Ribuan Site Telekomunikasi Terdampak Blackout Sumatra

Teknologi BRH 28 Mei 2026 08:26 WIB 2
Ribuan Site Telekomunikasi Terdampak Blackout Sumatra

Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut ribuan site telekomunikasi di Pulau Sumatra terdampak pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada 22 Mei 2026. Gangguan tersebut membuat layanan telepon dan internet di sejumlah wilayah ikut terganggu.

Berdasarkan data Komdigi hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, tercatat 8.736 site telekomunikasi masih terdampak. Pemerintah bersama operator seluler terus memantau pemulihan layanan secara bertahap di berbagai daerah.

Dampak Telekomunikasi di Sumatra

Komdigi menjelaskan blackout di Sumatra memengaruhi pasokan listrik pada base transceiver station atau BTS. Kondisi itu menyebabkan jumlah site down meningkat dalam waktu singkat.

Pada 23 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, jumlah site yang mengalami gangguan mencapai 10.146 unit. Dalam 12 jam berikutnya, angka itu turun 1.410 site seiring proses pemulihan yang berjalan.

Gangguan tersebut tercatat berdampak pada layanan seluler di 10 provinsi dan 118 kabupaten/kota. Sejumlah pengguna di wilayah terdampak mengalami kendala saat mengakses panggilan suara maupun internet.

Wilayah Telekomunikasi Terdampak

Provinsi yang terdampak meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Sebaran gangguan paling besar terjadi di wilayah dengan kepadatan site yang tinggi.

Komdigi mencatat Sumatra Utara menjadi daerah dengan site terdampak terbanyak, yakni 5.493 site atau 51,71 persen. Aceh menyusul dengan 1.904 site atau 48,13 persen, sedangkan Sumatra Barat sebanyak 565 site atau 13,95 persen.

Data pemulihan disebut akan terus diperbarui secara berkala oleh Komdigi. Informasi ini menjadi acuan untuk memantau perkembangan perbaikan jaringan di lapangan.

Langkah Pemulihan Telekomunikasi

Komdigi melakukan monitoring kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan operator seluler untuk mempercepat pemulihan layanan. Lembaga tersebut juga menjalin komunikasi dengan Balai Monitor SFR dan Diskominfo daerah.

Pengawasan proses pemulihan dilakukan agar layanan kembali normal secara bertahap. Upaya ini difokuskan pada site yang memiliki peran penting bagi konektivitas masyarakat.

Operator seluler turut menyiapkan genset untuk BTS terdampak dan menambah daya cadangan di lokasi tertentu. Distribusi bahan bakar genset juga dikawal agar pasokan listrik sementara tidak terputus.

Prioritas Layanan Telekomunikasi

Komdigi menegaskan pemulihan dilakukan dengan mengutamakan site penting yang melayani banyak pelanggan. Strategi ini dipilih agar dampak gangguan tidak meluas lebih jauh.

Penyediaan genset dan penguatan cadangan daya menjadi langkah utama di lapangan. Dengan cara itu, operator dapat menjaga sebagian layanan tetap berjalan selama pemadaman berlangsung.

Meski pemulihan telah menunjukkan perbaikan, Komdigi meminta seluruh pihak tetap memantau perkembangan jaringan. Pemerintah menargetkan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak kembali stabil secara bertahap.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!