Ribuan Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Blackout PLN

Teknologi BRH 30 Mei 2026 03:44 WIB 3
Ribuan Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Blackout PLN

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan ribuan menara telekomunikasi di Pulau Sumatra terdampak pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada 22 Mei 2026. Gangguan pasokan listrik itu membuat layanan seluler di sejumlah wilayah ikut terganggu, terutama pada base transceiver station atau BTS yang bergantung pada daya utama.

Berdasarkan data Komdigi hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, terdapat 8.736 site telekomunikasi yang terdampak. Pemulihan jaringan dilakukan bertahap melalui koordinasi dengan operator seluler, pemerintah daerah, dan lembaga terkait agar layanan telepon serta internet kembali normal.

Gangguan Jaringan Telekomunikasi Sumatra

Komdigi menyebut pemadaman listrik di Sumatra berdampak langsung pada infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah. Saat pasokan listrik terputus, sejumlah BTS mengalami down dan layanan komunikasi ikut melemah. Kondisi ini membuat masyarakat di beberapa wilayah sulit mengakses telepon dan internet secara stabil.

Gangguan tersebut tersebar di 10 provinsi dan 118 kabupaten atau kota. Provinsi yang terdampak antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Komdigi menyatakan pembaruan data akan terus dilakukan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

Dalam catatan terbaru, jumlah site terdampak turun 1.410 unit dalam 12 jam terakhir. Pada 23 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, jumlah site yang down masih mencapai 10.146 unit. Penurunan itu menunjukkan proses pemulihan mulai berjalan meski belum sepenuhnya selesai.

Sebaran Site Terdampak Terbesar

Komdigi mencatat sebaran dampak paling besar berada di Sumatra Utara dengan 5.493 site atau 51,71 persen. Aceh menyusul dengan 1.904 site atau 48,13 persen, lalu Sumatra Barat sebanyak 565 site atau 13,95 persen. Angka tersebut menggambarkan beratnya tekanan pemadaman terhadap jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.

Meski angka persentase terlihat tinggi, Komdigi menegaskan data itu berasal dari pemetaan dampak yang terus diperbarui. Hal ini dilakukan agar penanganan bisa diarahkan ke titik yang paling membutuhkan pemulihan cepat. Operator seluler juga diminta menjaga kesinambungan layanan di kawasan prioritas.

Di sejumlah daerah, gangguan tidak hanya dirasakan pada layanan data, tetapi juga pada komunikasi suara. Ketika BTS kehilangan pasokan listrik, kualitas sinyal dapat turun atau bahkan hilang sama sekali. Situasi ini membuat akses informasi publik dan komunikasi darurat menjadi perhatian utama.

Langkah Pemulihan Bersama Operator

Komdigi bersama operator seluler terus memantau proses pemulihan layanan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Monitor SFR dan Dinas Komunikasi dan Informatika daerah untuk memastikan langkah teknis berjalan terpadu. Pengawasan ini penting agar gangguan tidak meluas dan pemulihan bisa dipercepat.

Operator seluler mengambil sejumlah langkah darurat untuk menjaga layanan tetap berjalan. Upaya tersebut meliputi pengiriman genset ke BTS terdampak, penyediaan daya cadangan, serta prioritas pemulihan pada site yang dinilai penting. Selain itu, distribusi bahan bakar untuk genset juga dikawal agar suplai listrik darurat tidak terhenti.

Komdigi menekankan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di masing-masing wilayah. Pemerintah berharap suplai daya dari PLN segera kembali stabil agar jaringan telekomunikasi dapat pulih sepenuhnya. Dengan begitu, masyarakat di Sumatra dapat kembali mengakses layanan komunikasi tanpa hambatan berarti.

Dampak Layanan Bagi Masyarakat

Pemadaman listrik berskala luas seperti ini menunjukkan bahwa ketahanan infrastruktur digital masih sangat bergantung pada pasokan energi. Saat listrik padam, layanan komunikasi menjadi salah satu sektor pertama yang ikut terganggu. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas harian warga, termasuk pekerjaan, pendidikan, dan kebutuhan informasi.

Di wilayah yang terdampak berat, akses internet yang melambat atau terputus dapat menghambat komunikasi darurat. Situasi ini juga menyulitkan pelaku usaha yang bergantung pada jaringan digital untuk bertransaksi. Karena itu, ketersediaan genset dan cadangan daya menjadi faktor penting dalam menjaga layanan tetap aktif.

Komdigi menilai koordinasi cepat antara pemerintah, operator, dan pemerintah daerah menjadi kunci pemulihan. Dengan pemantauan yang terus diperbarui, masyarakat diharapkan mendapatkan kepastian mengenai perkembangan layanan telekomunikasi. Pemerintah juga diminta memperkuat ketahanan infrastruktur agar gangguan serupa tidak kembali meluas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!