Ria Ricis akhirnya mengungkap alasan di balik perubahan bentuk hidungnya yang belakangan menjadi sorotan publik. YouTuber berusia 30 tahun itu diketahui menjalani prosedur operasi plastik rinoplasti, bukan semata untuk estetika, melainkan demi mengatasi gangguan kesehatan yang sudah lama dialaminya.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian konsultasi medis dan pemeriksaan radiologi yang menunjukkan adanya kelainan pada struktur tulang hidung. Kondisi itu membuat salah satu saluran pernapasannya tersumbat, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan memaksanya mencari solusi medis yang lebih permanen.
Rinoplasti demi kesehatan
Ria Ricis menuturkan bahwa pertimbangan untuk menjalani operasi sudah muncul sejak lama. Ia sempat memeriksakan kondisi hidungnya di RSCM dan hasilnya menunjukkan tulang hidung bengkok ke kiri. Kondisi tersebut membuat jalur napasnya tidak bekerja optimal dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Menurutnya, masalah itu bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berdampak langsung pada fungsi pernapasan. Ia merasakan ada bagian yang tertutup ketika tulang hidungnya bergeser ke satu sisi. Situasi tersebut membuatnya sulit bernapas dengan lega dalam kondisi tertentu.
Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Mei 2026, ia menegaskan bahwa keputusan itu tidak diambil secara tergesa-gesa. Pemeriksaan yang dilakukan bertahun-tahun sebelumnya menjadi dasar kuat untuk melangkah ke prosedur operasi. Dari hasil evaluasi medis, perbaikan struktur hidung dinilai sebagai pilihan yang paling tepat.
Rinoplasti pun akhirnya dijalani di luar negeri dengan fokus pada perbaikan fungsi. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan kenyamanan bernapas yang selama ini terganggu. Bagi Ria Ricis, hasil operasi tersebut bukan hanya membawa perubahan visual, tetapi juga manfaat kesehatan yang nyata.
Kelainan tulang hidung
Keluhan utama yang dialami Ria Ricis berasal dari kondisi tulang hidung yang bengkok. Pemeriksaan medis menunjukkan adanya struktur yang tidak lurus, sehingga aliran udara tidak bisa masuk dengan normal. Kondisi seperti ini kerap menimbulkan rasa sesak atau tidak nyaman saat bernapas.
Ia mengaku sudah mengetahui adanya masalah tersebut sejak lama setelah menjalani pemeriksaan medis. Hasil radiologi menjadi penegasan bahwa penyebab gangguan napasnya bukan sekadar keluhan biasa. Dengan temuan itu, ia mulai memahami bahwa tindakan medis lebih lanjut memang diperlukan.
Ria Ricis menjelaskan, bengkoknya tulang hidung membuat salah satu jalur napasnya seolah tertutup. Hal itu berpengaruh pada kualitas hidupnya karena ia kerap merasa tidak bisa bernapas secara maksimal. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas.
Karena alasan itulah, ia memilih menjalani operasi koreksi tulang hidung. Tindakan ini dilakukan untuk meluruskan bagian yang bermasalah agar fungsi pernapasan kembali normal. Prosedur tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keluhan yang ia rasakan selama bertahun-tahun.
Ketergantungan obat semprot
Masalah hidung Ria Ricis semakin berat karena ketergantungannya pada obat semprot hidung. Ia mengaku pernah menggunakan obat bernama Iliadin secara rutin selama bertahun-tahun. Kebiasaan itu membuatnya sulit lepas dari bantuan obat untuk bernapas dengan nyaman.
Menurut pengakuannya, obat tersebut seharusnya hanya digunakan satu kali sehari dalam jangka waktu lima hari. Namun, ia justru memakainya empat hingga lima kali sehari selama lima tahun berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan yang dialaminya sudah cukup serius dan berlangsung lama.
Penggunaan obat secara berlebihan itu membuat tubuhnya semakin bergantung pada bantuan sementara. Ia merasa tidak bisa bernapas lega jika tidak menggunakannya secara rutin. Pada akhirnya, ketergantungan tersebut menjadi salah satu alasan kuat untuk mencari solusi yang lebih permanen.
Langkah operasi diambil agar ia tidak lagi bergantung pada semprotan hidung. Perbaikan struktur tulang diharapkan mampu memulihkan fungsi napas secara alami. Dengan begitu, ia dapat menjalani aktivitas harian tanpa ketergantungan pada obat.
Pemulihan dan hasil operasi
Setelah menjalani prosedur, Ria Ricis melalui masa pemulihan dengan kondisi hidung yang masih bengkak. Seiring waktu, pembengkakan itu mulai menyusut dan hasil operasi perlahan terlihat. Proses tersebut menjadi bagian penting dari penyesuaian tubuh setelah tindakan rinoplasti.
Ia mengungkapkan bahwa operasi yang dijalaninya mencakup beberapa tahapan perbaikan. Bagian yang bermasalah dikikis, dipotong, lalu diisi kembali menggunakan tulang iga. Selain itu, posisi hidungnya juga dinaikkan untuk menunjang hasil akhir yang diharapkan.
Ria Ricis mengatakan kini dirinya merasakan perubahan yang besar setelah prosedur tersebut. Ia merasa jauh lebih sehat karena saluran pernapasannya kembali berfungsi normal. Perbaikan ini membuatnya lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Baginya, hasil rinoplasti memberikan manfaat ganda, yakni dari sisi penampilan dan kesehatan. Ia menyebut operasinya berhasil membuat hidung tampak lebih baik sekaligus membantu pernapasan. Dengan kondisi baru itu, ia bersyukur karena masalah yang mengganggu selama ini akhirnya teratasi.
