MSCI Bekukan Saham GOTO Jelang Peninjauan Agustus 2026

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 02 Juni 2026 01:21 WIB 3
MSCI Bekukan Saham GOTO Jelang Peninjauan Agustus 2026

Penyedia indeks saham global, MSCI, menyoroti likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dinilai sangat rendah. Pembekuan dilakukan setelah harga saham GOTO bertahan di level Rp50 per saham sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.

Dalam pengumuman yang dikutip pada Jumat, 29 Mei 2026, MSCI memutuskan membekukan saham GOTO pada peninjauan indeks tersebut. Langkah ini juga mencakup pembekuan seluruh perubahan jumlah saham, Foreign Inclusion Factor, Domestic Inclusion Factor, faktor pembatas, serta penambahan atau penghapusan saham dari indeks MSCI.

MSCI soroti likuiditas GOTO

MSCI menyebut adanya potensi masalah replikasi indeks yang berkaitan dengan likuiditas GOTO yang sangat rendah. Kondisi itu muncul karena saham perseroan diperdagangkan pada harga minimum yang dapat ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia.

Harga Rp50 per saham membuat pergerakan GOTO cenderung stagnan dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut menjadi dasar utama MSCI dalam mengambil keputusan pembekuan pada peninjauan indeks 29 Mei 2026.

Dalam keterangannya, MSCI menilai kondisi likuiditas itu dapat mengganggu proses replikasi indeks oleh investor. Oleh karena itu, seluruh parameter yang berkaitan dengan komposisi saham GOTO ikut dibekukan untuk sementara.

Status GOTO masih dipertahankan

Meski dibekukan, MSCI masih mempertahankan GOTO dalam indeks kategori Global Standard hingga peninjauan ulang pada Agustus 2026. Keputusan ini memberi ruang bagi perseroan untuk memperbaiki kondisi perdagangan sahamnya di pasar.

MSCI menegaskan akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap likuiditas sekuritas GOTO sesuai metodologi MSCI Global Investable Market Indexes. Peninjauan itu akan menjadi penentu apakah saham GOTO tetap bertahan atau justru dikeluarkan dari indeks.

Jika pada saat peninjauan Agustus 2026 GOTO tidak memenuhi persyaratan likuiditas, MSCI akan menghapus saham tersebut dari konstituen indeks. Sinyal ini menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar yang mengikuti pergerakan emiten teknologi tersebut.

Pergerakan saham GOTO stagnan

Di pasar domestik, saham GOTO tercatat stagnan sejak perdagangan Rabu, 6 Mei. Hingga perdagangan hari ini, saham tersebut masih bertahan di level Rp50 per saham.

Stagnasi harga itu menunjukkan tekanan jual yang masih kuat dan minat beli yang belum kembali solid. Kondisi tersebut sejalan dengan sorotan MSCI terhadap rendahnya likuiditas saham perseroan.

Dalam perdagangan sepanjang 2026, saham GOTO tercatat melemah 21,88 persen. Pelemahan itu menandakan kepercayaan pasar masih menghadapi tantangan di tengah kondisi perdagangan yang terbatas.

Tekanan jual masih membayangi

Selain pelemahan harga, saham GOTO juga mencatat aksi jual bersih senilai Rp1,75 triliun sepanjang tahun ini. Angka tersebut menggambarkan besarnya tekanan dari investor terhadap saham emiten teknologi itu.

Aksi jual bersih yang besar biasanya mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih. Dalam kasus GOTO, kondisi ini semakin diperberat oleh harga yang bertahan di batas bawah perdagangan.

Dengan situasi tersebut, perhatian investor kini tertuju pada hasil peninjauan MSCI berikutnya pada Agustus 2026. Perusahaan perlu menunjukkan perbaikan likuiditas agar tetap berada dalam daftar indeks global tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!