Aktris sekaligus YouTuber Ria Ricis mengungkap rencana kepindahannya ke rumah baru yang telah selesai dibangun. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026. Rencana tersebut menjadi penanda babak baru bagi Ricis setelah selama ini tinggal di rumah milik ibundanya di Kebagusan, Jakarta Selatan. Keputusan pindah itu juga didorong keinginannya untuk memiliki aset pribadi bagi masa depan putrinya, Moana.
Momentum Idul Adha tahun ini dimanfaatkan Ricis untuk berkurban di lingkungan rumah lamanya sebagai salam perpisahan. Rumah baru yang dibangunnya telah melalui proses panjang selama lebih dari dua tahun. Saat ini, bangunan itu sudah masuk tahap akhir dan tinggal diisi perabot serta perlengkapan interior. Ricis menargetkan kepindahan dilakukan setelah seluruh ruangan benar-benar siap digunakan.
Ria Ricis Siapkan Hunian Baru
Ria Ricis menegaskan bahwa keinginan pindah rumah bukan semata soal kenyamanan. Ia ingin memiliki tempat tinggal yang sepenuhnya menjadi miliknya sendiri. Menurutnya, rumah tersebut juga disiapkan sebagai aset untuk masa depan Moana. Selama ini, Ricis masih tinggal menumpang di rumah ibundanya di Kebagusan.
Dalam keterangannya, Ricis menyebut bahwa keputusan tersebut lahir dari pertimbangan keluarga. Ia ingin lebih mandiri dalam mengatur hunian yang akan ditempati bersama putrinya. Langkah itu juga menjadi bentuk tanggung jawab sebagai orang tua. Karena itu, rumah baru tersebut disiapkan dengan matang sebelum ditempati.
Ricis menyampaikan bahwa rumah itu dibangun dengan harapan jangka panjang. Ia tidak ingin sekadar memiliki tempat tinggal, tetapi juga warisan yang bermanfaat bagi Moana. Pertimbangan tersebut membuat proses pembangunan dijalani dengan sabar. Ia memilih menunggu hingga seluruh bagian rumah benar-benar siap.
Pembangunan Rumah Memakan Waktu
Proses pembangunan rumah baru Ricis berlangsung cukup lama. Ia menyebut durasinya mencapai lebih dari dua tahun. Dalam keterangannya, Ricis mengaku sempat lupa detail waktu pembangunan karena prosesnya berjalan bertahap. Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh tahapan kini hampir rampung.
Selama masa pembangunan, Ricis harus bersabar menunggu berbagai pekerjaan selesai. Hunian tersebut dirancang menjadi rumah yang nyaman bagi dirinya dan Moana. Karena itu, penyelesaiannya tidak dikejar secara tergesa-gesa. Ia ingin setiap bagian rumah sesuai dengan kebutuhan keluarga kecilnya.
Ricis juga menuturkan bahwa kondisi rumah sudah sangat mendekati selesai. Saat ini, fokus utama tinggal melengkapi isi ruangan yang masih kosong. Setelah semua kebutuhan interior terpenuhi, barulah proses pindahan dilakukan. Ia menilai langkah tersebut lebih tepat agar hunian langsung siap ditinggali.
Area Bermain Jadi Andalan
Salah satu fasilitas yang paling menarik perhatian di rumah baru itu adalah area bermain anak. Ricis menyiapkan playground agar Moana memiliki ruang bermain yang aman dan menyenangkan. Fasilitas tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap kenyamanan anak di dalam rumah. Dengan begitu, Moana dapat bermain tanpa harus selalu keluar rumah.
Ricis menyebut Moana sudah beberapa kali mencoba bermain di area tersebut. Anak itu tampak senang karena memiliki lebih dari satu wahana bermain di dalam rumah. Menurut Ricis, kehadiran playground membuat aktivitas bermain menjadi lebih mudah. Ia bahkan menyebut kebutuhan bermain di luar rumah jadi berkurang.
Keberadaan playground menjadi salah satu alasan hunian itu terasa istimewa bagi Ricis. Ia ingin rumah baru tersebut tidak hanya nyaman bagi orang dewasa, tetapi juga ramah untuk anak. Dengan fasilitas itu, Moana diharapkan betah saat menempati rumah baru. Ricis pun tampak puas karena fasilitas yang disiapkan sesuai dengan harapannya.
Salam Perpisahan Di Kebagusan
Idul Adha tahun ini memiliki makna khusus bagi Ricis dan keluarganya. Ia memilih berkurban di lingkungan rumah lamanya di Kebagusan sebagai bentuk perpisahan. Langkah itu menunjukkan kedekatannya dengan tempat yang selama ini menjadi hunian sementara. Ricis menganggap momen tersebut sebagai salam pamit sebelum berpindah rumah.
Selama tinggal di Kebagusan, Ricis berada di rumah milik ibundanya. Kondisi itu membuatnya merasa sudah waktunya memiliki tempat sendiri. Ia menilai kepindahan ke rumah baru adalah keputusan yang tepat untuk masa depan keluarga. Terutama karena rumah tersebut akan menjadi tempat tumbuh kembang Moana.
Dengan rumah baru yang hampir rampung, Ricis tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pindah. Ia menekankan bahwa semua persiapan dilakukan agar transisi berjalan lancar. Setelah furnitur lengkap dan seluruh ruangan terisi, keluarga kecilnya akan menempati hunian itu. Bagi Ricis, rumah baru tersebut menjadi simbol kemandirian sekaligus investasi jangka panjang.
