Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 00:15 WIB 2
Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya membuktikan bahwa kegagalan besar tidak selalu menjadi akhir, melainkan titik awal untuk membangun usaha baru. Perempuan berusia 38 tahun itu bangkit dari hancurnya bisnis jasa rias pengantin saat pandemi, lalu merintis kuliner sehat bernama Salad Umma dengan dukungan pelatihan dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Perjalanan Hikma dimulai dari tekanan ekonomi yang berat ketika seluruh pesanan pernikahan dibatalkan pada akhir 2020. Dari situ, ia menjual mobil, perlengkapan makeup, hingga berbagai aset usaha demi menutup kewajiban kepada vendor, sebelum akhirnya menemukan peluang baru melalui program Kartu Prakerja dan pendampingan usaha.

Salad Umma Dari Nol

Hikma semula bekerja sebagai makeup artist dan menggantungkan penghasilan pada agenda pernikahan. Situasi berubah drastis ketika pandemi membuat seluruh jadwal acara dibatalkan dalam waktu singkat.

Kondisi itu memaksanya menanggung ganti rugi kepada vendor dekor, tenda, dan bunga yang sudah menerima uang muka. Ia pun menjual mobil, baju, dan alat rias untuk menutup kerugian, lalu mengaku sempat pasrah menghadapi keadaan.

Dari titik terendah itu, ia mulai memikirkan cara untuk bertahan hidup tanpa modal besar. Pilihannya kemudian mengarah pada usaha makanan yang praktis, sehat, dan bisa dijalankan dari rumah.

Pelatihan Usaha Jadi Titik Balik

Keinginan untuk bangkit membuat Hikma mengikuti program Kartu Prakerja, meski sempat gagal pada gelombang pertama. Pada kesempatan berikutnya, ia berhasil lolos dan memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp1 juta.

Awalnya ia memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Namun, keadaan yang belum membaik mendorongnya mencari bidang usaha lain yang lebih realistis dan cepat dijalankan.

Ia lalu memilih kelas usaha salad sayur karena tidak memerlukan kompor, minyak, maupun gas. Menurutnya, produk tersebut sesuai dengan tren masyarakat yang ingin hidup sehat dan membutuhkan makanan yang ringkas.

Modal Kecil, Langkah Bertahap

Hikma memulai Salad Umma dari dapur rumah dengan modal yang terbatas. Dana bantuan dari Kartu Prakerja ia gunakan secara bertahap untuk membeli bahan baku dan peralatan sederhana.

Peralatan yang dibeli antara lain chopper, blender, berbagai kemasan, hingga showcase untuk menjaga kualitas produk. Secara keseluruhan, modal awal yang terkumpul mencapai sekitar Rp2,4 juta dari pencairan bantuan Rp600 ribu selama empat bulan.

Lokasi usahanya yang dekat dengan kawasan indekost karyawan menjadi keunggulan tersendiri. Dari hanya menjual salad sayur, ia kemudian menambah menu salad buah setelah menerima pesanan untuk acara ulang tahun pada 2022.

Dukungan KUR BRI Angkat Usaha

Perjalanan Salad Umma tidak selalu mulus karena omzet sempat naik turun meski promosi sudah dilakukan lewat media sosial dan pesanan online. Dalam sehari, pendapatan bisa hanya Rp15 ribu, lalu naik menjadi Rp100 ribu, bahkan kadang tidak ada pesanan sama sekali.

Perubahan besar datang setelah produknya memperoleh sertifikasi halal dan ikut dalam kegiatan bazar Jakpreneur. Dari situ, jejaring usahanya meluas dan membuka peluang pesanan rutin untuk rapat kementerian serta pemerintah daerah.

Seiring meningkatnya kepercayaan pasar, omzet harian Salad Umma bisa menembus Rp1 juta per hari. Dukungan pembiayaan KUR BRI dan pendampingan usaha menjadi faktor penting dalam naik kelasnya bisnis kuliner sehat tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!