiritual yang sangat menyentuh bagi dirinya. Ia merasa seluruh rasa lelah dan takut seketika berganti syukur yang mendalam.
Status baru sebagai ayah membuat Rifky mengaku lebih posesif terhadap sang buah hati. Meski baru lima hari menjalani peran tersebut, ia sudah mulai terbiasa begadang untuk membantu istrinya. Kehadirannya di rumah kini lebih banyak difokuskan pada kebutuhan keluarga kecilnya.
Rifky juga berkomitmen untuk mendukung pemberian ASI eksklusif bagi putranya. Baginya, fase awal menjadi orang tua adalah masa penting yang harus dijalani bersama. Kebahagiaan yang dirasakan kini menjadi awal baru bagi perjalanan keluarga mereka.
