Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 11:33 WIB 3
Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Atta Halilintar mengajak dua putrinya, Ameena dan Azura, memahami makna kurban sebagai bagian dari ajaran Islam yang menekankan pengorbanan dan kecintaan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026.

Dalam penjelasannya kepada anak-anak, Atta bercerita tentang kisah Nabi Ismail dan nilai kepatuhan kepada perintah Tuhan. Ia ingin Ameena dan Azura melihat bahwa cinta kepada Allah harus ditempatkan di atas segala cinta duniawi, termasuk kepada keluarga dan harta benda.

Pesan Kurban untuk Anak

Atta mengatakan, ia terlebih dahulu menjelaskan kisah Nabi Ismail agar anak-anaknya memahami akar dari ibadah kurban. Cerita itu sempat membuat Ameena dan Azura terkejut karena mereka belum sepenuhnya mengenal makna pengorbanan di balik peristiwa tersebut. Menurut Atta, anak-anak perlu diajarkan bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus menjadi yang utama. Dengan begitu, mereka dapat mengerti alasan mengapa ibadah kurban begitu penting dalam Islam.

Ia menekankan bahwa manusia tidak boleh mencintai sesuatu di dunia melebihi cintanya kepada Tuhan. Penjelasan itu, kata Atta, juga mencakup cinta kepada orang tua, anak, dan barang-barang yang dimiliki. Semua hal tersebut, menurutnya, tetap harus dipahami sebagai titipan yang kelak akan kembali kepada pemilik sejatinya. Karena itu, ia ingin anak-anaknya tumbuh dengan kesadaran bahwa ibadah adalah bagian dari bentuk cinta kepada Allah.

Atta menyebut Ameena dan Azura mulai memahami penjelasannya meski masih dalam taraf dasar. Ia melihat respons keduanya cukup baik setelah mendengar kisah yang ia sampaikan secara sederhana. Bagi Atta, proses mengenalkan nilai agama kepada anak harus dilakukan bertahap dan penuh keteladanan. Ia berharap pesan itu tertanam sejak dini agar mereka memiliki pemahaman yang kuat saat dewasa.

Perjalanan Kurban ke Peternakan

Untuk memberi pengalaman langsung, Atta sengaja membawa Ameena dan Azura mencari hewan kurban ke lokasi yang cukup jauh. Ia ingin anak-anaknya merasakan suasana perkampungan, peternakan, dan proses memilih hewan terbaik untuk ibadah Idul Adha. Perjalanan yang biasanya ditempuh sekitar satu jam lewat Google Maps ternyata memakan waktu dua jam. Total perjalanan pergi pulang itu bahkan mencapai tiga hingga empat jam.

Meski melelahkan, Atta menilai pengalaman tersebut sangat berharga bagi kedua putrinya. Ia ingin mereka melihat langsung kehidupan masyarakat di luar lingkungan yang biasa mereka kenal. Menurutnya, proses ini dapat membuka wawasan anak tentang makna berbagi dan kesederhanaan. Dengan cara itu, Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengalaman belajar yang nyata.

Ia menambahkan bahwa perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan proses kurban secara menyeluruh. Ameena dan Azura diajak melihat kandang, hewan ternak, dan suasana pemilihan sapi serta kambing. Atta merasa pendekatan seperti ini lebih mudah dipahami anak-anak dibanding hanya mendengar penjelasan di rumah. Karena itu, ia sengaja tidak memilih cara yang instan dalam mengenalkan ibadah tersebut.

Makna Zulhijah dan Arafah

Atta juga menyinggung keutamaan bulan Zulhijah yang menurutnya memiliki banyak keistimewaan bagi umat Islam. Ia menilai bulan ini menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat rasa syukur. Salah satu amalan yang ia soroti adalah puasa Arafah. Menurutnya, ibadah tersebut memiliki nilai pahala yang besar dan sayang untuk dilewatkan.

Ia menyebut puasa Arafah sebagai kesempatan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Dalam penjelasannya, ia mengingatkan bahwa amalan itu diyakini memiliki keutamaan bagi dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang. Atta mengatakan, bulan ini adalah momen yang luar biasa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu, ia berusaha memaksimalkan pemahaman agama di lingkungan keluarganya.

Baginya, mengenalkan keutamaan bulan Zulhijah kepada anak-anak merupakan bagian dari pendidikan spiritual sejak dini. Ia ingin Ameena dan Azura tumbuh dengan kebiasaan menghargai momen ibadah, bukan hanya merayakan sisi seremonialnya. Dengan cara itu, mereka dapat mengenal Idul Adha sebagai ibadah yang sarat makna. Atta menilai pendekatan keluarga menjadi kunci agar nilai tersebut tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi juga kebiasaan.

Belajar Berbagi dari Kurban

Saat melihat hewan kurban, Ameena dan Azura disebut Atta sangat antusias. Keduanya bahkan ikut memberi makan sapi dan kambing secara langsung selama berada di peternakan. Menurut Atta, momen itu membuat anak-anaknya tampak gembira dan penasaran. Ia menilai pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kedekatan emosional mereka dengan hewan kurban.

Atta berharap pengalaman itu tidak berhenti pada rasa senang, tetapi juga berkembang menjadi pemahaman tentang berbagi. Ia ingin anak-anaknya menyadari bahwa kurban bukan hanya soal membeli hewan, melainkan juga tentang kepedulian kepada sesama. Karena itu, ia berencana terus mengajarkan mereka arti berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai nilai tersebut penting untuk dibawa sejak masa kanak-kanak.

Meski anak-anaknya sudah beberapa kali ikut berkurban pada tahun-tahun sebelumnya, Atta menyebut mereka belum sepenuhnya memahami maknanya. Karena itu, ia ingin keterlibatan mereka di tahun ini lebih menyeluruh dan nyata. Ia lebih memilih mereka terlibat dalam merawat hewan, melihat prosesnya, lalu ikut membagikan daging kepada masyarakat. Dengan cara tersebut, Atta berharap Ameena dan Azura benar-benar merasakan semangat Idul Adha sebagai ibadah, kepedulian, dan kebersamaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!