Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 09:40 WIB 3
Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Susu kental manis sudah lama menjadi pelengkap berbagai sajian favorit masyarakat Indonesia, mulai dari kopi, roti bakar, hingga martabak dan dessert. Namun, perdebatan kembali mencuat di media sosial karena banyak pihak mempertanyakan apakah produk ini benar-benar masih mengandung susu atau justru didominasi gula.

Pertanyaan itu muncul karena rasa manisnya terasa sangat kuat dan teksturnya yang kental sering dianggap berbeda dari susu pada umumnya. Faktanya, susu kental manis tetap merupakan produk olahan susu, tetapi komposisi dan cara konsumsinya memang tidak sama dengan susu segar.

Susu Kental Manis dan Kandungannya

Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses evaporasi, yaitu penguapan sebagian air dari susu. Proses ini membuat kandungan padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi dan menghasilkan tekstur yang lebih padat serta creamy.

Selain itu, gula ditambahkan dalam proses produksinya untuk memberi rasa manis sekaligus membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, produk ini dapat bertahan lebih lama selama penyimpanan dibanding susu cair biasa.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini juga sejalan dengan Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk sebagai acuan internasional.

Aturan Resmi BPOM

Definisi susu kental manis sebelumnya juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Dalam aturan itu, produk ini dijelaskan sebagai susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Sejumlah produk bahkan masih mencantumkan komposisi susu di dalamnya, termasuk susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk. Salah satu produk diketahui memiliki kandungan susu hingga 35 persen.

Dengan demikian, klaim bahwa susu kental manis tidak mengandung susu sama sekali tidak tepat. Produk ini tetap berasal dari susu, meski telah melalui proses pengolahan dan penambahan gula yang cukup signifikan.

Mengapa Rasanya Begitu Manis

Meskipun mengandung susu, rasa manis yang dominan sering membuat banyak orang mengira kandungan susunya hilang sepenuhnya. Padahal, protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami masih tetap ada dalam produk tersebut.

Yang membedakan adalah tambahan gula membuat profil rasa dan nilai gizinya berubah dibanding susu segar. Akibatnya, susu kental manis lebih tepat dipahami sebagai olahan susu yang manis, bukan pengganti susu minum harian.

Persepsi publik juga dipengaruhi oleh cara produk ini umum digunakan dalam makanan dan minuman. Saat dipadukan dengan kopi, roti, atau dessert, rasa manisnya memang sering menutupi karakter susu yang sebenarnya masih ada.

Cara Konsumsi yang Bijak

Susu kental manis tetap bisa dinikmati selama porsinya diperhatikan. Banyak makanan tradisional Indonesia menggunakan produk ini sebagai pelengkap rasa, bukan sebagai sumber gizi utama.

Membaca label gizi menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan gula dalam satu sajian. Jika dikonsumsi sesuai takaran saji, asupan gula dari satu sajian umumnya masih dapat dikendalikan.

BPOM melalui Peraturan Nomor 20 Tahun 2021 juga melarang pernyataan atau visualisasi yang menampilkan susu kental manis sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu atau satu-satunya sumber gizi. Karena itu, konsumen perlu memahami bahwa produk ini sebaiknya digunakan secukupnya dan tidak dijadikan pengganti susu harian.

Pada akhirnya, susu kental manis adalah produk yang mengandung susu, tetapi dengan komposisi yang membuatnya berbeda dari susu segar. Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat mengonsumsinya secara lebih bijak tanpa terjebak pada salah kaprah yang beredar di media sosial.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!