Cerita Clelia Verdier, Ibu Tiga Anak dalam Mimpi Koma

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 11:34 WIB 2
Cerita Clelia Verdier, Ibu Tiga Anak dalam Mimpi Koma

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier, mengaku menjalani kehidupan sebagai ibu dari tiga anak kembar selama tujuh tahun dalam alam mimpi, meski kenyataannya ia belum pernah menikah maupun melahirkan. Kisah itu muncul setelah ia sadar dari koma selama tiga minggu pada 2025, dan langsung menanyakan keberadaan tiga putrinya kepada staf medis.

Pengalaman yang dialaminya bermula usai percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025. Alih-alih mengingat kecelakaan atau rasa sakit, Clelia justru menyimpan ingatan detail tentang kehamilan, kelahiran, hingga kehidupan bersama anak-anak yang tidak pernah ada di dunia nyata.

Mimpi Koma Clelia Verdier

Clelia mengaku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa tujuh tahun kehidupan sebagai ibu yang ia rasakan ternyata hanya terjadi di dalam mimpi. Ia mengatakan semua pengalaman itu terasa nyata, mulai dari rasa sakit saat melahirkan hingga kedekatan emosional dengan bayi-bayinya.

Dalam pengakuannya, ia bahkan memberi nama tiga bayi kembar itu Mila, Miles, dan Mailee. Mailee disebut meninggal tak lama setelah lahir, dan momen itu meninggalkan rasa sedih serta bersalah yang masih ia ingat dengan jelas.

Ia juga menyebut mengingat detail kecil yang biasa menyertai kehidupan keluarga, seperti jalan-jalan, makan bersama, dan cerita sebelum tidur. Menurutnya, ingatan tersebut begitu kuat sehingga ia sempat sulit menerima penjelasan dokter bahwa dirinya belum pernah hamil.

Reaksi Dokter Dan Perawat

Kisah ini membuat tenaga medis di rumah sakit terkejut karena Clelia menceritakan pengalaman yang sangat rinci. Dokter kemudian memastikan bahwa ia tidak pernah hamil, dan seluruh tujuh tahun yang ia yakini sebagai masa menjadi ibu tidak terjadi secara fisik.

Pada awalnya, Clelia tidak percaya dengan penjelasan tersebut karena ingatannya terasa konsisten dan detail. Ia mengaku dapat merasakan tekanan, ketakutan, dan cinta yang menyertai setiap fase yang dialaminya dalam mimpi.

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah kontak kulit ke kulit pertama dengan bayi-bayinya. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai gelombang cinta yang sangat kuat dan sulit dilupakan.

Dampak Psikologis Koma

Setelah sadar, Clelia merasa sangat sedih dan terpukul karena harus kehilangan kehidupan yang hanya ia alami di alam bawah sadar. Ia mengatakan masih merindukan putri-putrinya hingga saat ini, meski mereka tidak pernah benar-benar ada.

Ia juga merasa terputus dari orang lain karena pengalaman emosional tersebut meninggalkan bekas yang dalam. Bagi Clelia, menjadi ibu dalam mimpi tetap terasa nyata, sehingga ia menganggap pengalaman itu sebagai satu-satunya realitas untuk sementara waktu.

Kasus ini menunjukkan bahwa koma dapat memunculkan pengalaman mimpi yang sangat hidup dan emosional. Kondisi semacam itu dapat memengaruhi cara pasien memaknai diri, hubungan, dan memori setelah sadar.

Penjelasan Ahli Neurologi

Fenomena mimpi saat koma bukanlah hal yang langka, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis. Ahli neurologi menjelaskan bahwa orang dalam kondisi koma tidak selalu berada dalam keadaan gelap atau tidur tanpa mimpi.

Sejumlah pasien melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa nyata, meski sebagian lainnya bangun tanpa ingatan apa pun. Perbedaan ini menunjukkan bahwa otak masih dapat memproses pengalaman tertentu meski kesadaran menurun drastis.

Kisah Clelia kemudian dikaitkan publik dengan cerita fiksi, termasuk karakter Wanda Maximoff. Namun para ahli menegaskan bahwa pengalaman serupa lebih dekat pada penjelasan medis tentang aktivitas otak selama koma daripada unsur fantasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!